Editor
KOMPAS.com-Klaster Kesehatan Madinah menyiapkan ruang cuci darah khusus di Pusat Ginjal Rumah Sakit King Fahad untuk melayani jemaah haji 2026.
Fasilitas ini disiapkan bagi jemaah yang memiliki gangguan ginjal dan membutuhkan layanan medis selama berada di Madinah.
Ruang cuci darah tersebut beroperasi dengan 13 mesin dialisis dan mampu melayani hingga 25 sesi per hari.
Layanan ini juga mencakup hemodialisis darurat 24 jam, dialisis peritoneal, serta perawatan lanjutan bagi jemaah yang pernah menjalani transplantasi ginjal.
Baca juga: Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Klaster Kesehatan Madinah menyiapkan ruang dialisis khusus di Pusat Ginjal Rumah Sakit King Fahad, Madinah.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dengan gangguan ginjal tetap tersedia selama musim Haji 2026.
Pusat ginjal ini menjadi bagian dari kesiapan layanan kesehatan di Madinah dalam menerima kedatangan jemaah dari berbagai negara.
Layanan tersebut diharapkan membantu jemaah yang memerlukan perawatan rutin maupun penanganan medis mendesak selama berada di Tanah Suci.
Ruang cuci darah di Pusat Ginjal Rumah Sakit King Fahad dilengkapi 13 mesin dialisis.
Dengan jumlah tersebut, fasilitas ini dapat melayani hingga 25 sesi cuci darah per hari.
Layanan hemodialisis disiapkan untuk jemaah haji yang membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal secara rutin selama menjalankan ibadah.
Selain hemodialisis, pusat ini juga menyediakan layanan dialisis peritoneal bagi pasien dengan kebutuhan medis tertentu.
Baca juga: Sholat Isyroq: Tata Cara, Niat, & Keutamaan Pahala Setara Haji & Umrah
Pusat Ginjal Rumah Sakit King Fahad juga menyiapkan layanan pemantauan lanjutan bagi jemaah yang pernah menjalani transplantasi ginjal.
Layanan ini mencakup pemantauan kondisi pasien dan kebutuhan medis yang berkaitan dengan riwayat penyakit ginjal selama berada di Madinah.
Dengan layanan tersebut, jemaah yang memiliki kondisi ginjal khusus dapat tetap mendapat dukungan medis sesuai kebutuhan.
Fasilitas ini tidak hanya difokuskan pada sesi cuci darah rutin, tetapi juga pada pemantauan kesehatan jemaah sepanjang masa tinggal mereka.
Unit hemodialisis di Rumah Sakit King Fahad disiagakan selama 24 jam untuk menerima kasus darurat.
Jemaah haji yang mengalami komplikasi ginjal sewaktu-waktu dapat memperoleh penanganan medis tanpa penundaan.
Kesiapan layanan darurat ini menjadi penting karena gangguan ginjal dapat membutuhkan tindakan cepat, terutama bagi pasien dengan kondisi kronis atau komplikasi akut.
Layanan 24 jam tersebut diharapkan memberi rasa aman bagi jemaah haji yang membutuhkan penanganan ginjal selama musim haji.
Baca juga: Haji 2026: Masjid Nabawi Hadirkan Layanan Khusus untuk Jamaah Lansia dan Disabilitas
Klaster Kesehatan Madinah menyatakan, layanan cuci darah ini menjadi bagian dari sistem kesehatan terpadu untuk mendukung keselamatan jemaah haji.
Sistem tersebut disiapkan agar jemaah mendapat layanan medis yang aman dan efektif sejak tiba di Madinah hingga meninggalkan kota tersebut.
Pusat Ginjal Rumah Sakit King Fahad juga disiapkan untuk menangani seluruh rangkaian kebutuhan medis jemaah dengan penyakit ginjal selama Haji 2026.
Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk kesiapan Madinah dalam menyediakan layanan kesehatan bagi para tamu Allah yang membutuhkan perawatan khusus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang