Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pidato Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Perspektif Islam: Menjaga Tunas Bangsa dan Kedaulatan Ruhani

Kompas.com, 20 Mei 2026, 08:38 WIB
Farid Assifa

Editor

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil ambiyaa-i wal mursalin, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’in.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kemerdekaan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan abadi kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa risalah pencerahan bagi seluruh alam.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hari ini, 20 Mei 2026, kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. Momentum ini bukan sekadar rutinitas seremoni, melainkan pengingat sejarah berdirinya Budi Oetomo pada tahun 1908 sebagai titik awal bangkitnya kesadaran nasionalisme pemuda Indonesia. Dalam kacamata Islam, kebangkitan sebuah bangsa adalah simbol kesadaran kolektif untuk keluar dari keterbelakangan, krisis martabat, dan penjajahan.

Baca juga: Kisah Ummu Mihjan, Marbot Perempuan di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah

Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara”, membawa pesan mendalam. Tunas bangsa—generasi muda kita—adalah amanah Ilahi yang harus dijaga kualitas spiritual dan moralnya. Sejarah Islam membuktikan bahwa peradaban besar tidak hanya dibangun di atas kemajuan material, tetapi di atas fondasi ilmu, akhlak, dan ukhuwah sebagaimana Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah.

Hadirin,

Tantangan kita di tahun 2026 ini jauh berbeda dengan masa penjajahan fisik dahulu. Kita kini menghadapi "kolonialisme algoritmik" dan penjajahan digital. Di saat 80 persen rakyat kita terkoneksi internet, kita masih berjuang melawan krisis moral, disinformasi, dan lunturnya adab di ruang digital. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki "kesadaran transendental" bahwa ilmu adalah amanah untuk kemaslahatan umat.

Oleh karena itu, kebangkitan nasional abad ini menuntut kita untuk melakukan gerakan Islah—yaitu usaha perbaikan yang nyata dan berkelanjutan. Kita harus bertransformasi dari sekadar menjadi Muslim yang saleh (baik untuk diri sendiri) menjadi seorang Muslih, yaitu pelaku perbaikan yang aktif menolong dan menghadirkan solusi bagi lingkungan dan bangsa.

Dalam perspektif ekonomi dan sosial, momentum ini harus kita jadikan pijakan untuk mewujudkan kedaulatan digital dan ekonomi. Melalui gerakan Zakat dan Wakaf, kita memiliki instrumen kuat untuk menghapus kemiskinan dan ketimpangan menuju visi Indonesia Emas 2045. Kita ingin melihat tunas-tunas bangsa tumbuh sebagai muzakki muda yang produktif, yang mampu mengelola data dan teknologi dengan nafas Maqashid Syariah—menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Hadirin yang saya hormati,

Kebangkitan sejati adalah pembangunan jiwa. Indonesia membutuhkan pemimpin yang menyatukan nilai moral dengan tanggung jawab publik, yang dalam Islam disebut sebagai Uswah Hasanah. Kampus-kampus Islam dan lembaga pendidikan harus menjadi rahim lahirnya intelektual yang kritis namun tetap teguh memegang nilai-nilai Ilahi.

Baca juga: MUI Desak Pemerintah Selamatkan WNI yang Ditangkap Israel saat Jalani Misi Kemanusiaan Gaza

Mari kita jadikan Harkitnas 2026 ini sebagai ujian kedewasaan umat untuk berkolaborasi dengan negara demi Indonesia yang tangguh, adil, dan bermartabat. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dalam menjaga tunas-tunas bangsa ini agar kelak Indonesia berdiri tegak, berdaulat, dan menjadi Rahmatan lil ‘alamin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
Aktual
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Doa dan Niat
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
Aktual
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Doa dan Niat
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Aktual
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Aktual
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Doa dan Niat
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
Aktual
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
Aktual
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Aktual
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Aktual
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Aktual
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Aktual
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com