Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Negara dengan Jemaah Haji Terbanyak 2026: Indonesia Tetap Nomor Satu, Ini Daftarnya

Kompas.com, 16 April 2026, 05:45 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Musim haji 1447 Hijriah atau 2026 kembali menghadirkan peta global jemaah dari berbagai negara. Di tengah transformasi layanan digital dan penguatan diplomasi internasional oleh Pemerintah Arab Saudi, Indonesia tetap kokoh di posisi teratas sebagai negara dengan jemaah haji terbanyak di dunia.

Indonesia Masih Tak Tergeser di Puncak

Indonesia kembali mendapatkan kuota terbesar, yakni 221.000 jemaah pada musim haji 2026.

Angka ini sama seperti tahun sebelumnya, menegaskan konsistensi Indonesia dalam mengelola penyelenggaraan ibadah haji.

Dari total tersebut, mayoritas merupakan jemaah reguler, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk jemaah haji khusus.

Menariknya, provinsi dengan jumlah jemaah terbanyak masih didominasi oleh Jawa Timur sebanyak 42.409 orang. Jumlah ini mencerminkan tingginya minat dan kesiapan masyarakat di daerah tersebut.

Baca juga: Kuota Haji 2026 per Provinsi: Jawa Timur Terbanyak, Sulawesi Utara Terendah

Konsistensi ini tak lepas dari faktor kepatuhan administrasi dan optimalisasi kuota yang selalu terpenuhi setiap tahun.

Negara-negara dengan Kuota Terbesar 2026

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga mencatat jumlah jemaah yang sangat besar. Berikut daftar 10 besar dunia yang dilansir dari World Population Review:

1. Indonesia sebanyak 221.000 jemaah

2. Pakistan sebanyak 179.210 jemaah

3. India sebanyak 175.000 jemaah

4. Bangladesh sebanyak 127.000 jemaah

5. Iran sebanyak 87.550 jemaah

6. Nigeria sebanyak 66.910 jemaah

7. Aljazair sebanyak 41.300 jemaah

8. Turki sebanyak 37.770 jemaah

9. Mesir sebanyak 35.375 jemaah

10. Sudan sebanyak 32.000 jemaah

Dominasi negara-negara Asia dan Afrika menunjukkan besarnya populasi Muslim di kawasan tersebut sekaligus tingginya antusiasme untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Kuota Haji Ditentukan Proporsi dan Kinerja

Penetapan kuota haji dilakukan dengan pendekatan proporsional, yakni sekitar 1 jemaah per 1.000 penduduk Muslim. Namun, angka tersebut tidak mutlak.

Baca juga: MPR Desak Perkuat Diplomasi Haji, Usul Tambah Kuota untuk Pangkas Antrean

Faktor lain seperti hubungan diplomatik, kesiapan logistik, hingga rekam jejak pemanfaatan kuota turut menjadi pertimbangan penting.

Negara yang tidak mampu mengoptimalkan kuota sebelumnya berpotensi mengalami pengurangan, seperti yang dialami Nigeria tahun ini.

Transformasi Digital Jadi Penentu Layanan

Di sisi lain, Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan haji. Salah satu inovasi yang kini menjadi tulang punggung adalah aplikasi Nusuk, yang memudahkan jemaah dalam mengakses berbagai layanan mulai dari perizinan hingga navigasi ibadah.

Baca juga: Aplikasi Nusuk Tembus 51 Juta Pengguna Jelang Haji 2026

Penggunaan kartu pintar dan sistem digital lainnya juga membantu meningkatkan keamanan serta kenyamanan jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Potret Haji Global yang Terus Bertumbuh

Musim haji 2026 menunjukkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga cerminan kolaborasi global. Dari Asia hingga Afrika, jutaan umat Muslim bersatu dalam satu tujuan yang sama.

Baca juga: Layanan Haji Makin Canggih: Arab Saudi Perkuat Digitalisasi hingga AI untuk Kenyamanan Jemaah

Dengan Indonesia tetap di puncak, serta berbagai negara lain yang terus meningkatkan kualitas layanan, penyelenggaraan haji semakin menunjukkan wajah modern tanpa meninggalkan nilai-nilai sakralnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Garuda Siapkan 15 Pesawat Badan Lebar untuk Haji 2026, Lansia di Kelas Bisnis
Garuda Siapkan 15 Pesawat Badan Lebar untuk Haji 2026, Lansia di Kelas Bisnis
Aktual
Haji 2026 Siap Berangkat! Layanan Hampir 100 Persen, Kloter Perdana Terbang 22 April
Haji 2026 Siap Berangkat! Layanan Hampir 100 Persen, Kloter Perdana Terbang 22 April
Aktual
Arab Saudi Resmi Berlakukan Denda Rp 80 Juta untuk Haji Ilegal 2026
Arab Saudi Resmi Berlakukan Denda Rp 80 Juta untuk Haji Ilegal 2026
Aktual
10 Negara dengan Jemaah Haji Terbanyak 2026: Indonesia Tetap Nomor Satu, Ini Daftarnya
10 Negara dengan Jemaah Haji Terbanyak 2026: Indonesia Tetap Nomor Satu, Ini Daftarnya
Aktual
Jadwal Lengkap Haji 2026 Resmi Dirilis, Jemaah Berangkat Mulai 22 April hingga 1 Juli
Jadwal Lengkap Haji 2026 Resmi Dirilis, Jemaah Berangkat Mulai 22 April hingga 1 Juli
Aktual
Haji 2026 Hampir 100 Persen Siap, 221 Ribu Jemaah Berangkat Mulai 22 April
Haji 2026 Hampir 100 Persen Siap, 221 Ribu Jemaah Berangkat Mulai 22 April
Aktual
Saat Umar bin Khattab Temukan Ibu Memasak Batu untuk Anaknya
Saat Umar bin Khattab Temukan Ibu Memasak Batu untuk Anaknya
Aktual
Doa Melepas Jemaah Haji Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Melepas Jemaah Haji Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Sejarah Raja Persia: Dari Cyrus hingga Revolusi Islam Iran 1979
Sejarah Raja Persia: Dari Cyrus hingga Revolusi Islam Iran 1979
Aktual
Doa Saat Cuaca Panas Menyengat Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Cuaca Panas Menyengat Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Arab Saudi Tetapkan Sanksi Haji Ilegal, Denda hingga Rp 400 Juta dan Deportasi
Arab Saudi Tetapkan Sanksi Haji Ilegal, Denda hingga Rp 400 Juta dan Deportasi
Aktual
Jual Beli Emas dalam Islam: Syarat Sah, Akad, dan Hindari Riba
Jual Beli Emas dalam Islam: Syarat Sah, Akad, dan Hindari Riba
Aktual
MPR Desak Perkuat Diplomasi Haji, Usul Tambah Kuota untuk Pangkas Antrean
MPR Desak Perkuat Diplomasi Haji, Usul Tambah Kuota untuk Pangkas Antrean
Aktual
Doa Saat Hujan Deras Lengkap Arab, Latin, Arti & Keutamaannya
Doa Saat Hujan Deras Lengkap Arab, Latin, Arti & Keutamaannya
Doa dan Niat
Doa Nurbuat Lengkap Arab, Latin, Arti, Keutamaan & Cara Mengamalkannya
Doa Nurbuat Lengkap Arab, Latin, Arti, Keutamaan & Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com