Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Pakai Drone Kirim Obat saat Haji 2026, Cuma Butuh 6 Menit

Kompas.com, 17 Mei 2026, 11:35 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Arab Saudi akan menggunakan drone untuk mendukung layanan kesehatan selama musim Haji 2026.

Dilansir dari Islamic Information, drone tersebut disiapkan untuk mengirim obat-obatan dan sampel medis ke sejumlah titik penting di Makkah dan Madinah.

Layanan ini mencakup Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta kawasan puncak haji di Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Penggunaan drone diharapkan memangkas waktu pengiriman pasokan medis dari 90 menit melalui jalur darat menjadi sekitar enam menit.

Baca juga: 6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya

Drone kirim obat dan sampel medis

Arab Saudi menempatkan drone sebagai bagian dari rencana logistik medis pada musim Haji 2026.

Pesawat tanpa awak ini akan digunakan untuk membawa obat-obatan dan sampel medis ke fasilitas kesehatan di kawasan suci.

Layanan tersebut mencakup area Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, serta lokasi ibadah haji di Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Dengan sistem ini, pasokan medis dapat dikirim lebih cepat ke rumah sakit dan pusat layanan kesehatan yang membutuhkan.

Disiapkan lewat uji coba dua tahun

Menteri Kesehatan Arab Saudi Fahad Al-Jalajel mengatakan, layanan drone medis ini merupakan hasil studi dan eksperimen intensif selama dua tahun.

Uji coba dilakukan untuk memastikan prosedur lepas landas dan pendaratan berlangsung aman.

Drone juga diuji untuk beroperasi dalam kondisi suhu tinggi, mengingat musim haji berlangsung di wilayah dengan cuaca panas.

Perangkat tersebut dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga obat dan sampel medis yang sensitif terhadap suhu.

“Teknologi modern ini bertujuan mengirimkan obat-obatan dalam skala besar selama musim haji, sekaligus mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan pasokan medis menjadi hanya enam menit, dibandingkan 90 menit menggunakan transportasi darat,” kata Al-Jalajel.

Baca juga: Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah

Pengiriman berdasarkan kebutuhan fasilitas kesehatan

Proyek drone medis ini merupakan kerja sama antara Klaster Kesehatan Makkah dan National Unified Procurement Company atau NUPCO.

Keduanya mengelola rantai pasok dan logistik untuk kebutuhan medis penting di wilayah tersebut.

Pengiriman dilakukan berdasarkan data kebutuhan dari fasilitas kesehatan di kawasan suci.

Obat-obatan dan sampel medis kemudian dikirim langsung ke rumah sakit serta pusat layanan kesehatan primer.

Pernah diuji saat Haji 1446 H

Sistem pengiriman drone sebelumnya telah diuji dalam fase percontohan pada Haji 1446 H.

Salah satu pengiriman yang dilakukan adalah pengantaran kantong es ke Rumah Sakit Darurat Mina.

Kantong es tersebut digunakan untuk membantu penanganan kelelahan akibat panas dan sengatan panas.

Dua kondisi itu kerap dialami jemaah selama menjalankan ibadah di tengah suhu tinggi, terutama saat puncak haji.

Didukung layanan kesehatan skala besar

Penggunaan drone menjadi bagian dari operasi layanan kesehatan yang lebih luas untuk Haji 2026.

Menteri Kesehatan Arab Saudi menyebut lebih dari 20.000 tempat tidur rumah sakit telah dialokasikan untuk musim haji.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.800 tempat tidur berada di kawasan suci.

Arab Saudi juga menyiapkan 25 pusat layanan gawat darurat untuk mendukung penanganan medis jemaah.

Baca juga: Rendang hingga Soto Disiapkan untuk Jemaah Selama Puncak Ibadah Haji

Siapkan ambulans dan tenaga medis

Selain drone, layanan kesehatan Haji 2026 juga didukung lebih dari 3.000 kendaraan ambulans.

Arab Saudi turut menyiapkan 11 ambulans udara untuk kebutuhan evakuasi dan penanganan darurat.

Sebanyak 7.700 paramedis dan lebih dari 52.000 tenaga kesehatan akan dilibatkan dalam layanan tersebut.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut penggunaan drone untuk mengirim pasokan medis mendesak sebagai langkah pertama di dunia dalam pengelolaan layanan kesehatan bagi kerumunan besar.

Didukung jaringan 5G di kawasan suci

Arab Saudi memperkirakan sekitar 1,5 juta jemaah dari luar negeri akan datang untuk menunaikan Haji 2026.

Besarnya jumlah jemaah membuat kecepatan distribusi pasokan medis menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan layanan kesehatan.

Pemerintah Arab Saudi juga memastikan seluruh kawasan suci telah mendapat cakupan jaringan 5G untuk mendukung operasional Haji 2026.

Jaringan tersebut akan menopang sistem terhubung yang digunakan dalam pengoperasian drone medis di Makkah, Madinah, dan kawasan puncak haji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hukum Lantai Basah yang Terkena Percikan Najis, Apakah Menjadi Mutanajjis? Ini Penjelasan MUI
Hukum Lantai Basah yang Terkena Percikan Najis, Apakah Menjadi Mutanajjis? Ini Penjelasan MUI
Aktual
Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Tawaf: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Arab Saudi Pakai Drone Kirim Obat saat Haji 2026, Cuma Butuh 6 Menit
Arab Saudi Pakai Drone Kirim Obat saat Haji 2026, Cuma Butuh 6 Menit
Aktual
Link Sidang Isbat Penetapan 1 Zulhijjah 1447 H Hari Ini, Cek Jadwal dan Tahapannya
Link Sidang Isbat Penetapan 1 Zulhijjah 1447 H Hari Ini, Cek Jadwal dan Tahapannya
Aktual
Rahasia Air Zamzam di Masjid Nabawi Tetap Aman Diminum Meski Jauh dari Sumbernya
Rahasia Air Zamzam di Masjid Nabawi Tetap Aman Diminum Meski Jauh dari Sumbernya
Aktual
PPIH Ungkap Kisah Saifuddin, Jamaah Haji Tunanetra Asal Sinjai yang Sentuh Hati Pemerintah Saudi
PPIH Ungkap Kisah Saifuddin, Jamaah Haji Tunanetra Asal Sinjai yang Sentuh Hati Pemerintah Saudi
Aktual
Kedatangan Jamaah Haji Indonesia Hampir Rampung, Petugas Mulai Bersiap Hadapi Fase Armuzna
Kedatangan Jamaah Haji Indonesia Hampir Rampung, Petugas Mulai Bersiap Hadapi Fase Armuzna
Aktual
Perbedaan Fatwa Lokasi Dam Haji, Musyrif Diny: Pilih yang Sesuai Keyakinan
Perbedaan Fatwa Lokasi Dam Haji, Musyrif Diny: Pilih yang Sesuai Keyakinan
Aktual
Arab Saudi Deportasi 11.272 Warga Asing Ilegal dalam Sepekan
Arab Saudi Deportasi 11.272 Warga Asing Ilegal dalam Sepekan
Aktual
Menag Ajak Hidupkan Spirit KH Wahab Hasbullah untuk Perkuat Moderasi dan Kebangsaan
Menag Ajak Hidupkan Spirit KH Wahab Hasbullah untuk Perkuat Moderasi dan Kebangsaan
Aktual
Skema Murur untuk Lansia Saat Puncak Haji 2026: Usai Wukuf, Jemaah Langsung ke Mina
Skema Murur untuk Lansia Saat Puncak Haji 2026: Usai Wukuf, Jemaah Langsung ke Mina
Aktual
Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji
Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji
Doa dan Niat
Doa tawaf Wada’, Doa Perpisahan dengan Baitullah yang Sering Membuat Jamaah Menangis
Doa tawaf Wada’, Doa Perpisahan dengan Baitullah yang Sering Membuat Jamaah Menangis
Doa dan Niat
6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya
6 Macam Tawaf dalam Ibadah Haji dan Umroh Lengkap dengan Penjelasannya
Aktual
 Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah
Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com