Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Arafah, Jemaah Haji Lanjutkan Rangkaian Puncak Haji di Muzdalifah dan Mina

Kompas.com, 27 Mei 2026, 07:19 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Rangkaian puncak ibadah haji berlanjut dari wukuf di Arafah menuju mabit di Muzdalifah hingga lempar jumrah di Mina yang bertepatan dengan Idul Adha 2026.

Jutaan jemaah haji bergerak secara bertahap melewati jalur panjang yang menghubungkan tiga kawasan suci tersebut.

Prosesi perpindahan jemaah menjadi salah satu tahapan paling kompleks dalam operasional haji karena melibatkan jutaan orang dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Puncak Ibadah Haji 2026 di Arafah, Lebih dari 1,5 Juta Jemaah Larut dalam Doa dan Munajat

Otoritas Arab Saudi mengerahkan ratusan ribu personel untuk menjaga kelancaran arus, layanan kesehatan, hingga keamanan selama fase akhir ibadah haji berlangsung.

Dilansir dari Arab News, lebih dari 1,7 juta umat Muslim memadati Mina sebelum fajar pada Rabu untuk melaksanakan ritual lempar jumrah yang menandai dimulainya Hari Raya Idul Adha 2026, setelah bermalam di Muzdalifah.

Baca juga: Idul Adha dan Momentum Reset Peradaban

Jemaah yang bergerak dari Arafah sebelumnya mengumpulkan batu kerikil di Muzdalifah pada Selasa malam untuk digunakan dalam ritual melempar Jumrah Aqabah, pilar terbesar dari tiga jumrah yang melambangkan setan, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA.

Jutaan Jemaah Bergerak dari Arafah ke Mina

Pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung sepanjang malam dengan dukungan operasi keamanan, kesehatan, dan transportasi berskala besar.

Jutaan jemaah yang mengenakan pakaian ihram putih berjalan melalui jalur pedestrian sepanjang sekitar 25 kilometer dari Arafah menuju Mina melalui Muzdalifah.

Pemerintah Arab Saudi menyebut jalur tersebut sebagai jaringan pejalan kaki terpanjang di dunia yang digunakan secara rutin untuk perkumpulan massal.

Untuk membantu mengurangi suhu panas gurun, stasiun penyemprot kabut air dipasang di sejumlah titik sepanjang jalur perjalanan jemaah.

Di Muzdalifah, para jemaah menghabiskan malam dengan berdoa dan membaca Al-Qur’an sebelum bersiap kembali ke Mina saat fajar untuk menjalani lempar jumrah pertama pada hari ketiga haji yang dikenal sebagai Yawm Al-Nahr atau Hari Raya Kurban.

Otoritas Arab Saudi menyebut arus pergerakan jemaah tetap berjalan lancar berkat koordinasi personel keamanan, tim medis, dan petugas layanan lapangan yang menangani transportasi, sanitasi, serta respons darurat.

Lempar Jumrah Jadi Awal Rangkaian Idul Adha 2026

Hari ketiga ibadah haji bertepatan dengan hari pertama Idul Adha, salah satu hari besar utama umat Islam yang memperingati kesediaan Nabi Ibrahim AS mengorbankan putranya demi menjalankan perintah Allah.

Setelah melaksanakan lempar jumrah pertama, para jemaah dijadwalkan menyembelih hewan kurban serta mencukur atau memotong rambut sebagai tanda tahallul awal atau keluar sebagian dari keadaan ihram.

Banyak jemaah kemudian melanjutkan perjalanan menuju Masjidil Haram di Makkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali serta menjalankan sai antara Bukit Safa dan Marwah.

Setelah itu, para jemaah kembali ke Mina untuk melanjutkan ritual lempar jumrah pada hari-hari tasyrik berikutnya.

Wukuf di Arafah Jadi Puncak Spiritual Ibadah Haji

Pada Selasa sebelumnya, jutaan jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk menjalani wukuf yang menjadi puncak spiritual ibadah haji.

Para jemaah berdoa dan mendengarkan khutbah haji tahunan di Masjid Namirah sebelum bergerak menuju Muzdalifah setelah matahari terbenam.

