Editor
KOMPAS.com - Jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), diimbau untuk lebih fokus menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci daripada sibuk membuat konten media sosial.
Imbauan tersebut disampaikan agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan sesuai aturan yang berlaku di Arab Saudi.
Pemerintah juga mengingatkan adanya larangan penggunaan perangkat elektronik di sejumlah tempat ibadah untuk keperluan siaran media sosial.
Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Bijak Berbelanja untuk Hindari Over Bagasi Saat Berpindah dari Madinah ke Makkah
Selain itu, jemaah diminta menjaga barang bawaan agar tidak menimbulkan masalah over bagasi saat pergerakan menuju Makkah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Lombok, Lalu Muhamad Amin, menegaskan tujuan utama berhaji adalah melaksanakan rukun Islam kelima untuk menyempurnakan ibadah umat Muslim.
"Jadi, jamaah harus benar-benar khusuk melaksanakan ibadah. Hindari hal-hal yang kurang bermanfaat, kurang penting, apalagi membuat konten-konten di tempat-tempat ibadah," ujarnya di Mataram, Jumat (1.5.2026) seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: Alasan Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan City Tour Sebelum Armuzna: Jaga Fisik dan Fokus Ibadah
Amin mengingatkan seluruh jemaah calon haji agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi selama berada di Tanah Suci.
Salah satunya terkait larangan penggunaan perangkat elektronik seperti telepon genggam di area ibadah untuk disiarkan melalui media sosial.
"Bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi yang tegas termasuk didenda oleh Pemerintah Arab Saudi," kata Amin.
Selain kepada jemaah, pihak Kementerian Haji dan Umrah NTB juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH/KBIHU) agar tidak menggunakan atribut secara berlebihan di tempat ibadah.
Menurut Amin, aktivitas seperti membentangkan spanduk dapat mengganggu jemaah lain yang sedang beribadah.
Amin juga meminta jemaah memperhatikan barang bawaan agar tidak berlebihan, terutama saat perpindahan dari Madinah menuju Makkah menjelang fase Armuzna atau puncak haji.
"Kemudian dalam membawa barang bawaan tidak berlebihan. Jangan sampai belum pelaksanaan Armuzna atau puncak haji terbebani dengan barang bawaannya dari Madinah ke Makkah, sehingga kelebihan kapasitas bagasi. Itu perlu diantisipasi oleh KBIHU dan jamaah," ucapnya.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan tetap mengutamakan keselamatan selama berada di Arab Saudi.
Menurut Amin, kondisi jemaah haji asal NTB yang saat ini berada di Arab Saudi dalam keadaan sehat dan terus menjalani rangkaian ibadah.
"Saat ini kondisi jamaah calon haji kita yang telah berada di Arab Saudi dalam keadaan sehat wal afiat dan terus melakukan proses-proses ibadah di Tanah Suci, bahkan JCH Kloter 1 sudah bersiap melakukan pendorongan ke Makkah. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah di Arab Saudi," katanya.
Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok per 30 April 2026, jumlah jemaah calon haji NTB yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 2.722 orang.
Seluruh jemaah diberangkatkan bersama 28 petugas pendamping sehingga total yang telah diterbangkan mencapai 2.750 orang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang