Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Calon Haji Wajib Tahu, Ini Latihan Fisik agar Kuat Jalan 15 Km di Tanah Suci

Kompas.com, 10 April 2026, 15:58 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Andi Kurniawan Sp.KO menyarankan calon jemaah haji mempersiapkan ketahanan fisik sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Imbauan tersebut disampaikan karena ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima untuk menjalani rangkaian aktivitas fisik.

Calon jemaah diperkirakan berjalan kaki sejauh 5 hingga 15 kilometer per hari dalam suhu yang ekstrem.

Latihan fisik sejak dini dinilai penting agar ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar dan optimal.

Baca juga: Cara Cek Nomor Porsi Haji 2026 dan Estimasi Berangkat Online

Latihan Aerobik Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Andi menyarankan calon haji melakukan latihan aerobik seperti jalan cepat selama 30–60 menit sebanyak 3–5 kali dalam seminggu.

Latihan ini sebaiknya dilakukan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan.

"Ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik luar biasa. Jamaah diperkirakan berjalan kaki antara 5 hingga 15 kilometer per hari dalam suhu yang ekstrem. Untuk itu, beberapa latihan perlu dilakukan," kata lulusan Universitas Indonesia itu kepada Antara, Kamis (10/4/2026).

Latihan aerobik membantu meningkatkan penyerapan oksigen yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi.

Kondisi ini juga mendukung peningkatan ketahanan kardiovaskular atau jantung.

Baca juga: Menhaj Wacanakan Sistem Haji Tanpa Antrean, Singgung “War Tiket Haji”

Latihan Kekuatan Penting untuk Otot Kaki

Selain latihan aerobik, Andi juga menyarankan latihan kekuatan yang berfokus pada otot tungkai bawah.

Latihan ini bertujuan melenturkan lutut dan pergelangan kaki agar lebih siap menghadapi aktivitas fisik selama haji.

Penguatan otot paha depan, paha belakang, dan betis diperlukan untuk menopang tubuh saat menjalankan sa’i dan tawaf.

"Latihan seperti squat atau lunges sangat membantu," kata dr. Andi.

Simulasi Ibadah untuk Adaptasi Fisik

Calon haji juga dianjurkan melakukan simulasi prosesi ibadah dengan berjalan kaki menggunakan alas kaki yang akan dipakai saat berhaji.

Latihan ini penting untuk mencegah lecet pada kaki serta membantu adaptasi biomekanik.

Simulasi juga membantu tubuh menyesuaikan diri dengan kondisi nyata di lapangan.

Perhatikan Asupan Cairan dan Energi

Andi mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan selama menjalankan ibadah haji.

"Jangan menunggu haus. Suhu tinggi meningkatkan risiko dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi metabolik. Targetkan minum 200–300 ml setiap jam saat beraktivitas," katanya.

Selain itu, calon haji disarankan mengonsumsi makanan dengan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan gandum.

Asupan protein juga diperlukan untuk mendukung pemulihan otot.

Ia menyarankan membatasi makanan yang terlalu pedas atau berminyak guna mencegah gangguan pencernaan.

Baca juga: Pemeriksaan Istithaah Kesehatan, Tahapan Wajib Jemaah Haji Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Atur Aktivitas dan Istirahat di Tanah Suci

Andi juga menekankan pentingnya pengaturan aktivitas selama berada di Tanah Suci.

Di luar kegiatan ibadah inti, jemaah dianjurkan menghemat energi dan beristirahat di tempat yang sejuk.

Langkah ini diperlukan untuk menghindari kelelahan akibat suhu panas selama pelaksanaan ibadah haji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Persiapan Puncak Haji di Arafah, Ini Dzikir dan Doa yang Dianjurkan untuk Jamaah
Persiapan Puncak Haji di Arafah, Ini Dzikir dan Doa yang Dianjurkan untuk Jamaah
Doa dan Niat
10 Kudapan dari Daging Sapi dan Kambing yang Cocok Jadi Camilan saat Idul Adha
10 Kudapan dari Daging Sapi dan Kambing yang Cocok Jadi Camilan saat Idul Adha
Aktual
7 Ide Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik, Pilihan yang Lebih Ramah Lingkungan
7 Ide Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik, Pilihan yang Lebih Ramah Lingkungan
Aktual
Harga Sapi Kurban 2026 Naik? Ini Rincian, Syarat, dan Tips Memilihnya
Harga Sapi Kurban 2026 Naik? Ini Rincian, Syarat, dan Tips Memilihnya
Aktual
Hukum Potong Kuku dan Rambut sebelum Kurban untuk Siapa? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Potong Kuku dan Rambut sebelum Kurban untuk Siapa? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Maqam Ibrahim Bukan Makam, Ini Sejarah Batu Jejak Nabi Ibrahim
Maqam Ibrahim Bukan Makam, Ini Sejarah Batu Jejak Nabi Ibrahim
Aktual
Distankan Sukoharjo Jelaskan Kriteria Sapi yang Cukup Umur untuk Kurban
Distankan Sukoharjo Jelaskan Kriteria Sapi yang Cukup Umur untuk Kurban
Aktual
PBNU Gelar Pleno 21 Mei, Bahas Lokasi Munas-Konbes dan Muktamar NU
PBNU Gelar Pleno 21 Mei, Bahas Lokasi Munas-Konbes dan Muktamar NU
Aktual
Panitia Kurban Harus Perhatikan Proses Pemotongan agar Penuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan
Panitia Kurban Harus Perhatikan Proses Pemotongan agar Penuhi Prinsip Kesejahteraan Hewan
Aktual
Apa Itu Yakuza Maneges? Ormas Baru di Kediri yang Didirikan Ulama Muda Gus Thuba
Apa Itu Yakuza Maneges? Ormas Baru di Kediri yang Didirikan Ulama Muda Gus Thuba
Aktual
Mengapa “Kun Fayakun” Sangat Istimewa? Ini Tafsir Yasin Ayat 82
Mengapa “Kun Fayakun” Sangat Istimewa? Ini Tafsir Yasin Ayat 82
Doa dan Niat
 Hukum Mengeluarkan Anak dari Ahli Waris dalam Islam, Orang Tua Harus Tahu
Hukum Mengeluarkan Anak dari Ahli Waris dalam Islam, Orang Tua Harus Tahu
Aktual
Kebahagiaan Peternak Riau, Sapinya Dibeli Rp 82 Juta untuk Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Kebahagiaan Peternak Riau, Sapinya Dibeli Rp 82 Juta untuk Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Aktual
Cerita Tim Lost and Found Haji Cari Barang Jemaah yang Tertinggal di Bandara
Cerita Tim Lost and Found Haji Cari Barang Jemaah yang Tertinggal di Bandara
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Bolehkah dalam Islam? Ini Pendapat Ulama
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban, Bolehkah dalam Islam? Ini Pendapat Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com