Editor
KOMPAS.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura, Jawa Timur untuk ikut menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Auditorium UIN Madura, Minggu (10/5/2026).
Dalam forum yang dihadiri para kiai dan pengasuh pondok pesantren se-Madura tersebut, Gus Ipul menekankan pentingnya akurasi data untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
“Saya ingin mengajak para kiai sekalian untuk ikut memutakhirkan data. Kalau kiai punya santri, santri punya informasi, silakan dimasukkan ke sistem data yang kami punya,” kata Gus Ipul.
Baca juga: Sanksi Maksimal untuk Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren, MUI Serukan Pengawasan Ketat
Menurut dia, proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi langkah penting dalam mendukung berbagai program pemerintah.
Ia juga mengapresiasi Kabupaten Pamekasan yang dinilai cukup peduli terhadap pembaruan data sosial masyarakat.
Gus Ipul menjelaskan, pemutakhiran data dapat dilakukan melalui jalur formal mulai dari RT/RW, lurah hingga pemerintah daerah.
Namun, masyarakat juga bisa berpartisipasi langsung melalui berbagai kanal digital seperti aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, maupun WhatsApp Center.
Menurutnya, keterlibatan para kiai dan santri dinilai penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat akar rumput.
Selain soal data bansos, Gus Ipul juga meminta dukungan ulama untuk penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di Madura.
Ia berharap para pengasuh pesantren dapat memberi masukan sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan agama dalam konsep boarding school Sekolah Rakyat.
“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Pulau Madura. Kami mohon didampingi, diberi saran, kritik, dan masukan,” ujarnya.
Ke depan, kata Gus Ipul, ustaz dan pengajar agama dari kalangan pesantren diharapkan bisa terlibat langsung dalam pembinaan siswa.
Baca juga: Forum Rois Syuriyah NU Jatim Usulkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren Lirboyo
Dialog tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Forkopimda Pamekasan, hingga pengurus Nahdlatul Ulama se-Madura Raya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang