Editor
KOMPAS.com — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Al-Baha dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan lonjakan besar volume air banjir yang mengalir ke sejumlah bendungan. Total air yang masuk tercatat mencapai sekitar 4,6 juta meter kubik.
Data dari Organisasi Irigasi Saudi menunjukkan bahwa volume air hujan dan limpasan (runoff) yang tertampung di berbagai bendungan mencapai 4.674.638 meter kubik.
Peningkatan signifikan ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang melanda hampir seluruh kota dan wilayah administratif di kawasan tersebut.
Baca juga: Ke Arab Saudi, Delegasi Indonesia Intip Peluang Emas di Industri Mawar Dunia
Selama periode 19 Maret hingga 6 April 2026, aliran banjir dilaporkan melanda sejumlah wilayah penting seperti Al-Aqiq, Al-Makhwah, Al-Hajrah, Qilwah, dan Ghamid Al-Zinad.
Curah hujan ekstrem ini memicu terbentuknya aliran-aliran lembah (wadi) yang membawa volume air besar menuju bendungan.
Sejumlah bendungan utama yang menerima limpasan besar antara lain berada di Al-Aqiq, Tharad, Al-Ahsabah, dan Duqah.
Bahkan, beberapa bendungan dilaporkan telah mencapai kapasitas maksimum, seperti Dharak Dam dan Al-Mazlimat Dam di Al-Mandaq, Jarab Dam di Al-Aqiq, Al-Khalah Dam di Baljurashi, serta Al-Nasbah Dam di Ghamid Al-Zinad.
Meski volume air meningkat tajam dalam waktu singkat, situasi tetap terkendali. Otoritas setempat mengelola aliran air sesuai rencana darurat yang telah disiapkan, termasuk mengoperasikan pintu dan katup bendungan secara terukur guna menjaga keamanan infrastruktur serta melindungi wilayah sekitar dari risiko banjir.
Baca juga: Suhu Arab Saudi Diprediksi Lebih Panas, Musim Haji 2026 Berpotensi Lebih Terik
Wilayah Al-Baha sendiri memiliki total 50 bendungan yang tersebar di sektor Sarat dan Tihama. Dari jumlah tersebut, enam bendungan difungsikan untuk penyediaan air minum, termasuk bendungan bawah tanah, sementara 35 bendungan kecil dan menengah digunakan untuk sistem resapan air.
Keberadaan bendungan-bendungan ini menjadi krusial dalam menampung air hujan secara sementara serta mengatur distribusinya, terutama untuk kebutuhan pertanian yang sangat bergantung pada curah hujan musiman di wilayah tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang