Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Haji Gus Irfan Sapa Jemaah Haji Indonesia di Jeddah, Ingatkan Jaga Kesehatan Jelang Wukuf

Kompas.com, 20 Mei 2026, 16:14 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf turun langsung menyambut jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026).

Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menjadi perhatian para jemaah yang baru tiba di Tanah Suci.

Ia menyapa satu per satu jemaah haji Indonesia sambil mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan menjelang puncak ibadah haji di Arafah.

Baca juga: Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna 2026, Atur Pergerakan Jamaah di Fase Puncak Haji

Selain memberikan semangat, Gus Irfan juga meminta jemaah tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan selama berada di Arab Saudi.

Gus Irfan Sapa dan Salami Jemaah Haji Indonesia

Mochamad Irfan Yusuf terlihat menyambut langsung rombongan jemaah haji Indonesia di area kedatangan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Baca juga: Obat-obatan Apotek Mini Ini Perlu Dibawa Jemaah Saat Armuzna, Apa Isinya?

Gus Irfan menjabat tangan jemaah satu per satu saat mereka tiba di terminal kedatangan.

Beberapa jemaah bahkan meminta berfoto bersama Menteri Haji dan Umrah RI tersebut.

Akibat antusiasme jemaah, Gus Irfan beberapa kali harus berhenti cukup lama di tengah rombongan.

“Sehat bu? jaga kesehatan yah!” ujarnya kepada jemaah perempuan.

Berulang kali, Gus Irfan menyampaikan doa dan pesan kesehatan kepada para jemaah haji Indonesia.

Jongkok Saat Menyapa Jemaah Lansia

Dalam beberapa momen, Gus Irfan tampak jongkok saat berbicara dengan jemaah haji agar posisinya lebih rendah dan nyaman saat berinteraksi.

Ia melakukan hal tersebut berulang kali saat menyapa jemaah, termasuk kepada jemaah lanjut usia.

Setelah menyapa rombongan di terminal kedatangan, Gus Irfan bergerak menuju area lain di bandara.

Di lokasi tersebut, ia kembali menghampiri seorang ibu yang menggunakan kursi roda.

Gus Irfan meminta jemaah tersebut menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Saat berpamitan, cucu pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari itu menempelkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.

Ingatkan Jemaah Tidak Memaksakan Ibadah

Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah, Irfan Yusuf juga mengingatkan jemaah haji Indonesia agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas ibadah yang terlalu berat.

Ia meminta jemaah mengukur kemampuan fisik masing-masing agar tetap sehat hingga puncak haji berlangsung.

Menurutnya, terlalu sering melaksanakan umrah sunnah dapat menguras stamina jemaah.

“Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” katanya.

KBIHU Diminta Tidak Gelar City Tour Sebelum Arafah

Selain mengingatkan jemaah, Gus Irfan juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak mengadakan city tour sebelum fase Arafah selesai.

Ia menilai kondisi kesehatan jemaah harus menjadi prioritas utama menjelang rangkaian ibadah Armuzna.

“Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Kala Gus Irfan Jongkok di Depan Jemaah Haji". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Aktual
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Aktual
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Aktual
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Aktual
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Aktual
32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35, Ini Alasannya
32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35, Ini Alasannya
Aktual
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Rijal Klaim Mayoritas PWNU Ingin Perubahan Total Kepengurusan PBNU
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Rijal Klaim Mayoritas PWNU Ingin Perubahan Total Kepengurusan PBNU
Aktual
Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut
Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut
Aktual
Muhammadiyah Luncurkan MSUS, Haedar Nashir Sebut Akan Tambah Daya Tampung
Muhammadiyah Luncurkan MSUS, Haedar Nashir Sebut Akan Tambah Daya Tampung
Aktual
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Haji 2026
Aktual
Jelang Muktamar NU, Kiai Imam Jazuli Soroti Aturan yang Bisa Jegal Kiai Ma'ruf Amin
Jelang Muktamar NU, Kiai Imam Jazuli Soroti Aturan yang Bisa Jegal Kiai Ma'ruf Amin
Aktual
Ketika Umar bin Khattab Menggaji Guru Rp 95 Juta: Pelajaran tentang Martabat Pendidik dalam Islam
Ketika Umar bin Khattab Menggaji Guru Rp 95 Juta: Pelajaran tentang Martabat Pendidik dalam Islam
Aktual
1.000 Hari Perang Gaza: 2.700 Keluarga Palestina Musnah, Ribuan Anak Jadi Korban
1.000 Hari Perang Gaza: 2.700 Keluarga Palestina Musnah, Ribuan Anak Jadi Korban
Aktual
1,3 Juta Jamaah Kunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Madinah dalam Setahun
1,3 Juta Jamaah Kunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Madinah dalam Setahun
Aktual
UIN Salatiga Resmikan Fakultas Saintek, Buka Prodi Sains Data hingga Teknologi Informasi
UIN Salatiga Resmikan Fakultas Saintek, Buka Prodi Sains Data hingga Teknologi Informasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar