KOMPAS.com – Banyak orang mengira ibadah yang berpahala besar harus dilakukan dengan amalan yang berat dan memerlukan waktu panjang.
Padahal, dalam Islam terdapat sejumlah dzikir yang sangat singkat diucapkan, tetapi memiliki pahala yang luar biasa besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bahkan menyebut beberapa kalimat dzikir sebagai amalan yang ringan di lisan, tetapi berat dalam timbangan amal pada hari kiamat.
Kalimat-kalimat itu dapat dibaca kapan saja: setelah shalat, saat bekerja, dalam perjalanan, menjelang tidur, maupun ketika hati sedang diliputi kegelisahan.
Di tengah kesibukan hidup modern yang serba cepat, dzikir menjadi salah satu ibadah yang paling mudah diamalkan.
Tidak memerlukan biaya, tidak dibatasi tempat, dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan pahala yang sangat besar.
Dalam kitab Hisnul Muslim (Benteng Muslim) karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, berbagai dzikir pilihan yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis shahih dihimpun sebagai amalan harian seorang Muslim. Banyak di antaranya merupakan dzikir pendek yang memiliki keutamaan luar biasa. Lalu apa saja dzikir yang dimaksud?
Allah SWT berulang kali memerintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak dzikir.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Yā ayyuhalladzīna āmanudzkurullāha dzikran katsīrā.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab: 41)
Menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, dzikir merupakan amalan yang dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, baik berdiri, duduk, berjalan maupun berbaring. Karena itulah dzikir menjadi salah satu ibadah yang paling luas pintunya bagi setiap Muslim.
Sementara Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa dzikir adalah makanan hati. Ketika hati jauh dari dzikir, ia akan kehilangan ketenangan dan kekuatannya.
Baca juga: Dzikir Pagi Rasulullah Arab, Latin, & Arti untuk Memohon Perlindungan
Di antara dzikir paling populer dan paling sering dianjurkan Rasulullah SAW adalah kalimat ini.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Subhānallāhi wa biḥamdihī, subhānallāhil ‘aẓīm
Artinya: "Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung."
Kalimat ini menggabungkan tasbih dan tahmid sekaligus. Seorang hamba bukan hanya menyucikan Allah dari segala kekurangan, tetapi juga mengakui seluruh kesempurnaan-Nya melalui pujian.
Rasulullah SAW bersabda:
"Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai Ar-Rahman adalah Subhanallah wabihamdihi, Subhanallahil 'adzim." (HR. Bukhari dan Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan betapa luas rahmat Allah. Hanya dengan beberapa kata yang mudah diucapkan, seorang Muslim dapat memperoleh pahala yang sangat besar.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menempatkan hadis ini dalam bab keutamaan dzikir sebagai pengingat bahwa amalan sederhana bisa menjadi penyebab tingginya derajat seseorang di akhirat.
Keutamaan Lainnya:
Banyak ulama menyebut dzikir ini sebagai kalimat tawakal yang paling sempurna.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Lā haula wa lā quwwata illā billāh
Artinya: "Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Kalimat ini mengajarkan bahwa segala kemampuan manusia pada hakikatnya berasal dari Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu simpanan dari simpanan-simpanan surga? Yaitu la haula wa la quwwata illa billah."
Menurut Imam An-Nawawi, dzikir ini mengandung makna penyerahan diri total kepada Allah. Seorang hamba mengakui bahwa ia tidak mampu menghindari keburukan maupun meraih kebaikan kecuali dengan izin-Nya.
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi juga menyebut hauqalah sebagai kalimat yang sangat dianjurkan ketika menghadapi kesulitan, musibah, maupun beban hidup yang terasa berat.
Fadhilah Hauqalah:
Baca juga: Doa dan Dzikir Mustajab Setelah Sholat Hajat Arab, Latin, dan Artinya
Rasulullah SAW menyebut empat dzikir yang menjadi inti pengagungan kepada Allah.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Rasulullah SAW bersabda:
"Kalimat yang paling dicintai Allah ada empat: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar." (HR. Muslim)
Keempat dzikir ini merangkum inti ajaran Islam:
Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa keempat kalimat ini merupakan dzikir paling utama karena mencakup seluruh bentuk penghambaan kepada Allah.
Waktu Terbaik Mengamalkannya:
Dzikir berikut ini merupakan salah satu amalan yang paling banyak disebut dalam hadis-hadis shahih.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa mengucapkannya seratus kali dalam sehari, maka ia memperoleh pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, dicatat seratus kebaikan, dihapus seratus keburukan dan menjadi perlindungan dari setan hingga petang." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam kitab Hisnul Muslim, dzikir ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan dibaca setiap pagi.
Hikmah tahlil ini mengingatkan manusia bahwa seluruh kekuasaan, pujian, dan pengaturan alam semesta berada dalam genggaman Allah semata.
Baca juga: Amalan Sebelum Tidur: Dzikir & Doa Malam Sunnah yang Menenangkan Hati
Ketika menghadapi masalah, tekanan hidup, atau situasi yang menakutkan, Rasulullah SAW mengajarkan kalimat ini.
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Ḥasbunallāhu wa ni‘mal wakīl
Artinya: "Cukuplah Allah bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung."
Dzikir ini diabadikan dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 173.
Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, kalimat tersebut diucapkan para sahabat ketika mereka mendapat ancaman besar dari musuh. Namun ancaman itu justru membuat keimanan mereka bertambah kuat.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menjelaskan bahwa kalimat ini merupakan dzikir yang sangat ampuh untuk menghadapi rasa takut dan kesulitan hidup.
Fadhilah Hasbunallah:
Banyak orang heran mengapa beberapa kalimat sederhana memiliki pahala yang begitu besar. Para ulama menjelaskan bahwa nilai sebuah amalan tidak selalu diukur dari lamanya waktu yang dibutuhkan, tetapi dari keikhlasan, kandungan makna, dan kemuliaan dzikir itu sendiri.
Dalam kitab Al-Wabil Ash-Shayyib, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa dzikir adalah salah satu ibadah yang paling dicintai Allah karena membuat hati selalu terhubung dengan-Nya.
Karena itu, jangan pernah meremehkan dzikir-dzikir pendek yang diajarkan Rasulullah SAW. Bisa jadi beberapa kalimat yang hanya membutuhkan beberapa detik untuk diucapkan justru menjadi amalan yang paling berat timbangannya pada hari kiamat.
Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan modern, lima dzikir ini menjadi pengingat bahwa jalan menuju pahala besar tidak selalu sulit.
Kadang ia hadir dalam bentuk kalimat-kalimat sederhana yang terus dibaca dengan penuh iman, keyakinan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang