Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Obat-obatan 'Apotek Mini' Ini Perlu Dibawa Jemaah Saat Armuzna, Apa Isinya?

Kompas.com, 20 Mei 2026, 16:03 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Puspasari Setyaningrum

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com - Puncak haji yakni prosesi ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tinggal menghitung hari.

Saat Armuzna, jemaah hanya membawa satu tas ransel, sedangkan koper ditinggalkan di hotel masing-masing.

Faktor kepadatan jemaah dan jarak pos kesehatan saat Armuzna membuat jemaah diminta membawa obat-obatan pribadi di dalam tas masing-masing.

Baca juga: Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna 2026, Atur Pergerakan Jamaah di Fase Puncak Haji

Dokter pada Daerah Kerja (Daker) Bandara Muhammad Fathi Banna Al Faruqi mengungkapkan, jemaah disarankan memiliki P3K mandiri di dalam tas kecil.

"Tujuannya agar keluhan ringan bisa langsung ditangani sendiri secara cepat sebelum menjadi berat," kata Fathi saat ditemui di Bandara Jeddah, Arab Saudi, Rabu (20/5/2026).

Lantas obat-obatan apa saja yang perlu dibawa oleh jemaah di dalam tas ransel Armuzna?

Baca juga: Gus Kafa Ajak Jemaah Haji 2026 Perkuat Zikir & Shalawat Jelang Armuzna

Daftar obat yang perlu dibawa jemaah haji

Oralit (5-10 sachet)

Dokter Fathi mengatakan bahwa oralit adalah obat paling krusial. Campurkan dengan air dan langsung minum jika merasa sangat haus, lemas, atau pusing akibat cuaca panas.

1. Pelembab

Jemaah harus memastikan pelembab mengandung petroleum jelly, dan tidak mengandung parfum atau pewangi.

Oleskan pelembab di paha bagian dalam dan tumit sebelum mulai berjalan jauh.

"Ini ampuh mencegah lecet yang bisa membuat jemaah sulit berjalan ke Jamarat," katanya.

2. Obat pereda nyeri (Parasetamol)

Paracetamol adalah obat yang relatif aman untuk banyak orang. Paracetamol juga "ramah" terhadap lambung dan jantung.

"Minum Paracetamol untuk meredakan sakit kepala, demam, dan pegal linu setelah berjalan jauh. Hubungi petugas medis jika keluhan belum membaik," ujar Fathi.

3. Obat rutin pribadi

Bawa stok obat-obatan rutin sejumlah 5-6 hari. Pastikan obat ini ada di tas Arafah, bukan di koper besar yang ditinggal di hotel.

4. Plester luka

Plester ini berfungsi untuk menutup area kaki yang mulai terasa panas atau perih agar tidak menjadi melepuh.

5. Obat maag & diare

Perubahan pola makan dan kondisi toilet di Mina mungkin dapat memunculkan keluhan pencernaan.

6. Minyak kayu putih

Sangat membantu meredakan mual, pusing, atau sesak ringan saat berada di tengah kerumunan massa yang padat. Namun ingat jangan memakainya ketika anda masih masih berihram.

7. Botol semprot

Fathi mengatakan, meski bukan obat, alat ini wajib ada untuk mendinginkan suhu kulit secara instan.

"Apalagi riskliko terpapar matahari selama fase Armuzna sangat tinggi," katanya.

Masukkan semua obat ke dalam plastik bening agar terlindung dari keringat atau tumpahan air, sekaligus memudahkan Anda melihat isinya saat darurat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menu Siap Santap Disajikan untuk Jemaah Haji saat Armuzna, Bisa Langsung Dimakan Tanpa Dipanaskan
Menu Siap Santap Disajikan untuk Jemaah Haji saat Armuzna, Bisa Langsung Dimakan Tanpa Dipanaskan
Aktual
Wamenhaj Sebut 20 Ribu Jemaah Haji Indonesia Ikut Skema Tanazul saat Armuzna 2026
Wamenhaj Sebut 20 Ribu Jemaah Haji Indonesia Ikut Skema Tanazul saat Armuzna 2026
Aktual
KH Marsudi Dorong Pesantren Ciptakan Legacy untuk Generasi Penerus
KH Marsudi Dorong Pesantren Ciptakan Legacy untuk Generasi Penerus
Aktual
Menteri Haji Gus Irfan Sapa Jemaah Haji Indonesia di Jeddah, Ingatkan Jaga Kesehatan Jelang Wukuf
Menteri Haji Gus Irfan Sapa Jemaah Haji Indonesia di Jeddah, Ingatkan Jaga Kesehatan Jelang Wukuf
Aktual
Obat-obatan 'Apotek Mini' Ini Perlu Dibawa Jemaah Saat Armuzna, Apa Isinya?
Obat-obatan 'Apotek Mini' Ini Perlu Dibawa Jemaah Saat Armuzna, Apa Isinya?
Aktual
Nekat Masuk Makkah lewat Jalur Tikus, 5 Warga Malaysia Ditangkap
Nekat Masuk Makkah lewat Jalur Tikus, 5 Warga Malaysia Ditangkap
Aktual
Pesantren Didorong Cetak Wirausaha Baru, Kemenaker Siapkan Modal Rp 15 Juta
Pesantren Didorong Cetak Wirausaha Baru, Kemenaker Siapkan Modal Rp 15 Juta
Aktual
Inkopontren Gelar Rakernas 2026, Bahas Modernisasi Ekonomi Pesantren
Inkopontren Gelar Rakernas 2026, Bahas Modernisasi Ekonomi Pesantren
Aktual
Arab Saudi Tangkap 7 Penyelundup 13 Jemaah Haji Ilegal ke Makkah
Arab Saudi Tangkap 7 Penyelundup 13 Jemaah Haji Ilegal ke Makkah
Aktual
2.400 Titik Air Minum Modern Hadir di Makkah, Jemaah Haji Kini Lebih Nyaman Lawan Panas Ekstrem
2.400 Titik Air Minum Modern Hadir di Makkah, Jemaah Haji Kini Lebih Nyaman Lawan Panas Ekstrem
Aktual
Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Dikelola Resmi, Kemenhaj Sebut Jadi Sejarah
Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Dikelola Resmi, Kemenhaj Sebut Jadi Sejarah
Aktual
Haji 2026, Suhu Makkah Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius
Haji 2026, Suhu Makkah Diprediksi Tembus 47 Derajat Celsius
Aktual
Haji Gratis dari Raja Salman: 42 WNI Berangkat dari Jakarta ke Mekkah
Haji Gratis dari Raja Salman: 42 WNI Berangkat dari Jakarta ke Mekkah
Aktual
Pidato Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Perspektif Islam: Menjaga Tunas Bangsa dan Kedaulatan Ruhani
Pidato Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Perspektif Islam: Menjaga Tunas Bangsa dan Kedaulatan Ruhani
Aktual
Kisah Ummu Mihjan, Marbot Perempuan di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah
Kisah Ummu Mihjan, Marbot Perempuan di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com