Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Doa Cepat Dikabulkan? Ini 8 Waktu Mustajab Berdoa dalam Islam

Kompas.com, 13 April 2026, 11:52 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Doa menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah SWT.

Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa, Nurhasanah Namin menulis, tujuan berdoa adalah untuk selalu mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk, memohon keselamatan hidup dalam bimbingan Allah SWT, dan agar selamat dunia akhirat.

Ajaran Islam menyebutkan adanya waktu mustajab berdoa, yaitu momen tertentu ketika doa lebih dekat untuk dikabulkan.

Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk mengenai waktu-waktu tersebut melalui hadis-hadis shahih.

Pemahaman tentang waktu mustajab berdoa penting agar umat Islam dapat memaksimalkan ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.

Baca juga: Sholat Hajat Lengkap: Tata Cara, Niat, Doa Mustajab dan Waktu Terbaik agar Hajat Terkabul

Mengapa Doa Penting dalam Islam

Dilansir dari laman Baznas, doa merupakan inti ibadah yang menunjukkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda bahwa doa adalah ibadah itu sendiri.

Doa menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah tanpa perantara.

Ibadah ini juga memberikan ketenangan batin, memperkuat harapan, serta menjadi tempat kembali dalam kondisi sulit maupun lapang.

Waktu Mustajab Berdoa yang Perlu Diketahui

Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir menjadi salah satu waktu mustajab berdoa yang paling utama dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia pada waktu tersebut dan berfirman bahwa siapa yang berdoa akan dikabulkan, siapa yang meminta akan diberi, dan siapa yang memohon ampun akan diampuni.

Waktu ini sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahajud dan memohon hajat.

Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu mustajab berdoa yang tidak akan ditolak.

Durasi yang singkat sering kali membuat momen ini terlewatkan, padahal memiliki keutamaan besar.

Baca juga: Doa Nabi Musa agar Dapat Jodoh dan Rezeki, Bisa Diamalkan

Saat Sujud dalam Shalat

Posisi sujud merupakan saat paling dekat antara hamba dengan Allah SWT.

Seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa ketika sujud.

Setelah Shalat Fardhu

Waktu setelah shalat wajib menjadi momen yang baik untuk berdzikir dan berdoa.

Kondisi spiritual setelah ibadah membuat doa lebih khusyuk dan penuh harap.

Hari Jumat Menjelang Maghrib

Hari Jumat memiliki satu waktu mustajab berdoa yang tidak akan ditolak.

Banyak ulama menyebutkan bahwa waktu tersebut berada pada sore hari menjelang maghrib.

Saat Hujan Turun

Hujan merupakan rahmat dari Allah SWT yang juga menjadi waktu mustajab berdoa.

Doa yang dipanjatkan saat hujan dianjurkan untuk memohon keberkahan dan perlindungan.

Saat Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa menjadi salah satu momen mustajab berdoa bagi orang yang berpuasa.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak.

Saat Safar atau Bepergian

Doa seorang musafir termasuk doa yang mustajab.

Perjalanan yang penuh ketidakpastian menjadikan doa dalam kondisi ini memiliki keistimewaan tersendiri.

Adab agar Doa Lebih Mudah Dikabulkan

Seorang Muslim dianjurkan memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Doa harus dipanjatkan dengan keyakinan, keikhlasan, dan penuh harap.

Menghadap kiblat dan mengangkat tangan menjadi bagian dari adab dalam berdoa.

Sikap tidak tergesa-gesa serta menjauhi hal-hal haram juga menjadi faktor penting dalam dikabulkannya doa.

Pentingnya Membiasakan Doa dalam Kehidupan Sehari-hari

Kebiasaan berdoa tidak hanya dilakukan saat menghadapi kesulitan, tetapi juga saat memperoleh nikmat.

Doa dapat dipanjatkan dalam berbagai aktivitas harian seperti sebelum bekerja, saat bepergian, dan setelah ibadah.

Kebiasaan ini membantu memperkuat keimanan serta menghadirkan ketenangan hati.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
Aktual
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Aktual
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Aktual
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Aktual
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Aktual
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Aktual
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar