Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berburu Riyal Sebelum Berangkat, Ratusan Jamaah Serbu Layanan Penukaran Uang di Asrama Haji NTB

Kompas.com, 26 April 2026, 08:56 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Ratusan jamaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memadati stan penukaran uang di kawasan Asrama Haji Kota Mataram menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

Layanan ini dimanfaatkan calon jamaah untuk menukar rupiah ke riyal agar lebih siap saat tiba di Tanah Suci.

Aktivitas penukaran uang terlihat ramai sejak pagi dengan antrean jamaah dari berbagai daerah.

Selain kesiapan fisik dan dokumen perjalanan, kebutuhan finansial juga menjadi perhatian penting sebelum berangkat haji.

Baca juga: Tak Perlu Hafal Nama Hotel di Makkah, Jemaah Haji Cukup Ingat Nomor Ini

Jamaah Pilih Tukar Riyal Pecahan Kecil

Dilansir dari Antara, kegiatan di Asrama Haji NTB, pada Sabtu (25/4/2026), menunjukkan jamaah datang berbondong-bondong menukarkan mata uang rupiah ke riyal Arab Saudi.

Mereka memanfaatkan layanan di area asrama haji karena dinilai lebih praktis dan memudahkan kebutuhan selama berada di Arab Saudi.

Baca juga: Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat

Petugas jasa penukaran uang, Rohani, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai nominal riyal sesuai kebutuhan jamaah.

"Semua pecahan ada, mulai dari 5 riyal sampai 500 riyal. Kebanyakan jamaah memang memilih pecahan kecil karena lebih mudah digunakan," ujarnya.

Menurut dia, pecahan kecil menjadi pilihan utama karena lebih praktis dipakai untuk kebutuhan harian selama menjalankan ibadah haji, seperti transportasi, konsumsi, maupun keperluan lainnya.

Layanan Penukaran Uang Sudah Siaga Sejak Pagi

Rohani menjelaskan, layanan penukaran uang rutin hadir setiap musim haji di Asrama Haji NTB.

Petugas bahkan sudah bersiaga sejak pagi sebelum para jamaah masuk ke area penginapan.

"Biasanya jamaah menukar uang sebelum masuk kamar, atau setelah shalat dan makan siang. Kami sudah siap dari pagi," katanya.

Ia menambahkan, tingginya kebutuhan penukaran uang membuat layanan ini selalu ramai saat musim keberangkatan jamaah haji.

Transaksi Penukaran Uang Bisa Capai Rp1 Miliar

Rohani menuturkan perputaran uang selama musim haji tergolong besar. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, total transaksi penukaran uang dapat mencapai Rp1 miliar.

"Kalau rupiah-nya bisa sampai Rp 1 miliar, tergantung kebutuhan jamaah. Kalau stok habis, nanti ditambah lagi dari kantor," ungkapnya.

Besarnya transaksi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan jamaah terhadap mata uang riyal sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Jamaah Nilai Penukaran Uang di Asrama Haji Lebih Praktis

Salah satu calon haji asal Bima, Hariyono, mengaku menukarkan uang sebesar Rp6 juta dalam pecahan kecil untuk kebutuhan selama di Tanah Suci.

Ia menilai penukaran uang di Asrama Haji jauh lebih praktis dibandingkan menukar setelah tiba di Arab Saudi.

"Saya tukar pecahan 5 riyal sampai 10 riyal untuk kebutuhan selama Arab Saudi. Kita pilih tukar di sini lebih mudah aja, pas di sama sudah nggak repot lagi," ujarnya.

Living Cost 750 Riyal per Jemaah

Ketua Kloter 4 Bima, Abdul Haris, mengatakan setiap jamaah sebenarnya telah menerima uang living cost sebesar 750 riyal.

Namun, sebagian jamaah tetap menambah kebutuhan pribadi dengan menukar uang secara mandiri.

"Sudah ada diberikan living cost 750 riyal per jamaah. Tapi ada juga yang menukar sendiri di sini sesuai kebutuhan," ujarnya.

Selain layanan penukaran uang, tersedia pula fasilitas pengisian pulsa dan paket komunikasi di lokasi yang sama.

Fasilitas itu disiapkan agar jamaah tetap mudah berkomunikasi dengan keluarga selama berada di Tanah Suci.

Pihak kloter tidak memberikan pendampingan khusus dalam proses penukaran uang.

Jamaah diberi keleluasaan mengatur kebutuhan masing-masing sesuai keperluan selama menjalankan ibadah haji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah Jemaah Haji Palembang, 40 Tahun Menabung dari Hasil Mengajar Ngaji untuk Berangkat ke Tanah Suci
Kisah Jemaah Haji Palembang, 40 Tahun Menabung dari Hasil Mengajar Ngaji untuk Berangkat ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Aktual
Berburu Riyal Sebelum Berangkat, Ratusan Jamaah Serbu Layanan Penukaran Uang di Asrama Haji NTB
Berburu Riyal Sebelum Berangkat, Ratusan Jamaah Serbu Layanan Penukaran Uang di Asrama Haji NTB
Aktual
Tak Perlu Hafal Nama Hotel di Makkah, Jemaah Haji Cukup Ingat Nomor Ini
Tak Perlu Hafal Nama Hotel di Makkah, Jemaah Haji Cukup Ingat Nomor Ini
Aktual
Doa Perjalanan Haji dan Umrah Lengkap, Ini Bacaan dari Berangkat hingga Tiba
Doa Perjalanan Haji dan Umrah Lengkap, Ini Bacaan dari Berangkat hingga Tiba
Doa dan Niat
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Aktual
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Aktual
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Aktual
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Aktual
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Aktual
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Aktual
Ribuan Jemaah Haji Tiba Bersamaan di Bandara Madinah, Petugas Terapkan Rekayasa Pergerakan
Ribuan Jemaah Haji Tiba Bersamaan di Bandara Madinah, Petugas Terapkan Rekayasa Pergerakan
Aktual
Cerita Penjual Ikan Keliling di Gowa, Berangkat Haji dari Hasil Menabung Mulai Rp 30 Ribu per Hari
Cerita Penjual Ikan Keliling di Gowa, Berangkat Haji dari Hasil Menabung Mulai Rp 30 Ribu per Hari
Aktual
PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci
PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci
Aktual
Seorang Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Madinah, Kemenhaj Pastikan Akan Laksanakan Badal Haji
Seorang Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Madinah, Kemenhaj Pastikan Akan Laksanakan Badal Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com