Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Niat Berkurban Idul Adha Lengkap dengan Waktu Membacanya

Kompas.com, 19 Mei 2026, 21:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Selain menyiapkan hewan kurban yang sesuai syariat, umat Muslim juga dianjurkan memahami doa berkurban Idul Adha dan tata cara penyembelihan yang benar.

Doa sebelum menyembelih hewan kurban merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang memiliki makna mendalam tentang keikhlasan dan ketakwaan.

Baca juga: Butuh Jalan Keluar? Ini Doa Rasulullah saat Memohon Pertolongan Allah

Karena itu, memahami bacaan doa kurban Idul Adha beserta adab penyembelihannya menjadi hal penting agar ibadah kurban berjalan sah dan penuh keberkahan.

Doa Sebelum Menyembelih Hewan Kurban

Berikut doa yang dibaca sesaat sebelum hewan kurban disembelih dengan harapan Allah SWT menerima ibadah kurban yang dilakukan.

Baca juga: Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Arti: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Adab dan Waktu Membaca Doa Kurban

Dalam Islam, setiap ibadah memiliki tata cara dan adab yang perlu diperhatikan, termasuk ketika menyembelih hewan kurban.

Waktu terbaik membaca doa berkurban Idul Adha adalah tepat sebelum pisau digoreskan ke leher hewan kurban.

Pada saat itu, penyembelih mengucapkan niat kurban di dalam hati dan melafalkan doa secara lisan.

Tuntunan Nabi dalam Membaca Doa Berkurban Idul Adha

Nabi Muhammad SAW memberikan teladan yang jelas dalam pelaksanaan kurban, termasuk membaca doa sebelum penyembelihan hewan.

Doa berkurban Idul Adha menjadi bagian penting dalam ibadah kurban karena menunjukkan bahwa seluruh proses dilakukan untuk mencari keridaan Allah SWT.

Rasulullah SAW juga selalu membaca doa tersebut ketika menyembelih hewan kurban sebagai bentuk keteladanan bagi umat Islam.

Membaca doa sebelum penyembelihan bukan hanya sunnah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam keabsahan penyembelihan hewan kurban.

Jika tidak menyebut nama Allah SWT saat penyembelihan, maka daging tersebut dapat menjadi tidak halal dikonsumsi sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-An’am ayat 121.

Selain itu, doa berkurban Idul Adha juga mencerminkan kekhusyukan dan penghormatan terhadap ibadah kurban.

Dengan melafalkan doa secara penuh penghayatan, proses kurban tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga ibadah yang memiliki makna spiritual mendalam.

Adab Menyembelih Hewan Kurban

Dalam Islam, setiap ibadah memiliki tata cara dan adab yang perlu diperhatikan, termasuk ketika menyembelih hewan kurban.

Pada waktu pelaksanaan, posisi penyembelihan menjadi bagian penting dari adab kurban.

Hewan kurban dianjurkan dihadapkan ke arah kiblat dan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri.

Penyembelih juga dianjurkan membaca doa dengan suara jelas dan penuh penghayatan.

Islam mengajarkan agar hewan tidak disiksa sebelum disembelih dan alat yang digunakan harus tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat.

Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya berbuat ihsan bahkan saat menyembelih hewan.

Bagi orang yang berkurban melalui panitia atau perwakilan, tetap dianjurkan membaca doa dan meluruskan niat ketika menyerahkan hewan kurban.

Dengan memperhatikan adab dan tata cara tersebut, ibadah kurban dapat berjalan sempurna secara lahir dan batin.

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar

1. Membaca Basmalah

بِسْمِ اللهِ

Artinya, “Dengan nama Allah”

Atau membaca:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

2. Membaca Sholawat kepada Rasulullah SAW

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya."

3. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat

Hewan kurban dan orang yang menyembelih dianjurkan menghadap kiblat. Hewan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri dengan posisi leher menghadap kiblat.

4. Membaca Takbir dan Tahmid

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

5. Membaca Doa Menyembelih

Setelah itu, penyembelih membaca doa kurban sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW.

6. Menggunakan Alat yang Tajam

Pisau atau alat penyembelihan harus tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat dan tidak menyiksa hewan.

7. Memotong Saluran Utama di Leher

Penyembelihan dilakukan dengan memotong tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat nadi di bagian leher hewan.

Kesalahan Umum Saat Membaca Doa Berkurban Idul Adha

Masih banyak umat Muslim yang belum memahami pentingnya membaca doa berkurban Idul Adha sehingga sering melupakan bacaan tersebut saat penyembelihan.

Salah satu kesalahan umum adalah tidak membaca doa sama sekali dan hanya fokus pada proses teknis penyembelihan.

Padahal, doa dan niat merupakan bagian penting dalam ibadah kurban.

Kesalahan lain adalah mengganti lafaz doa dengan kalimat yang tidak memiliki tuntunan dari Rasulullah SAW.

Meski doa bersifat fleksibel, untuk ibadah kurban Rasulullah SAW telah memberikan contoh bacaan yang jelas sehingga umat Islam dianjurkan mengikuti riwayat yang sahih.

Sebagian orang juga belum memahami bahwa menyebut nama Allah SWT ketika menyembelih menjadi kewajiban menurut sebagian ulama.

Karena itu, penting bagi umat Islam untuk terus mempelajari tata cara dan doa berkurban Idul Adha agar ibadah berjalan sesuai syariat.

Dengan edukasi yang tepat, doa berkurban Idul Adha dapat menjadi bagian penting dari ibadah kurban yang sah, khusyuk, dan penuh keberkahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Aktual
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Aktual
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Aktual
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Aktual
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Aktual
32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35, Ini Alasannya
32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35, Ini Alasannya
Aktual
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Rijal Klaim Mayoritas PWNU Ingin Perubahan Total Kepengurusan PBNU
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Rijal Klaim Mayoritas PWNU Ingin Perubahan Total Kepengurusan PBNU
Aktual
Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut
Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut
Aktual
Muhammadiyah Luncurkan MSUS, Haedar Nashir Sebut Akan Tambah Daya Tampung
Muhammadiyah Luncurkan MSUS, Haedar Nashir Sebut Akan Tambah Daya Tampung
Aktual
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Aktual
Jelang Muktamar NU, Kiai Imam Jazuli Soroti Aturan yang Bisa Jegal Kiai Ma'ruf Amin
Jelang Muktamar NU, Kiai Imam Jazuli Soroti Aturan yang Bisa Jegal Kiai Ma'ruf Amin
Aktual
Ketika Umar bin Khattab Menggaji Guru Rp 95 Juta: Pelajaran tentang Martabat Pendidik dalam Islam
Ketika Umar bin Khattab Menggaji Guru Rp 95 Juta: Pelajaran tentang Martabat Pendidik dalam Islam
Aktual
1.000 Hari Perang Gaza: 2.700 Keluarga Palestina Musnah, Ribuan Anak Jadi Korban
1.000 Hari Perang Gaza: 2.700 Keluarga Palestina Musnah, Ribuan Anak Jadi Korban
Aktual
1,3 Juta Jamaah Kunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Madinah dalam Setahun
1,3 Juta Jamaah Kunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Madinah dalam Setahun
Aktual
UIN Salatiga Resmikan Fakultas Saintek, Buka Prodi Sains Data hingga Teknologi Informasi
UIN Salatiga Resmikan Fakultas Saintek, Buka Prodi Sains Data hingga Teknologi Informasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar