KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha selalu membawa kebahagiaan yang meluap-luap bagi umat Islam. Gema takbir yang bersahutan, penyembelihan hewan kurban, hingga momen kebersamaan keluarga menjadi pemandangan yang jamak kita temui.
Namun, kemuliaan bulan Zulhijah tidak berhenti begitu saja saat matahari terbenam di hari raya.
Di balik itu, ada tiga hari istimewa berikutnya yang dikenal sebagai Hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Baca juga: Apa Itu Hari Tasyrik? Ini Tanggal dan Larangan Puasa dalam Islam
Bagi sebagian besar umat Muslim, hari-hari ini diisi dengan memperbanyak ibadah, menyantap daging kurban, dan dilarang keras untuk berpuasa.
Namun, sebuah pertanyaan sering kali muncul di benak para wanita: Bagaimana jika momentum emas ini datang bersamaan dengan siklus bulanan atau haid?
Apakah pintu pahala otomatis tertutup? Tentu saja tidak. Islam adalah agama yang luwes dan penuh rahmat.
Lembaran fikh tidak pernah kehabisan alternatif bagi wanita yang sedang berhalangan untuk tetap mendulang pahala berlipat ganda.
Sebelum mengulas deretan amalannya, penting bagi kita untuk memahami mengapa Hari Tasyrik begitu krusial dalam kalender Islam.
Dijelaskan dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, secara harfiah Hari Tasyrik merujuk pada tiga hari setelah Idul Adha.
Istilah "Tasyrik" sendiri memiliki keterkaitan historis dengan paparan sinar matahari, di mana pada zaman dahulu masyarakat menjemur daging kurban di bawah terik matahari agar awet.
Ada pula pendapat yang mengaitkannya dengan pelaksanaan salat Idul Adha yang ditunaikan saat matahari mulai memancarkan cahayanya yang terang.
Menariknya, seorang ulama besar terkemuka, Ibnu Hajar Al-Asqalani, pernah menggarisbawahi keutamaan mendalam dari waktu ini.
Beliau menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah momen-momen istimewa untuk beribadah justru karena pada hari-hari tersebut, mayoritas manusia cenderung lalai akibat terlena dengan makanan, minuman, dan euforia perayaan.
Bagi wanita haid, batasan fisik memang ada. Sebagaimana yang dinukil dari buku Jangan Pernah Bosan Berdoa karya Risyad Bay, seorang wanita yang tengah menstruasi dilarang secara syariat untuk mendirikan salat, berpuasa, menyentuh mushaf Al-Qur'an, berdiam diri di dalam masjid (itikaf), serta melakukan tawaf.
Kendati demikian, keterbatasan ini bukanlah tembok penghalang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berikut adalah 7 amalan cerdas dan penuh berkah yang bisa dipraktikkan wanita haid selama Hari Tasyrik agar tidak kehilangan momentum emas ini.
Baca juga: 4 Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijjah
Zikir adalah ibadah yang tidak mensyaratkan kesucian dari hadas besar maupun kecil. Ketika tangan tidak bisa menyentuh mushaf dan dahi tidak bisa bersujud, lisan tetap bisa bergerak basah mengingat Allah.
Di Hari Tasyrik, wanita haid sangat dianjurkan melantunkan kalimat-kalimat thayyibah seperti tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (Laa ilaha illallah).
Komitmen untuk terus berzikir ini sejalan dengan cetusan wahyu Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 41-42:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ٤١ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا٤٢
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
Hari Tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan mengingat Allah. Oleh karena itu, setiap untaian doa yang dipanjatkan memiliki kedudukan yang mulia.
Doa merupakan potret penghambaan yang paling murni sekaligus ikhtiar batiniah manusia.Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang mengetuk pintu langit melalui doa, seperti yang ditegaskan-Nya dalam Surah Gafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."
Meskipun mayoritas ulama melarang wanita haid melafalkan ayat Al-Qur'an secara langsung dari mushaf fisik, tidak ada larangan sama sekali untuk mendengarkannya.
Di era digital saat ini, Anda bisa memutar murattal melalui gawai atau mendengarkan langsung anggota keluarga yang sedang mengaji.
Mendengarkan Al-Qur'an terbukti mampu menghadirkan ketenangan jiwa yang luar biasa. Hal ini bersandar pada sebuah hadis riwayat Ibnu Majah, di mana Sayyidah Aisyah RA menceritakan kemesraan dan kelonggaran syariat ini
:"Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Al-Qur'an." (HR. Ibnu Majah).
Baca juga: Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya
Saat fisik tidak memungkinkan untuk beribadah ritual, optimalkan kapasitas intelektual dan spiritual Anda dengan menuntut ilmu agama.
Anda bisa membaca buku-buku fikh, sejarah Islam, mendengarkan siniar (podcast) keagamaan, atau menghadiri majelis taklim (tanpa berdiam di dalam ruang utama masjid jika mengacu pada pendapat yang melarangnya).
Pahala menuntut ilmu sangatlah besar. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis tentang bagaimana Allah akan mempermudah jalan bagi mereka yang mencari ilmu:
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya." (HR. Muslim).
Sedekah adalah ibadah multidimensi yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh sesama. Di Hari Tasyrik, di mana panganan daging melimpah, Anda bisa ikut serta mendistribusikan makanan, menyantuni anak yatim, atau menyisihkan sebagian harta untuk fasilitas umat.
Bahkan, dalam konsep Islam yang indah, senyuman tulus kepada sesama pun bernilai sedekah.
Rasulullah SAW secara spesifik pernah mengingatkan kaum perempuan untuk gemar berbagi melalui sabda beliau:"
Wahai perempuan! Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah istighfar. Karena, aku melihat kaum perempuanlah yang paling banyak menjadi penghuni neraka." (HR. Muslim).
Mengutip penjelasan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), istighfar merupakan jembatan spiritual yang sangat kuat untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Menstruasi sama sekali bukan penghalang bagi seorang wanita untuk terus memohon ampunan.
Rutinitas membaca istighfar ternyata tidak hanya berbuah pengampunan dosa, tetapi juga menjadi solusi atas problematika hidup sehari-hari.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda mengenai tiga keutamaan bagi mereka yang istikamah beristighfar:
من لزم الاستغfار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب
Artinya: "Barang siapa yang istikamah membaca istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR. Imam Abu Dawud).
Hingga saat ini, masih ada mitos keliru yang berkembang di sebagian masyarakat bahwa wanita yang sedang haid dilarang memotong kuku atau menyisir rambut karena alasan haram. MUI menegaskan bahwa pandangan tersebut tidak memiliki dasar yang sahih dalam Islam.
Sebaliknya, Islam adalah agama yang mencintai keindahan dan kebersihan dalam kondisi apa pun.
Melakukan perawatan diri, mandi, menjaga kebersihan pakaian, dan merapikan rambut tetap dianjurkan.
Landasan ini merujuk pada kisah nyata saat Sayyidah Aisyah RA mengalami haid ketika mengikuti ibadah haji bersama Nabi SAW. Setibanya di Makkah, Rasulullah SAW bersabda menenangkan hatinya:
دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي.
Artinya: "Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah..." (HR. Bukhari dan Muslim).
Pada akhirnya, esensi dari sebuah ibadah tidak melulu diukur dari seberapa banyak gerakan fisik yang mampu kita lakukan, melainkan sejauh mana ketulusan hati dan niat kita terpaut kepada Allah SWT.
Bagi para wanita yang mendapati dirinya sedang haid di Hari Tasyrik, ketahuilah bahwa ketika Anda menahan diri dari salat dan puasa karena kepatuhan terhadap perintah Allah, maka menahan diri tersebut sudah bernilai pahala tersendiri.
Ditambah dengan menghidupkan tujuh amalan di atas, Hari Tasyrik Anda dipastikan akan tetap bermakna, produktif, dan banjir keberkahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang