Editor
KOMPAS.com — Kenyamanan jemaah haji di Tanah Suci terus ditingkatkan. Sebanyak 2.400 titik air minum modern kini disebar di berbagai jalur pejalan kaki di kawasan suci Makkah untuk membantu jemaah menghadapi cuaca panas ekstrem selama menjalankan ibadah.
Infrastruktur baru ini menghadirkan sistem distribusi air minum dingin dan murni yang tersedia tanpa henti bagi jutaan jemaah.
Kehadiran fasilitas tersebut disebut menjadi bagian dari revolusi pelayanan haji yang lebih berorientasi pada kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan manusia.
Baca juga: Rahasia Air Zamzam di Masjid Nabawi Tetap Aman Diminum Meski Jauh dari Sumbernya
Proyek pengembangan ini dijalankan oleh Kidana Development Co., perusahaan pelaksana di bawah Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci.
Melalui proyek tersebut, titik distribusi air tradisional diubah menjadi stasiun hidrasi modern dengan desain rekayasa yang lebih efisien dan terintegrasi.
Sistem ini dirancang agar jemaah dapat mengakses air minum dingin dengan mudah di tengah tingginya suhu udara di Tanah Suci.
Tak hanya menyediakan air minum, penyebaran fasilitas ini juga dilakukan secara strategis untuk mendukung arus pergerakan pejalan kaki dan mengurangi kepadatan di titik-titik tertentu yang rawan penumpukan massa.
Penerapan standar kesehatan dan kualitas yang ketat menjadi bagian penting dalam pengoperasian sistem baru tersebut.
Dengan begitu, air minum yang tersedia tetap higienis dan aman dikonsumsi oleh para jemaah dari berbagai negara.
Keberadaan ribuan titik air minum modern ini juga dinilai berperan penting dalam menekan risiko stres akibat panas ekstrem atau heat stress yang sering dialami jemaah saat musim haji berlangsung.
Baca juga: 27 Ribu Liter Air Zamzam untuk Jemaah Haji Aceh Tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh
Selain membantu menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi, fasilitas ini turut mempermudah mobilitas jemaah antar lokasi suci sehingga ibadah dapat dijalankan dengan lebih aman dan nyaman.
Pihak pengelola menyebut proyek ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur layanan haji berbasis teknologi modern.
Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkaya pengalaman ibadah para tamu Allah di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang