Editor
KOMPAS.com-Ibadah haji dan umroh merupakan perjalanan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, materi, dan spiritual.
Perjalanan ini tidak hanya sekadar ibadah, tetapi juga termasuk safar panjang yang sarat pengorbanan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam Islam, safar menjadi salah satu kondisi yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Oleh karena itu, perjalanan menuju Tanah Suci menjadi momen penting bagi jamaah untuk bermunajat sejak berangkat hingga tiba di tujuan.
Baca juga: Perintah Sudah Turun, Tapi Nabi Menunda Haji 4 Tahun, Kenapa?
Rasulullah SAW bersabda bahwa doa musafir termasuk doa yang mustajab.
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Artinya: “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.” (HR Abu Dawud)
Berdasarkan hadis tersebut, jamaah haji dan umroh dianjurkan memperbanyak doa sepanjang perjalanan.
Saat hendak meninggalkan rumah, jamaah dianjurkan membaca doa perlindungan sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ أَوْ نَضِلَّ، أَوْ نَظْلِمَ أَوْ نُظْلَمَ، أَوْ نَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا
Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, Allāhumma innā na‘ūdzu bika min an nazilla au nadhilla, au nadhlima au nudhlama, au najhala au yujhala ‘alainā.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, kami bertawakkal kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari tergelincir atau tersesat, menzalimi atau dizalimi, berbuat bodoh atau diperlakukan bodoh oleh orang lain.” (HR at-Tirmidzi)
Baca juga: Menkes Saudi Cek RS di Makkah, Siap Layani Jemaah Haji 2026
Ketika sudah berada di kendaraan, jamaah dianjurkan membaca doa safar sebagai bentuk pengakuan bahwa perjalanan terjadi atas izin Allah SWT.
بِسْمِ اللَّهِ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Bismillāhi, subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Mahasuci Allah yang telah menundukkan ini bagi kami, padahal kami tidak akan mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami pasti akan kembali.”
Saat kendaraan mulai bergerak, jamaah dianjurkan membaca doa yang menegaskan tawakal kepada Allah SWT.
بِسْمِ اللَّهِ، وَبِاللَّهِ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Bismillāhi, wa billāhi wallāhu akbaru, tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘adhīm. Mā syā’allāhu kāna wa mā lam yasya’ lam yakun. Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dengan pertolongan Allah, dan Allah Mahabesar. Aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami pasti akan kembali.”
Baca juga: Ribuan Jemaah Haji Tiba Bersamaan di Bandara Madinah, Petugas Terapkan Rekayasa Pergerakan
Setibanya di tempat tujuan, termasuk saat tiba di Makkah atau Madinah, jamaah dianjurkan membaca doa berikut.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا
Allāhumma innī as’aluka khairahā wa khaira ahlihā wa khaira mā fīhā, wa a’ūdzu bika min syarrihā wa syarri ahlihā wa syarri mā fīhā.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan tempat ini, keburukan penduduknya, dan keburukan yang ada di dalamnya.” (HR an-Nasai)
Perjalanan haji dan umroh bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga perjalanan ruhani untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setiap tahap perjalanan dianjurkan diisi dengan doa dan zikir, mulai dari keluar rumah hingga tiba di Tanah Suci.
Dengan memperbanyak doa, jamaah diharapkan mendapatkan kemudahan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalankan ibadah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang