Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026

Kompas.com, 11 Mei 2026, 17:44 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Seekor sapi bernama Blecki milik peternak asal Desa Bumimulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha 2026.

Sapi jenis Brangus berbobot lebih dari satu ton tersebut dipelihara oleh Muhammad Yusuf selama dua tahun terakhir.

Blecki menjadi salah satu sapi yang lolos seleksi hewan kurban bantuan presiden karena memiliki bobot dan kondisi fisik yang memenuhi syarat.

Baca juga: Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu

Terpilihnya sapi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Yusuf yang sejak awal memang menyiapkan Blecki untuk mengikuti seleksi sapi kurban presiden.

Yusuf Beri Perawatan Ekstra untuk Blecki

Yusuf mengaku memberikan perawatan khusus agar Blecki tumbuh sehat dan memiliki bobot maksimal.

Baca juga: Sapi Kurban Prabowo di Kalsel Bernama Rojak, Berat 1 Ton dan Dibeli Seharga Rp 120 Juta

Selain memberikan pakan lebih banyak, ia juga rutin memandikan sapi tersebut dua kali sehari agar kondisi tubuhnya tetap sehat dan kuat.

Sejak masuk nominasi sapi kurban presiden, Yusuf menambah pakan Blecki berupa ampas tahu dan dua batang pisang setiap hari.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Yusuf bahkan melakukan penjagaan ekstra sejak Blecki dinyatakan lolos sebagai hewan kurban presiden.

“Setiap malam kita begadang sampai jam lima subuh, ramai kita berjaga-jaga,” ujarnya.

Blecki Merupakan Sapi Jenis Brangus Berbobot 1 Ton

Blecki merupakan sapi jenis Brangus hasil persilangan antara sapi Brahman dan Aberdeen Angus.

Saat dilakukan penimbangan beberapa waktu lalu, bobot sapi berwarna hitam tersebut mencapai 1.011 kilogram.

Menurut Muhammad Yusuf, sapi itu mulai dipelihara sejak berusia dua tahun setelah dibeli dengan harga Rp 25 juta.

Setelah dirawat dan dibesarkan, akhirnya kabar baik itu datang dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

“Beberapa waktu lalu saya dapat telepon dari orang Dinas, mereka menyampaikan kalau sapi saya terpilih jadi sapi kurban Presiden. Masuk nomor urut tiga,” ujar Muhammad Yusuf kepada wartawan.

Ia mengatakan proses penyembelihan sapi bantuan presiden tersebut rencananya akan dilakukan di wilayah Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.

“Infonya akan dibawa ke Pamboang, Majene. Akan disembelih disana,” ucapnya.

Yusuf Bangga Sapi Peliharaannya Dipilih Presiden

Bagi Yusuf, terpilihnya Blecki menjadi sapi kurban Presiden Prabowo menjadi kebanggaan tersendiri setelah merawat sapi tersebut selama dua tahun terakhir.

Ia mengaku keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk kembali mempersiapkan sapi dengan kualitas dan bobot lebih besar di masa mendatang.

Empat Sapi Masuk Seleksi Kurban Presiden

Selain Blecki, terdapat beberapa sapi lain yang juga masuk dalam seleksi hewan kurban Presiden Prabowo dengan nilai penawaran berbeda sesuai bobotnya.

Sapi pertama bernama Bagong jenis Limosin dengan bobot 1.150 kilogram milik peternak Muh Nur dari Desa Sumberjo ditawar Rp 118 juta.

Sapi kedua bernama Bima jenis Simental dengan bobot 1.053 kilogram milik H Iskandar ditawar Rp 110 juta.

Sementara Blecki jenis Brangus dengan bobot 1.011 kilogram ditawar Rp 105 juta.

Adapun sapi terakhir bernama Arjuna jenis Simental berbobot 960,3 kilogram ditawar Rp 100 juta.

Artikel ini telah tayang di Tribunsulbar.com dengan judul “Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden, Sapi Blecki di Polman Dimandikan 2 Kali Sehari”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Perjalanan Panjang Jamaah Haji Marauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Perjalanan Panjang Jamaah Haji Marauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Aktual
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Aktual
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Aktual
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Aktual
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Aktual
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Aktual
Mengenal Larangan Haji Selama Ihram, Ini Arti Rafats, Fusuq, dan Jidal
Mengenal Larangan Haji Selama Ihram, Ini Arti Rafats, Fusuq, dan Jidal
Aktual
PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
Aktual
Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah
Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah
Aktual
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Aktual
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com