Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Muhasabah Menyambut Pergantian Tahun

Kompas.com, 5 Juni 2026, 06:50 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang momentum muhasabah menyambut pergantian tahun, yang disusun berdasar teks khutbah KH Malkan Almasqo, S IP MAP, Ketua Komisi Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI Kota Tangerang yang dilansir dari laman MUI.

Baca juga: Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Menjemput Ampunan dan Keberkahan di Hari Jumat

اَلسَّلَامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُ وَ وَالاَهُ وَ سَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

اَمَّا بَعْدُ :فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللَّهُ تَعَالٰى : اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

“Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.”

(QS Al-Furqan: 62)

Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala..

Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan kasih sayang-Nya kita masih diberi kesempatan hidup, beribadah, dan memperbaiki diri hingga saat ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Dalam kesempatan ini khatib berwasiat kepada hadirin sekalian wabilkhusus bagi diri sendiri marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan senantiasa melaksanakan semua yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhkan diri kita dari semua yang dilarang oleh-Nya. Dengan demikian mudah-mudahan kita sampai kepada derajat yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. “ ( QS. Al Hujuraat [ 49 ] ayat 13 )

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah...

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan kini kita telah sampai di penghujung tahun. Tidak lama lagi kita akan memasuki tahun baru, sebuah momentum yang patut kita sambut bukan dengan pesta dan hura-hura, tetapi dengan muhasabah, introspeksi diri, dan tekad untuk memperbaiki amal serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena sesungguhnya pergantian waktu adalah tanda kekuasaan Allah dan pengingat bahwa umur kita semakin berkurang. Allah berfirman dalam Alquran:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

“Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.” (QS Al-Furqan: 62)

Setiap kali tahun berganti, sejatinya kita sedang mendekat kepada akhir kehidupan, bukan menjauh darinya. sejatinya bukan usia kita yang bertambah, tetapi berkurang. Bertambahnya tahun berarti berkurangnya jatah hidup di dunia.

Maka, tahun baru seharusnya menjadi waktu merenungi amal, bukan bersenang-senang tanpa arah. Setiap kali tahun berganti, Maka, yang paling bijak adalah menjadikan pergantian tahun sebagai pengingat untuk memperbanyak amal saleh dan meninggalkan dosa.

Rasulullah saw bersabda:

اَلكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللّٰهِ الأَمَانِيَّ

“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah." (HR Tirmidzi)

Jamaah yang dirahmati Allah..

Mari kita jadikan momen pergantian tahun sebagai waktu untuk muhasabah. Sudahkah shalat kita lebih khusyuk? Sudahkah kita lebih jujur dalam bekerja? Sudahkah kita lebih taat kepada orang tua dan lebih banyak menolong sesama?

Pergantian tahun seharusnya juga menjadi momentum muhasabah — introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah kita lalui, sekaligus kesempatan untuk menyiapkan bekal bagi perjalanan panjang menuju akhirat. Allah SWT mengingatkan dalam Alquran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللّٰهَ إِنَّ اللّٰهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa seorang mukmin yang cerdas adalah yang selalu memperhatikan amalnya, menimbang apa yang telah ia persiapkan untuk kehidupan setelah kematian. Sebab dunia ini hanyalah tempat singgah sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang kekal.

Jika tahun yang telah kita lalui masih banyak kesalahan dan kelalaian, maka tahun yang akan datang harus kita isi dengan tekad dan amal saleh yang lebih baik. Sebab, Allah mencintai orang-orang yang senantiasa memperbaiki diri.

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS Al-Baqarah: 222)

Oleh karena itu, kaum Muslimin yang berbahagia...

Mari kita sambut tahun baru ini dengan taubat, niat yang ikhlas, dan semangat memperbaiki amal. Jangan sia-siakan waktu yang Allah berikan. Waktu adalah amanah, dan setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah saw pernah bersabda yang artinya :

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan.” (HR Tirmidzi)

Hadits ini mengajarkan kita agar tidak terlena oleh kesenangan dunia. Jangan sampai pergantian tahun hanya diisi dengan pesta, hura-hura, dan kemaksiatan. Sebaliknya, jadikanlah ia sebagai malam renungan dan tobat, malam untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang telah lalu.

Kaum Muslimin yang berbahagia,

Lalu, apa saja bekal yang seharusnya kita siapkan di pergantian tahun ini?

1. Bekal Iman dan Takwa

Inilah bekal utama yang paling berharga. Allah SWT berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS Al-Baqarah: 197). Takwa adalah menjaga diri dari murka Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

2. Bekal Amal Saleh

Setiap amal yang kita lakukan, sekecil apapun, akan kembali kepada kita.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ، وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa berbuat kebaikan seberat zarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasannya); dan barang siapa berbuat kejahatan seberat zarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasannya).”

(QS Az-Zalzalah: 7–8)

3. Bekal Taubat dan Istighfar

Tidak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi Allah Maha Pengampun bagi mereka yang bertaubat.

Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُ ون“ Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR Tirmidzi)

Maka, jadikan pergantian tahun sebagai saat terbaik untuk memohon ampun dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.

Jamaah rahimakumullah...

Waktu adalah amanah yang sangat berharga. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali. Rasulullah saw bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh banyak manusia: nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Maka, sebelum tahun ini berakhir, marilah kita gunakan sisa waktu untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, menolong sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga tahun yang akan datang menjadi tahun penuh keberkahan, ketakwaan, dan kebaikan bagi kita semua.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Marmer Thassos, Rahasia Sistem Pendingin Alami Masjid Nabawi yang Bikin Nyaman Jemaah
Marmer Thassos, Rahasia Sistem Pendingin Alami Masjid Nabawi yang Bikin Nyaman Jemaah
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026 tentang Pancasila, Ini Nilai Islam dalam Lima Sila
Khutbah Jumat 5 Juni 2026 tentang Pancasila, Ini Nilai Islam dalam Lima Sila
Aktual
Transformasi Kultural Pelayanan Haji Indonesia
Transformasi Kultural Pelayanan Haji Indonesia
Aktual
5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib, Jadi Penentu Sahnya Shalat Jumat
5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib, Jadi Penentu Sahnya Shalat Jumat
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Muhasabah Menyambut Pergantian Tahun
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Muhasabah Menyambut Pergantian Tahun
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Memahami Sikap Ikhlas saat Beramal
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Memahami Sikap Ikhlas saat Beramal
Aktual
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Aktual
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Aktual
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Aktual
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Aktual
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Aktual
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Aktual
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Aktual
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com