KOMPAS.com – Menjelang Idul Adha 2026, umat Islam mulai bersiap menunaikan ibadah kurban.
Namun, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Ada ketentuan syariat yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut sah dan bernilai di sisi Allah SWT.
Kurban bukan sekadar ritual penyembelihan, melainkan bentuk ketaatan dan ketakwaan. Karena itu, pemilihan hewan kurban menjadi tahap penting yang tidak boleh diabaikan.
Perintah berkurban dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam firman Allah SWT:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ ۙ (٣٤) الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣٥)
Artinya: “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan-Nya berupa hewan ternak…” (QS. Al-Hajj: 34–35)
Ayat ini menegaskan bahwa hewan kurban harus berasal dari bahimatul an’am (hewan ternak tertentu) yang telah ditetapkan dalam syariat.
Baca juga: Penampakan Manggala, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kota Pekanbaru yang Berbobot Nyaris Satu Ton
Para ulama sepakat bahwa hewan kurban hanya boleh berasal dari kelompok ternak. Hal ini dijelaskan dalam buku Fiqih Kurban: Suatu Pendekatan Hukum dan Kebijakan karya Lasan.
Jenis hewan yang sah untuk kurban meliputi:
Di Indonesia, sapi, kambing, dan domba menjadi pilihan utama karena mudah didapat dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Hewan di luar kategori tersebut, meskipun mahal atau langka, tidak sah dijadikan kurban.
Selain jenis, usia hewan juga menjadi syarat penting. Hewan yang terlalu muda belum memenuhi standar kurban.
Dalam buku Panduan Muslim Sehari-hari karya M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, dijelaskan batas usia minimal sebagai berikut:
Ketentuan ini bertujuan memastikan hewan cukup matang secara fisik dan layak disembelih.
Baca juga: Beli Sapi Kurban 2026 Kapan? Ini Waktu Ideal dan Tips Memilihnya
Salah satu syarat paling penting adalah kondisi kesehatan hewan. Rasulullah SAW secara tegas melarang berkurban dengan hewan yang memiliki cacat jelas.
Dalam hadis disebutkan:
أَرْبَعٌ لَا تُجْزِئُ فِي الْأَضَاحِيِّ: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلَعُهَا، وَالْعَجْفَاءُ الَّتِي لَا تُنْقِي
“Ada empat jenis hewan yang tidak sah untuk kurban: yang jelas buta, yang jelas sakit, yang pincang, dan yang sangat kurus.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Berdasarkan standar yang juga banyak dirujuk oleh Majelis Ulama Indonesia, ciri-ciri hewan kurban yang layak antara lain:
Hewan kurban juga harus berasal dari kepemilikan yang sah. Artinya, hewan tersebut milik sendiri atau dibeli dengan cara yang halal.
Dalam buku Fikih Ibadah karya Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa keabsahan ibadah sangat berkaitan dengan kehalalan sumbernya. Kurban dari harta yang haram tidak akan diterima.
Tidak kalah penting, waktu penyembelihan juga diatur dalam syariat. Kurban hanya sah jika dilakukan pada waktu tertentu, yaitu:
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَإِنَّمَا ذَبَحَ لِنَفْسِهِ
“Barangsiapa menyembelih sebelum salat Id, maka itu hanya sembelihan biasa.” (HR Bukhari)
Baca juga: Hukum Kurban Online Idul Adha 2026, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Lebih dari sekadar aturan teknis, syarat-syarat ini mengandung nilai spiritual yang mendalam. Islam mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan yang terbaik.
Dalam buku Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, dijelaskan bahwa kurban bukan hanya tentang darah dan daging, tetapi tentang ketakwaan dan keikhlasan.
Menjelang Idul Adha 2026, memastikan hewan kurban sesuai syariat adalah langkah penting agar ibadah diterima.
Mulai dari memilih jenis hewan, memastikan usia, hingga memeriksa kondisi fisiknya, semua menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah.
Pada akhirnya, kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi tentang menghadirkan keikhlasan, kepatuhan, dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Dan dari situlah, makna sejati kurban menemukan tempatnya, bukan pada apa yang dikorbankan, tetapi pada ketakwaan yang dihadirkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang