Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kartu Nusuk Dibagikan Sejak di Tanah Air, Jemaah Bakal Dapat Tas Khusus untuk Cegah Kehilangan

Kompas.com, 13 April 2026, 16:09 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah RI menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan haji 2026 dengan membagikan Kartu Nusuk sejak di Indonesia.

Kebijakan ini membuat jemaah sudah memegang identitas resmi sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kartu Nusuk menjadi dokumen penting yang wajib dimiliki selama berada di Arab Saudi.

Baca juga: 208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tas khusus untuk menyimpan dokumen penting guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan jemaah.

Untuk pertama kalinya, Kartu Nusuk atau smart card resmi diberikan kepada jemaah sebelum keberangkatan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan haji yang lebih terintegrasi sejak dari dalam negeri.

Baca juga: Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji

Kartu Nusuk Haji 2026 Dibagikan Sejak di Tanah Air

Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Ian Heriyawan, menegaskan bahwa Kartu Nusuk berfungsi sebagai identitas tunggal bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji.

"Kalau tidak punya Kartu Nusuk, tidak bisa masuk Arafah maupun Masjidil Haram. Ini mempercepat proses dan membuat jemaah lebih yakin karena identitasnya sudah dipegang sejak dari Indonesia," ujarnya.

Pembagian Kartu Nusuk Terintegrasi di Embarkasi

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali, Sauman, menjelaskan bahwa pembagian Kartu Nusuk direncanakan dilakukan saat jemaah tiba di embarkasi.

Pembagian Nusuk haji ini nanti bisa masuk dalam one stop service (OSS) di embarkasi.

Sistem OSS diterapkan untuk memastikan seluruh proses layanan dilakukan dalam satu waktu, sehingga jemaah memiliki waktu istirahat yang lebih optimal sebelum keberangkatan.

Semua Akomodasi Diberikan Sekaligus

Dalam skema OSS, seluruh kebutuhan jemaah langsung diserahkan saat di embarkasi.

Mulai dari pemeriksaan kesehatan, gelang identitas, paspor, hingga uang saku diberikan secara bersamaan.

"Sehingga jemaah haji berangkat ke Tanah Suci sudah membawa Kartu Nusuk," ujar Sauman.

Kebijakan pembagian Kartu Nusuk di tanah air ini menjadi bagian dari peningkatan layanan bagi jemaah calon haji agar lebih siap sejak awal perjalanan.

Antisipasi Risiko Kehilangan, Jemaah Diberi Tas Khusus

Meski memberikan kemudahan, pembagian Kartu Nusuk sejak awal juga menimbulkan potensi risiko, seperti kartu tertinggal atau terselip, terutama bagi jemaah lansia.

Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari sosialisasi intensif hingga penguatan komitmen petugas dalam mendampingi jemaah.

Selain itu, pemerintah menambahkan fasilitas berupa tas khusus untuk menyimpan dokumen penting.

Jika sebelumnya setiap jemaah hanya mendapatkan satu koper besar, satu koper kecil, dan satu tas selempang, tahun ini jemaah memperoleh tambahan satu tas selempang khusus.

Tas tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan Armuzna, yakni rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Tas ini digunakan untuk menyimpan dokumen penting seperti paspor dan Kartu Nusuk.

"Nah, di situlah tempat dokumen-dokumen penting dibawa oleh jemaah saat Armuzna," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Ibadah Haji 2026 Boyolali: Antisipasi Jemaah Lansia, Tas Khusus Disiapkan Simpan Kartu Nusuk". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Badan Karantina Kawal Distribusi Hewan Kurban via Tol Laut Jelang Idul Adha 2026
Badan Karantina Kawal Distribusi Hewan Kurban via Tol Laut Jelang Idul Adha 2026
Aktual
Bobby Nasution Tepung Tawari Calon Jemaah Haji Sumut, Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa
Bobby Nasution Tepung Tawari Calon Jemaah Haji Sumut, Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa
Aktual
Tradisi Tepuk Tepung Tawar Iringi Pelepasan Jemaah Haji, Simbol Syukur dan Doa
Tradisi Tepuk Tepung Tawar Iringi Pelepasan Jemaah Haji, Simbol Syukur dan Doa
Aktual
Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Madinah, PPIH Pastikan Layanan Siap
Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Madinah, PPIH Pastikan Layanan Siap
Aktual
Mei 2026 Banyak Libur! Ini Jadwal Cuti Selain Idul Adha dan Peluang Long Weekend
Mei 2026 Banyak Libur! Ini Jadwal Cuti Selain Idul Adha dan Peluang Long Weekend
Aktual
Ka'bah Berbalut Kain Putih, Tanda Resmi Haji 2026 Dimulai
Ka'bah Berbalut Kain Putih, Tanda Resmi Haji 2026 Dimulai
Aktual
214 Calon Haji Tangerang Batal Berangkat karena Tak Bisa Lunasi Biaya Haji
214 Calon Haji Tangerang Batal Berangkat karena Tak Bisa Lunasi Biaya Haji
Aktual
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan
Aktual
Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit
Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit
Aktual
Hukum Tidur Setelah Subuh, Boleh atau Makruh? Ini Jawaban Rasulullah
Hukum Tidur Setelah Subuh, Boleh atau Makruh? Ini Jawaban Rasulullah
Aktual
PPIH Pastikan Layanan Haji 2026 Siap, Jemaah Kloter Pertama Tiba 22 April di Madinah
PPIH Pastikan Layanan Haji 2026 Siap, Jemaah Kloter Pertama Tiba 22 April di Madinah
Aktual
Jamaah Haji Tak Perlu Khawatir, 23 Dapur Nusantara Siap di Madinah
Jamaah Haji Tak Perlu Khawatir, 23 Dapur Nusantara Siap di Madinah
Aktual
Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji
Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji
Aktual
5 Doa Sebelum Ujian TKA agar Ingat Materi, Tenang, & Jawab Soal Lancar
5 Doa Sebelum Ujian TKA agar Ingat Materi, Tenang, & Jawab Soal Lancar
Aktual
Hukum Bunuh Hewan dalam Islam: Boleh, Tapi Ada Aturannya, Ini Kata MUI
Hukum Bunuh Hewan dalam Islam: Boleh, Tapi Ada Aturannya, Ini Kata MUI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com