Editor
KOMPAS.com - Seorang jemaah haji asal Indonesia mengalami kondisi darurat saat berada di kawasan Masjid Nabawi, Madinah.
Jemaah berusia 54 tahun itu dilaporkan mengalami henti jantung dan henti napas di pelataran selatan masjid pada pagi hari waktu setempat.
Petugas medis darurat Arab Saudi langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari lokasi.
Berkat penanganan cepat, denyut nadi pasien berhasil dipulihkan dan nyawanya terselamatkan.
Baca juga: Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan
Dilaporkan SPA (29/4/2026), Tim darurat dari Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi di Wilayah Madinah berhasil memulihkan denyut nadi jemaah haji Indonesia tersebut setelah mengalami serangan medis mendadak.
Direktur Jenderal Cabang Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi Wilayah Madinah, Dr. Ahmed bin Ali Al-Zahrani, mengatakan pusat panggilan medis menerima laporan kejadian itu pada pukul 05.28 waktu setempat.
Laporan tersebut menyebut adanya kondisi darurat di pelataran selatan Masjid Nabawi.
Baca juga: DPR Minta Pengawasan Wisata Jemaah Haji Diperketat usai Kecelakaan Bus Jabal Magnet
Ia menjelaskan tim darurat khusus langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian dan tiba dalam waktu sangat cepat, yakni satu menit lima detik.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati pasien mengalami henti jantung dan henti pernapasan.
Respons cepat ini dinilai sangat menentukan keselamatan pasien yang membutuhkan pertolongan segera.
Al-Zahrani menjelaskan tim medis langsung menangani pasien di lokasi sesuai protokol kesehatan yang berlaku.
Petugas melakukan resusitasi jantung paru (CPR) serta menggunakan peralatan medis canggih. Tim tambahan juga diterjunkan guna memastikan penanganan berlangsung cepat dan efektif.
Setelah kondisi pasien stabil dan denyut nadinya kembali, jemaah tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Salam.
Pasien selanjutnya menjalani perawatan medis lanjutan di rumah sakit.
Ia menegaskan bahwa kecepatan respons serta kesiapan tim darurat berperan langsung dalam menyelamatkan nyawa pasien.
Peristiwa ini menjadi gambaran pentingnya kesiapsiagaan layanan kesehatan selama musim haji, terutama di area padat jemaah seperti Masjid Nabawi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang