Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa

Kompas.com, 29 April 2026, 12:51 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di balik debu reruntuhan dan gema konflik yang belum kunjung reda di Jalur Gaza, sebuah harapan baru mulai ditenun.

Pendidikan, yang seringkali menjadi korban pertama dalam peperangan, kini mendapat napas buatan.

Pemerintah Arab Saudi, melalui King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSrelief), secara resmi meluncurkan program pendidikan darurat yang dirancang khusus untuk menyelamatkan masa depan generasi muda Palestina.

Langkah ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan sebuah ikhtiar spiritual dan kemanusiaan untuk menjaga agar api literasi tetap menyala di hati anak-anak Gaza.

Baca juga: Arab Saudi Soroti Situasi Selat Hormuz di DK PBB: Keamanan Navigasi Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sekolah Lapangan: Oase Belajar di Wilayah Konflik

Melansir laporan dari Saudi Gazette, inisiatif ambisius ini diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan virtual antara KSrelief dan Saudi Cultural and Heritage Center.

Fokus utamanya adalah membangun "sekolah lapangan" (field schools) atau ruang belajar sementara yang adaptif terhadap situasi darurat.

Program ini menyasar 1.000 siswa laki-laki dan perempuan pada tahap awal. Di dalam ruang-ruang kelas semi-permanen yang aman ini, anak-anak tidak hanya akan menerima materi akademik, tetapi juga ruang untuk kembali merasakan "normalitas" yang telah lama dirampas dari keseharian mereka.

Struktur kurikulum darurat ini dirancang untuk:

  • Memulihkan ketertinggalan akademik akibat terhentinya aktivitas sekolah.
  • Menyediakan lingkungan belajar yang stabil dan merangsang kreativitas.
  • Mengurangi kesenjangan pendidikan yang semakin lebar akibat krisis berkepanjangan.

Baca juga: Arab Saudi Tambah 566.000 Tempat Tidur Baru untuk Jemaah Haji 2026

Menyembuhkan Luka Batin melalui Dukungan Psikososial

Satu aspek yang membuat program ini berbeda adalah integrasi layanan dukungan psikologis dan sosial.

Di Gaza, trauma bukan lagi tamu asing, ia adalah bayang-bayang yang mengikuti setiap langkah anak-anak.

Pendidikan dalam konteks ini berfungsi sebagai terapi. Sebagaimana dikutip dari buku Pendidikan di Tengah Badai karya Dr. Ahmad Mansur, pendidikan dalam situasi konflik memiliki peran ganda.

Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, melainkan benteng pertahanan mental. Bagi anak-anak di wilayah perang, keberadaan guru dan teman sebaya adalah obat penawar rasa takut (trauma healing) yang paling mujarab.

KSrelief memahami bahwa otak yang tertekan sulit menyerap pelajaran. Oleh karena itu, tenaga ahli akan dilibatkan untuk membantu para siswa mengelola emosi dan tekanan mental, memastikan bahwa proses belajar berlangsung dalam suasana yang mendukung kesehatan jiwa mereka.

Sinergi Kemanusiaan dan Diplomasi Pendidikan

Penandatanganan program ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya Ahmed Al-Baiz, Asisten Pengawas Umum untuk Operasi dan Program di KSrelief, serta Essam Fathi Abu Khalil, Ketua Dewan Direksi Pusat Kebudayaan dan Warisan Saudi.

Langkah Arab Saudi ini sejalan dengan konsep Humanitarian Diplomacy. Dalam perspektif religi dan kemanusiaan, upaya ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai ukhuwah (persaudaraan).

Memberikan akses pendidikan kepada mereka yang terzalimi bukan hanya kewajiban politik, melainkan mandat moral untuk mencegah lahirnya "generasi yang hilang" (lost generation).

Baca juga: Taman Air Arab Saudi Buka Hari Khusus Perempuan, Baju Renang Jadi Sorotan

Relevansi Global: Mengapa Gaza Harus Tetap Belajar?

Dunia internasional menyadari bahwa tanpa intervensi pendidikan, masa depan Gaza akan semakin kelam.

Inisiatif Arab Saudi ini diharapkan menjadi pemicu bagi lembaga donor lainnya untuk melihat pendidikan sebagai kebutuhan dasar yang setara dengan pangan dan obat-obatan.

Data dari berbagai lembaga bantuan internasional menunjukkan bahwa ribuan fasilitas pendidikan di Gaza mengalami kerusakan berat.

Kehadiran "sekolah lapangan" ini menjadi solusi praktis dan cepat guna (quick win) untuk memastikan bahwa hak dasar anak-anak Palestina tidak terenggut habis oleh suara ledakan.

Menatap Masa Depan

Program ini adalah pesan kuat bagi dunia: bahwa di mana ada kemauan, di situ ada jalan untuk tetap belajar.

Bagi 1.000 anak di Gaza, proyek ini bukan sekadar tentang buku dan pena, melainkan tentang janji bahwa dunia belum melupakan mereka.

Dengan dukungan berkelanjutan dari KSrelief, diharapkan sekolah-sekolah lapangan ini menjadi cikal bakal kebangkitan kembali sistem pendidikan di Palestina, membawa cahaya di tengah kegelapan, dan memberikan fondasi bagi perdamaian yang berkelanjutan di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saudi Rilis Discover Makkah, Cek Lokasi Bersejarah di Makkah Jadi Lebih Mudah
Saudi Rilis Discover Makkah, Cek Lokasi Bersejarah di Makkah Jadi Lebih Mudah
Aktual
Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi
Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi
Aktual
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa
Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa
Aktual
Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Aktual
Jenazah Korban Kecelakaan, Wajib Dimandikan? Ini Hukum dan Caranya
Jenazah Korban Kecelakaan, Wajib Dimandikan? Ini Hukum dan Caranya
Aktual
Benarkah Harus Mandi Setelah Pulang Melayat? Ini Jawaban Ulama
Benarkah Harus Mandi Setelah Pulang Melayat? Ini Jawaban Ulama
Aktual
Amalan Tak Biasa Haji KH Achmad Chalwani: Tulis Nama di Ka'bah!
Amalan Tak Biasa Haji KH Achmad Chalwani: Tulis Nama di Ka'bah!
Aktual
20 Ucapan Belasungkawa Islami, Lengkap dengan Doa dan Dalilnya
20 Ucapan Belasungkawa Islami, Lengkap dengan Doa dan Dalilnya
Doa dan Niat
Imam Syafi’i: Jenius Sejak Kecil, Hafal Al-Qur’an Usia 7 Tahun & Hadis 9 Hari
Imam Syafi’i: Jenius Sejak Kecil, Hafal Al-Qur’an Usia 7 Tahun & Hadis 9 Hari
Aktual
Biografi Syekh Yusuf Al-Makassari: Ulama, Sufi, dan Pejuang Keadilan yang Menembus Tiga Benua
Biografi Syekh Yusuf Al-Makassari: Ulama, Sufi, dan Pejuang Keadilan yang Menembus Tiga Benua
Aktual
MUI: Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Termasuk Syahid Akhirat, Ini Penjelasannya
MUI: Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Termasuk Syahid Akhirat, Ini Penjelasannya
Aktual
Doa Bepergian Lengkap: Bacaan, Arti, dan Maknanya agar Perjalanan Aman
Doa Bepergian Lengkap: Bacaan, Arti, dan Maknanya agar Perjalanan Aman
Doa dan Niat
Ulama Makassar Syekh Yusuf Diakui Dunia, Menginspirasi Nelson Mandela
Ulama Makassar Syekh Yusuf Diakui Dunia, Menginspirasi Nelson Mandela
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com