Editor
KOMPAS.com - Musim haji 1447 Hijriah atau 2026 kembali menghadirkan peta global jemaah dari berbagai negara. Di tengah transformasi layanan digital dan penguatan diplomasi internasional oleh Pemerintah Arab Saudi, Indonesia tetap kokoh di posisi teratas sebagai negara dengan jemaah haji terbanyak di dunia.
Indonesia kembali mendapatkan kuota terbesar, yakni 221.000 jemaah pada musim haji 2026.
Angka ini sama seperti tahun sebelumnya, menegaskan konsistensi Indonesia dalam mengelola penyelenggaraan ibadah haji.
Dari total tersebut, mayoritas merupakan jemaah reguler, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk jemaah haji khusus.
Menariknya, provinsi dengan jumlah jemaah terbanyak masih didominasi oleh Jawa Timur sebanyak 42.409 orang. Jumlah ini mencerminkan tingginya minat dan kesiapan masyarakat di daerah tersebut.
Baca juga: Kuota Haji 2026 per Provinsi: Jawa Timur Terbanyak, Sulawesi Utara Terendah
Konsistensi ini tak lepas dari faktor kepatuhan administrasi dan optimalisasi kuota yang selalu terpenuhi setiap tahun.
Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga mencatat jumlah jemaah yang sangat besar. Berikut daftar 10 besar dunia yang dilansir dari World Population Review:
1. Indonesia sebanyak 221.000 jemaah
2. Pakistan sebanyak 179.210 jemaah
3. India sebanyak 175.000 jemaah
4. Bangladesh sebanyak 127.000 jemaah
5. Iran sebanyak 87.550 jemaah
6. Nigeria sebanyak 66.910 jemaah
7. Aljazair sebanyak 41.300 jemaah
8. Turki sebanyak 37.770 jemaah
9. Mesir sebanyak 35.375 jemaah
10. Sudan sebanyak 32.000 jemaah
Dominasi negara-negara Asia dan Afrika menunjukkan besarnya populasi Muslim di kawasan tersebut sekaligus tingginya antusiasme untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Penetapan kuota haji dilakukan dengan pendekatan proporsional, yakni sekitar 1 jemaah per 1.000 penduduk Muslim. Namun, angka tersebut tidak mutlak.
Baca juga: MPR Desak Perkuat Diplomasi Haji, Usul Tambah Kuota untuk Pangkas Antrean
Faktor lain seperti hubungan diplomatik, kesiapan logistik, hingga rekam jejak pemanfaatan kuota turut menjadi pertimbangan penting.
Negara yang tidak mampu mengoptimalkan kuota sebelumnya berpotensi mengalami pengurangan, seperti yang dialami Nigeria tahun ini.
Di sisi lain, Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan haji. Salah satu inovasi yang kini menjadi tulang punggung adalah aplikasi Nusuk, yang memudahkan jemaah dalam mengakses berbagai layanan mulai dari perizinan hingga navigasi ibadah.
Baca juga: Aplikasi Nusuk Tembus 51 Juta Pengguna Jelang Haji 2026
Penggunaan kartu pintar dan sistem digital lainnya juga membantu meningkatkan keamanan serta kenyamanan jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Musim haji 2026 menunjukkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga cerminan kolaborasi global. Dari Asia hingga Afrika, jutaan umat Muslim bersatu dalam satu tujuan yang sama.
Baca juga: Layanan Haji Makin Canggih: Arab Saudi Perkuat Digitalisasi hingga AI untuk Kenyamanan Jemaah
Dengan Indonesia tetap di puncak, serta berbagai negara lain yang terus meningkatkan kualitas layanan, penyelenggaraan haji semakin menunjukkan wajah modern tanpa meninggalkan nilai-nilai sakralnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang