Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Doa Hari di Tasyrik 2026 untuk Rezeki dan Ampunan Dosa

Kompas.com, 29 Mei 2026, 14:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari Tasyrik menjadi salah satu momen istimewa dalam kalender Islam yang sering kali luput dari perhatian sebagian umat Muslim.

Padahal, hari-hari setelah Idul Adha ini menyimpan banyak keutamaan, termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan permohonan kepada Allah SWT.

Pada tahun 2026, Hari Tasyrik berlangsung pada 11, 12, dan 13 Zulhijah atau bertepatan dengan 28, 29, dan 30 Mei 2026.

Dalam tradisi Islam, hari-hari tersebut dikenal sebagai waktu untuk makan, minum, memperbanyak takbir, serta mengingat Allah SWT.

Di antara doa yang paling dianjurkan dibaca pada Hari Tasyrik adalah doa sapu jagat. Doa ini sangat populer karena mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat sekaligus perlindungan dari azab neraka.

Banyak ulama menyebut doa tersebut sebagai doa yang ringkas tetapi memiliki makna sangat luas.

Baca juga: Jadwal Libur Idul Adha 2026 dan Peluang Long Weekend, Serta Waktu Puasa Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik

Hari Tasyrik dan Keutamaannya dalam Islam

Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Dalam kitab Latha-if Al Ma'arif, Imam Ibnu Rajab Al Hanbali menjelaskan bahwa Hari Tasyrik termasuk hari yang penuh dengan zikir dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Hari Tasyrik bukan sekadar hari biasa setelah Idul Adha. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah hati dan lisan, seperti berdoa, bertakbir, bersedekah, serta memperkuat rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat karya M Ghofur Khalil disebutkan bahwa Hari Tasyrik termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.

Pada hari-hari tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak permohonan kepada Allah SWT karena doa diyakini lebih mudah dikabulkan.

Baca juga: 4 Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijjah

Doa Hari Tasyrik yang Dianjurkan Dibaca

Doa yang paling utama dibaca saat Hari Tasyrik adalah doa sapu jagat yang berasal dari Surah Al Baqarah ayat 201. Doa ini sering dibaca Rasulullah SAW dalam berbagai kesempatan.

Berikut bacaannya:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār.

Artinya “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa ini dikenal luas di kalangan umat Islam karena mencakup banyak harapan sekaligus, mulai dari rezeki, kesehatan, keluarga yang baik, kehidupan yang tenang, hingga keselamatan akhirat.

Mengapa Doa Sapu Jagat Sangat Istimewa?

Dalam hadits riwayat Anas bin Malik disebutkan:

“Doa yang paling banyak dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: Allahumma rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban naar.” (HR Bukhari dan Muslim)

Para ulama menafsirkan kata hasanah dalam ayat tersebut dengan makna yang sangat luas. Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa kebaikan dunia mencakup rezeki halal, ilmu yang bermanfaat, pasangan saleh, kesehatan, hingga kehidupan yang penuh keberkahan.

Sementara kebaikan akhirat meliputi kemudahan hisab, ampunan dosa, keselamatan dari neraka, dan masuk surga.

Karena itulah, doa sapu jagat dianggap sebagai doa lengkap yang dapat diamalkan kapan saja, terlebih pada waktu-waktu istimewa seperti Hari Tasyrik.

Baca juga: Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya

Waktu Mustajab Memperbanyak Doa di Hari Tasyrik

Sebagian ulama menyebut Hari Tasyrik sebagai bagian dari ayyam ma’dudat atau hari-hari yang terbilang sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Baqarah ayat 203:

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ

Artinya: “Dan berzikirlah dengan menyebut nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang.”

Menurut penjelasan dalam kitab tafsir dan sejumlah riwayat sahabat, yang dimaksud hari-hari terbilang adalah tiga Hari Tasyrik setelah Idul Adha.

Diriwayatkan pula dari Abu Musa Al Asy’ari RA, ia mengatakan bahwa doa pada hari-hari tersebut tidak tertolak.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan saat Hari Tasyrik

Selain membaca doa sapu jagat, ada beberapa amalan yang dianjurkan selama Hari Tasyrik.

1. Memperbanyak Takbir

Takbir menjadi salah satu syiar utama pada Hari Tasyrik. Umat Islam dianjurkan membaca takbir setelah salat fardu hingga akhir hari Tasyrik.

2. Memperbanyak Zikir

Zikir menjadi amalan utama sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW. Kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar dianjurkan dibaca sebanyak mungkin.

3. Bersedekah

Hari Tasyrik juga menjadi momentum berbagi kepada sesama, terutama melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

4. Menjalin Silaturahmi

Momentum Idul Adha dan Hari Tasyrik dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

5. Memohon Ampunan dan Rezeki

Selain membaca doa sapu jagat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa memohon keberkahan hidup.

Baca juga: Puasa Sebelum Idul Adha Apakah Wajib? Ini Penjelasan Hukum Puasa Tarwiyah dan Larangannya Saat Hari Tasyrik

Larangan Berpuasa pada Hari Tasyrik

Meski penuh dengan amalan, Hari Tasyrik juga memiliki larangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah larangan berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR Muslim)

Dalam buku Kupas Tuntas Puasa karya AK Mustafit dijelaskan bahwa jumhur ulama sepakat hukum puasa pada Hari Tasyrik adalah haram, kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.

Karena itulah, umat Islam dianjurkan menikmati makanan, berbagi hidangan, dan memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT.

Makna Mendalam Doa di Hari Tasyrik

Hari Tasyrik bukan hanya tentang melanjutkan suasana Idul Adha. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia dan akhirat harus berjalan seimbang.

Doa sapu jagat mengajarkan umat Islam agar tidak hanya mengejar urusan dunia, tetapi juga keselamatan akhirat.

Dalam satu doa singkat, terkandung harapan tentang rezeki, kesehatan, ketenangan hidup, ampunan dosa, hingga perlindungan dari siksa neraka.

Karena itu, Hari Tasyrik bisa menjadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri.

Di tengah kesibukan dan rutinitas harian, tiga hari istimewa ini menjadi ruang bagi umat Muslim untuk kembali mendekat kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Aktual
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Aktual
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Aktual
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Aktual
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
Aktual
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Aktual
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Aktual
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Aktual
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Aktual
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Aktual
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
Aktual
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Aktual
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com