Editor
KOMPAS.com - Jemaah haji Indonesia kini memasuki masa pemulihan setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Fase ini dinilai krusial karena kondisi fisik jemaah umumnya terkuras setelah menjalani berbagai prosesi haji yang padat.
Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah untuk mengutamakan istirahat dan menjaga kesehatan menjelang fase pemulangan ke Tanah Air.
Baca juga: Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur
Dengan kondisi tubuh yang tetap prima, jemaah diharapkan dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan nyaman.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan masa setelah Armuzna merupakan periode penting untuk memulihkan stamina jemaah.
Sebab, sebagian besar jemaah mengalami kelelahan setelah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina.
Baca juga: Haji 2026 Bebas Wabah, Arab Saudi Berikan 2,5 Juta Layanan Kesehatan
Menurutnya, risiko gangguan kesehatan justru kerap meningkat setelah puncak ibadah haji berakhir karena kondisi fisik yang sudah banyak terkuras.
“Kami mengimbau jamaah agar memperbanyak istirahat dan tidak terlalu memaksakan diri mengikuti berbagai kegiatan di luar jadwal resmi,” kata Dahnil saat berada di Mina, Sabtu (30/5/2026).
Dahnil meminta jemaah memanfaatkan beberapa hari ke depan untuk memulihkan kondisi tubuh.
Jemaah diimbau menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, serta memenuhi kebutuhan cairan agar tetap bugar hingga proses pemulangan.
Kondisi fisik yang terjaga dinilai penting untuk mencegah kelelahan, dehidrasi, maupun gangguan kesehatan lainnya selama masih berada di Arab Saudi.
“Kami berharap jamaah dapat memanfaatkan beberapa hari ke depan untuk memulihkan kondisi fisik," ujar Dahnil.
"Konsumsi makanan bergizi, vitamin, dan istirahat yang cukup sangat penting agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat,” imbuhnya.
Selain kepada jemaah, Dahnil juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), ketua rombongan (karom), dan para pendamping agar lebih disiplin dalam mengatur aktivitas jemaah selama berada di Arab Saudi.
Menurutnya, kegiatan tambahan seperti city tour, ziarah, maupun aktivitas lain di luar program resmi tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan jemaah.
Seluruh aktivitas yang melibatkan jemaah, lanjut dia, wajib dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan kloter agar pergerakan jemaah dapat dipantau dengan baik.
Wamenhaj menegaskan setiap kegiatan yang melibatkan jemaah harus berada dalam pengawasan petugas.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan koordinasi serta penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
“Seluruh aktivitas yang melibatkan jamaah wajib dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan kloter. Jika ada pihak yang mengabaikan aturan ini, kami akan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan yang baik menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan jemaah dapat menjalani sisa rangkaian ibadah haji dengan aman, sehat, dan nyaman.
Menjelang fase kepulangan dan perjalanan ke Madinah, jemaah diharapkan lebih fokus menjaga kebugaran tubuh.
Dengan kondisi fisik yang prima, seluruh proses ibadah hingga kepulangan ke Tanah Air dapat dijalani dengan lebih lancar dan optimal.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Usai Armuzna, Wamenhaj Ingatkan Jamaah Haji Hindari Aktivitas Tambahan yang Menguras Tenaga".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang