Editor
KOMPAS.com-Seorang jemaah haji lanjut usia asal Makassar, Sulawesi Selatan, harus menunggu selama 16 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji 2026.
Patimang Hibbu Manne (86), warga Kecamatan Awangpone, berhasil berangkat ke Tanah Suci setelah menabung dari hasil mencari rumput laut sejak usia muda.
Ia menyampaikan rasa syukur saat berada di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu, menjelang keberangkatannya.
Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti tekad dan kesabaran dalam mewujudkan rukun Islam kelima.
"Alhamdulillah, saya sangat bahagia di usia yang sudah tidak lagi muda ini masih diberikan kesempatan untuk datang ke Tanah Suci Makkah," ujarnya, dilansir dari Antara.
Baca juga: Kemenhaj Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam di Madinah, Jemaah Haji Diingatkan Waspada Dehidrasi
Patimang mulai mendaftar haji pada tahun 2010 dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
Ia mengandalkan penghasilan dari mengumpulkan rumput laut untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menabung biaya haji.
Harga rumput laut yang ia jual hanya sekitar Rp1.000 per kilogram.
Meski penghasilannya kecil, ia tetap menyisihkan uang sedikit demi sedikit hingga akhirnya dapat melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
"Saya bukan petani rumput laut seperti kebanyakan yang memasang jaring, saya hanya menyusuri pinggir laut untuk mencari rumput laut sisa yang banyak tersebar dengan menggunakan sampan kecil," katanya.
Baca juga: Kloter Pertama Haji 2026 Berangkat, 391 Jemaah Jakarta Mulai Masuk Asrama
Di usia yang sudah lanjut, Patimang tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.
Ia kini mengandalkan bantuan sosial serta dukungan dari kerabat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, ia tetap bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk menunaikan ibadah haji.
Ia juga mengaku siap menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci selama kurang lebih satu bulan.
Kisah Patimang menjadi gambaran keteguhan hati dalam mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci meski dalam keterbatasan ekonomi dan usia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang