Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangis Mbah Suminem, Petani Berhaji Usia 96 Tahun, Kumpulkan Rp 10.000 Per Minggu

Kompas.com, 26 April 2026, 11:42 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

MADINAH, KOMPAS.com- Mbah Suminem (96) mengusap air mata setibanya di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Rasa haru bercampur syukur membuatnya tak kuasa menahan tangis bahagia.

"Maturnuwun (Terima kasih) Ya Allah, saya sudah tiba di Madinah," katanya lirih, saat ditemui di Bandara Madinah pada Sabtu (25/4/2026) malam.

Usia Suminem yang nyaris mencapai 100 tahun membuatnya harus menggunakan bantuan kursi roda untuk mobilitas. Namun hal itu tak menyurutkan semangat Suminem beribadah dan menunaikan rukun Islam kelima.

Baca juga: PPIH Siapkan 6.000 Bus Haji, Fasilitas Lengkap hingga USB di Setiap Kursi

Kumpulkan Rp 10.000 per minggu

Pekerjaan sebagai seorang petani padi dan ketela membuat Suminem tak memiliki penghasilan menentu setiap bulannya. Suminem hanya mengumpulkan uang seadanya selama puluhan tahun.

"Saya awalnya kumpulkan Rp 10.000 per minggu. Kalau ada uang dikumpulkan segitu, kadang tidak ada uang," ujar dia.

Suminem kemudian memberanikan diri mendaftar haji dan berangkat 15 tahun kemudian. Dia kini tergabung dalam kloter 3 Embarkasi Palembang (PLM) yang tiba di Bandara Madinah pada Sabtu (25/4/2026) malam.

"Nunggunya (naik haji) 15 tahun," kata Suminem yang berhaji ditemani oleh putranya.

Baca juga: Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya

Berhaji di usia nyaris 100 tahun

Suminem tak menyangka dapat berhaji pada usia 96 tahun. Dia mengakui bahwa fisiknya tak lagi leluasa bergerak untuk beribadah.

"Kadang pinggang sakit, tapi Alhamdulillah masih dikasih sehat sama Allah," paparnya.

Suminem pun mengapresiasi petugas haji daker bandara yang dengan sigap membantu mendorong kursi rodanya. Dukungan para petugas untuk para lansia di Tanah Suci menambah semangat tersendiri baginya.

"Terima kasih ya, Nak. Petugasnya sudah banyak membantu," ucap Suminem.

28.004 jemaah tiba

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir mengungkap, hingga Sabtu (26/4/2026) sebanyak 72 kelompok terbang (kloter) dengan total lebih dari 28.004 jemaah telah tiba di Bandara Madinah.

“Kloter terakhir yang tiba adalah SOC 13 pada pukul 05.45 waktu setempat,” ujar Abdul Basir dalam keterangannya.

Dari total jemaah tersebut, sebanyak 5.655 orang adalah jemaah lanjut usia (lansia), yang membutuhkan penanganan dan pelayanan khusus sejak tiba di bandara hingga menuju penginapan di Kota Madinah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah
Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah
Aktual
Tangis Mbah Suminem, Petani Berhaji Usia 96 Tahun, Kumpulkan Rp 10.000 Per Minggu
Tangis Mbah Suminem, Petani Berhaji Usia 96 Tahun, Kumpulkan Rp 10.000 Per Minggu
Aktual
Berhaji bagi yang miskin: Iman Kuat, Ekonomi Harus Selamat
Berhaji bagi yang miskin: Iman Kuat, Ekonomi Harus Selamat
Aktual
PPIH Siapkan 6.000 Bus Haji, Fasilitas Lengkap hingga USB di Setiap Kursi
PPIH Siapkan 6.000 Bus Haji, Fasilitas Lengkap hingga USB di Setiap Kursi
Aktual
Kisah Jemaah Haji Palembang, 40 Tahun Menabung dari Hasil Mengajar Ngaji untuk Berangkat ke Tanah Suci
Kisah Jemaah Haji Palembang, 40 Tahun Menabung dari Hasil Mengajar Ngaji untuk Berangkat ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Aktual
Berburu Riyal Sebelum Berangkat, Ratusan Jamaah Serbu Layanan Penukaran Uang di Asrama Haji NTB
Berburu Riyal Sebelum Berangkat, Ratusan Jamaah Serbu Layanan Penukaran Uang di Asrama Haji NTB
Aktual
Tak Perlu Hafal Nama Hotel di Makkah, Jemaah Haji Cukup Ingat Nomor Ini
Tak Perlu Hafal Nama Hotel di Makkah, Jemaah Haji Cukup Ingat Nomor Ini
Aktual
Doa Perjalanan Haji dan Umrah Lengkap, Ini Bacaan dari Berangkat hingga Tiba
Doa Perjalanan Haji dan Umrah Lengkap, Ini Bacaan dari Berangkat hingga Tiba
Doa dan Niat
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Aktual
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Aktual
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Aktual
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Aktual
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Aktual
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com