Arafah yang berada sekitar 20 kilometer di tenggara Makkah memiliki makna penting dalam tradisi Islam dan dikaitkan dengan pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Hawa.

Kawasan tersebut didominasi Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang, tempat para jemaah menghabiskan waktu untuk berdoa dan bermuhasabah.

Jumlah Jemaah Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Orang

Otoritas Arab Saudi mencatat jumlah jemaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang atau meningkat sekitar 2,04 persen dibandingkan tahun 2025.

Sebanyak 1.546.655 jemaah berasal dari luar Arab Saudi, sementara 160.646 lainnya merupakan jemaah domestik dan penduduk setempat. Mayoritas jemaah internasional datang melalui jalur udara.

Pejabat Arab Saudi menyebut peningkatan jumlah jemaah didorong oleh perluasan layanan, digitalisasi sistem haji, serta koordinasi yang lebih ketat antara sektor keamanan, kesehatan, dan logistik.

Arab Saudi juga memperluas program Makkah Route Initiative yang memungkinkan jemaah menyelesaikan proses imigrasi dan kepabeanan sebelum keberangkatan dari negara asal.

Tahun ini, hampir 389 ribu jemaah menggunakan program tersebut atau meningkat hampir 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mendukung operasional haji, lebih dari 441 ribu personel dikerahkan guna menangani pengaturan kerumunan, jaringan transportasi, layanan kesehatan, hingga respons darurat selama jemaah menjalani tahapan akhir ibadah haji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Jemaah, Arab Saudi Perkuat Digitalisasi dan Layanan Pintar
Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Jemaah, Arab Saudi Perkuat Digitalisasi dan Layanan Pintar
Aktual
Kumpulan Bacaan Doa Saat Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Kumpulan Bacaan Doa Saat Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
7 Amalan Sunnah Idul Adha yang Sering Terlewat, Padahal Pahalanya Besar
7 Amalan Sunnah Idul Adha yang Sering Terlewat, Padahal Pahalanya Besar
Aktual
7 Tradisi Idul Adha di Indonesia, Dari Grebeg Besar hingga Meugang
7 Tradisi Idul Adha di Indonesia, Dari Grebeg Besar hingga Meugang
Aktual
Shalat Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal Angkat Tema Ekoteologi
Shalat Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal Angkat Tema Ekoteologi
Aktual
Cara Cek Arah Kiblat saat Matahari Tepat di Atas Kabah 27-28 Mei 2026
Cara Cek Arah Kiblat saat Matahari Tepat di Atas Kabah 27-28 Mei 2026
Aktual
Dari Arafah, Jemaah Haji Lanjutkan Rangkaian Puncak Haji di Muzdalifah dan Mina
Dari Arafah, Jemaah Haji Lanjutkan Rangkaian Puncak Haji di Muzdalifah dan Mina
Aktual
Puncak Ibadah Haji 2026 di Arafah, Lebih dari 1,5 Juta Jemaah Larut dalam Doa dan Munajat
Puncak Ibadah Haji 2026 di Arafah, Lebih dari 1,5 Juta Jemaah Larut dalam Doa dan Munajat
Aktual
Idul Adha dan Momentum Reset Peradaban
Idul Adha dan Momentum Reset Peradaban
Aktual
4 Alasan Daging Hewan Kurban Bisa Jadi Haram, Ini Penyebabnya
4 Alasan Daging Hewan Kurban Bisa Jadi Haram, Ini Penyebabnya
Aktual
Pakar IPB Jelaskan Alasan Hewan Kurban Tidak Disarankan Diberi Makan Banyak Sebelum Disembelih
Pakar IPB Jelaskan Alasan Hewan Kurban Tidak Disarankan Diberi Makan Banyak Sebelum Disembelih
Aktual
Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat Saat Wukuf di Padang Arafah
Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat Saat Wukuf di Padang Arafah
Aktual
Otoritas Arab Saudi Imbau Jemaah di Arafah Tetap di Dalam Tenda Saat Cuaca Panas Ekstrem
Otoritas Arab Saudi Imbau Jemaah di Arafah Tetap di Dalam Tenda Saat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
Aktual
Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal
Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com