MADINAH, KOMPAS.com - Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH Arab Saudi, Khalilurrahman memastikan bahwa masuk Raudhah gratis. Dia menegaskan tak ada biaya yang dipungut dan mempersilakan jemaah melapor jika menemukan pungutan.
“Masuk Raudhah itu gratis. Bila ada yang memungut biaya, itu oknum. Silakan laporkan ke sektor dengan disertai bukti, dan akan segera kami tindak,” tegas Khalilurrahman, Selasa (28/4/2026).
Berbagai aduan telah diterima petugas, mulai dari pesan ke WhatsApp pribadi, curhatan melalui direct message (DM) di media sosial, hingga laporan resmi di aplikasi petugas. Harga yang dipatok para calo ini pun cukup besar, kisaran Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.
Baca juga: Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Ia mewanti-wanti jemaah agar jangan sampai tergiur dengan iming-iming jalan pintas berbayar yang ditawarkan oleh pihak mana pun.
“Bila ada orang-orang yang mengatasnamakan bisa membantu masuk Raudhah dengan biaya, itu tidak benar,” tandasnya.
Menurutnya, otoritas terkait telah memfasilitasi dua pintu resmi yang dijamin aman. Pertama lewat jalur mandiri yang memungkinkan jemaah leluasa mengamankan slot waktu kunjungan melalui aplikasi Nusuk.
Kedua jalur tasreh atau izin resmi yang difasilitasi langsung oleh Daker Madinah sebagai jaring pengaman. Jalur ini bisa dimanfaatkan bagi mereka yang kesulitan bersaing di aplikasi, khususnya bagi lansia, jemaah berisiko tinggi (risti), serta penyandang disabilitas.
“Daker akan mendata jemaah, termasuk lansia, risti, dan disabilitas yang belum berkesempatan. Kami pastikan semua bisa mengunjungi Raudhah,” janjinya.
Bahkan, bagi jemaah sepuh yang pusing akibat kendala teknologi pun tak perlu khawatir karena petugas siap sedia memberikan pendampingan penuh.
“Ada lansia yang error system dan belum berkesempatan, akan kami masukkan dalam daftar tasreh,” ungkapnya.
Baca juga: Jemaah Haji Mulai Kirim Oleh-oleh ke Indonesia via Kargo, Berapa Tarifnya?
Untuk diketahui jemaah haji gelombang I akan berada di Madinah, Arab Saudi kurang lebih selama sembilan hari sejak kedatangan pertama pada 23 April 2026. Selanjutnya para jemaah bergeser menuju Mekah untuk bersiap melaksanakan puncak haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang