KOMPAS.com - Induk Koperasi Pondok Pesantren resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Expo 2026 di Gedung SME Tower–SMESCO Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 ini mengangkat tema “Modernisasi Koperasi Pondok Pesantren untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat.”
Rakernas tersebut menjadi momentum strategis bagi penguatan peran koperasi pondok pesantren dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional berbasis umat.
Selain itu, forum ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan usaha, koperasi, serta pemberdayaan santri dan masyarakat.
Acara pembukaan Rakernas dihadiri sejumlah tokoh nasional, ulama, pengurus koperasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini turut dibuka oleh Menteri Koperasi RI dan Menteri UMKM RI.
Baca juga: 61 Pesantren NU di Purworejo Belajar Ubah Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren, KH Marsudi Syuhud, mengatakan pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi nasional apabila dikelola secara modern dan berkelanjutan.
Menurutnya, jumlah pondok pesantren di Indonesia yang mencapai sekitar 42 ribu merupakan kekuatan besar yang dapat dioptimalkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi umat.
“Kita ingin lulusan pondok pesantren menjadi penggiat ekonomi. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki jumlah entrepreneur atau pengusaha yang besar,” ujar Kiai Marsudi dalam sambutannya.
Wakil Ketua Umum MUI itu menegaskan bahwa modernisasi ekonomi pesantren bukan hanya soal pengembangan usaha, tetapi juga perubahan pola pikir di lingkungan pesantren.
Ia mendorong agar santri, ustadz, dan kiai tidak lagi hanya berorientasi sebagai penerima bantuan sosial, melainkan mampu menjadi pengusaha dan pemberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Jangan sampai hanya menjadi penerima zakat atau sekadar mencari sedekah. Mestinya kita ini yang menjadi pembayar zakat, infak, sedekah, bahkan pembayar pajak yang besar,” katanya.
Baca juga: Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Kiai Marsudi juga menjelaskan bahwa semangat kewirausahaan sebenarnya telah menjadi bagian dari tradisi pesantren.
Menurutnya, banyak kajian dalam kitab kuning atau turats yang membahas persoalan muamalah dan tata kelola ekonomi umat.
Karena itu, ia berharap koperasi pesantren dapat berkembang lebih modern dan profesional sehingga mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi nasional maupun global.
Selain agenda Rakernas, Inkopontren juga menggelar expo produk pesantren yang menampilkan berbagai hasil usaha dan produk UMKM binaan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Pameran tersebut menjadi ruang promosi sekaligus memperluas jaringan bisnis antarpesantren dan pelaku usaha.
Kegiatan lain yang turut digelar dalam rangkaian acara adalah business meeting dan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, serta tokoh koperasi nasional.
Melalui forum tersebut, peserta diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan koperasi pesantren dan ekonomi kerakyatan.
Dalam sambutannya, Kiai Marsudi juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang konkret dan berkelanjutan.
Baca juga: Sanksi Maksimal untuk Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren, MUI Serukan Pengawasan Ketat
Ia meminta agar Rakernas tidak hanya menghasilkan wacana, tetapi mampu melahirkan program yang memiliki dampak nyata bagi kemajuan ekonomi pesantren.
Menurut dia, organisasi yang telah berdiri sejak 1998 itu harus mampu meninggalkan legacy atau warisan produktif bagi generasi penerus.
“Mari bersama-sama membawa legacy, peninggalan untuk penerus kita nanti. Hari ini mari kita ciptakan bersama rencana-rencana strategis sebagai peninggalan nyata dari Inkopontren,” ujarnya.
Ia menambahkan, program-program yang dirumuskan dalam Rakernas harus bersifat monumental dan dapat dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang.
Rakernas dan Expo Inkopontren 2026 turut dihadiri Mustasyar PBNU dan Muassis Inkopontren KH Manarul Hidayat, Wakil Ketua Umum Inkopontren KH Suharisto, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Bambang Haryadi, serta Ketua MUI Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani.
Melalui Rakernas ini, Inkopontren berharap modernisasi koperasi pondok pesantren dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang