Editor
KOMPAS.com - Sebanyak 17.400 jemaah haji asal Jawa Barat dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci melalui Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Pemberangkatan ini menjadi bagian dari operasional Embarkasi Kertajati pada musim haji 2026.
Para jemaah akan mulai memasuki asrama pada 21 April 2026 sebelum diberangkatkan sehari setelahnya.
Baca juga: Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei
Pemerintah memastikan kesiapan fasilitas dan layanan untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan.
Kabag TU Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Elfin Fakhridas, menyebutkan ribuan jemaah tersebut berasal dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Dari total 27 daerah di Jawa Barat, hanya delapan wilayah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Bekasi.
Baca juga: Asrama Haji Lampung Punya Dua Gedung Baru, Jemaah Haji 2026 Bisa Nikmati Fasilitas Modern
Sementara itu, mayoritas jemaah lainnya berangkat melalui Embarkasi Kertajati atau Asrama Haji Indramayu.
"Yang berangkat dari Embarkasi Bekasi hanya Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Cianjur, Kota dan Kabupaten sukabumi, serta Karawang," ujar Elfin Fakhridas saat ditemui di Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (8/4/2026).
Elfin menjelaskan, total 17.400 jemaah tersebut terbagi dalam 40 kelompok terbang (kloter).
Setiap kloter terdiri dari sekitar 440 jemaah, ditambah petugas seperti ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.
Kedatangan jemaah ke asrama dijadwalkan mulai 21 April 2026, sementara keberangkatan ke Tanah Suci dilakukan mulai 22 April 2026 menggunakan maskapai Saudia dari BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka.
"Insyaallah, kloter pertama masuk asrama pada 21 April 2026 dan akan terbang ke Tanah Suci 22 April 2026. Tahun ini, Embarkasi Kertajati hanya melayani jemaah haji dari Jawa Barat," kata Elfin Fakhridas.
Selama periode keberangkatan 21 April hingga 19 Mei 2026, rata-rata terdapat dua kloter yang masuk ke Asrama Haji Indramayu setiap hari.
Para jemaah akan menginap satu malam di asrama sebelum diberangkatkan ke bandara.
Asrama menyediakan empat gedung penginapan dengan kapasitas masing-masing sekitar 400 orang.
"Kami memastikan, fasilitas yang tersedia sangat memadai, khususnya terkait penginapan, karena totalnya ada empat gedung yang mampu menampung satu kloter penuh, sedangkan setiap hari hanya melayani dua kloter," ujar Elfin Fakhridas.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat menyiapkan sistem layanan terpadu atau one stop service di Asrama Haji Indramayu.
Setibanya di lokasi, jemaah yang datang menggunakan bus akan langsung diarahkan ke Aula Kedatangan untuk mendapatkan berbagai layanan administrasi dan kesehatan.
Menurut Elfin, di aula tersebut jemaah akan menerima layanan kesehatan, pembagian gelang identitas, uang living cost, paspor, hingga kartu Nusuk sebagai identitas digital untuk akses ke Masjidil Haram di Makkah.
"Setelah proses tersebut, para jemaah haji dapat beristirahat di kamar masing-masing sambil menunggu jadwal pelepasan di aula keberangkatan," ujar Elfin Fakhridas saat ditemui di Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (8/4/2026).
Selama berada di asrama, jemaah mendapatkan fasilitas konsumsi berupa tiga kali makan dan dua kali snack.
Setelah itu, mereka diberangkatkan menuju BIJB Kertajati untuk penerbangan ke Tanah Suci.
Selain layanan konsumsi, pihak asrama juga menyediakan pemeriksaan barang bawaan, baik koper maupun tas kabin, guna memastikan keamanan sebelum keberangkatan.
"Kami menerapkan sistem layanan satu pintu atau one stop service di Asrama Haji Indramayu untuk mempercepat proses administrasi bagi jemaah haji yang baru tiba dari daerah asal," kata Elfin Fakhridas.
Meski layanan terpadu tersedia di asrama, jemaah tetap harus menjalani pemeriksaan imigrasi secara reguler di BIJB Kertajati.
Hal ini disebabkan Embarkasi Kertajati belum memiliki layanan fast track seperti di Embarkasi Bekasi, yang memungkinkan pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan di asrama.
Selain itu, mulai tahun ini gedung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) resmi dioperasikan sebagai pusat aktivitas petugas. Gedung tersebut dilengkapi fasilitas pendukung seperti dapur umum dan klinik kesehatan.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "17.400 Jemaah Haji Asal Jawa Barat Bakal Berangkat dari Asrama Haji Indramayu", dan "Kemenhaj Jabar Siapkan Layanan One Stop Service Bagi Jemaah Haji di Asrama Haji Indramayu".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang