Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memaknai Pergantian Tahun dan Hakikat Masa

Kompas.com, 11 Juni 2026, 22:08 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang memaknai tahun baru Islam, yang disusun berdasar teks khutbah KH Arif Rokhman MA, Sekretaris 2 MUI Kota Tangerang yang dilansir dari laman MUI.

Baca juga: Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Peristiwa Hijrah yang Titik Awal Kejayaan Islam

اَلسَّلَا مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدَ ِللّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِن سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ

وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،

قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِإِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَقَالَ،يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَصُوحًا ، عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ

عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ،

صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ، أَمَّا بَعْدُ

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT

Puji dan syukur alhamdulillah marilah kita sama-sama panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, kita masih mendapatkan nikmat iman dan nikmat Islam, kita masih mendapatkan nikmat sehat, nikmat panjang umur, dan nikmat kekuatan, sehingga hati ini terpanggil untuk senantiasa menjalankan perintah Allah, dan duduk bersimpuh di tempat yang insya Allah penuh berkah ini, semoga senantiasa kita dipelihara oleh Allah dan diberi istiqamah hingga pengujung usia. Amin ya Allah, Amin rabbal-alamin.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang dan kita tercatat sebagai umat yang senantiasa berusaha menjalankan ajarannya dan meneladani akhlak mulianya. Shalawat dan salam juga semoga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya, serta kepada kita yang senantiasa berharap rida dan syafaatnya pada hari Kiamat nanti, Amin ya mujibassa’ilin.

Melalui mimbar jumat ini Khatib berwasiat marilah kita selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah yang beruntung di dunia dan akhirat.

Hadirin sidang jumah yang dirahmati Allah SWT

Seiring dengan berjalannya waktu di pengujung tahun Hijriyah. Begitu pula sebagai individu tak terkecualikan perlu merefleksi diri bahwa sebentar lagi memasuki tahun yang baru, artinya setiap waktu dalam satu tahun tentunya harus banyak memiliki makna dan waktu yang telah lewat tidak tersia-siakan.

Karena waktu sangat berharga sekali sebab kesuksesan seseorang akan ditentukan oleh proses waktu yang ditempuhnya. Apakah yang dimaksud dengan katagori sukses. Kesuksesan seseorang akan tercapai apabila mampu mengelola keseimbangan antara urusan -urusan yang berkaitan dengan keduniawian sejalan dengan tujuan tujuan akhirat.

Islam tidak hanya mengutamakan kehidupan akhirat di atas kehidupan dunia tetapi kedua-dunya harus seiring dan sejalan, dua kehidupan tersebut dikontraskan sebagai mana Alquran menggambarkan kehidupan dunia dengan istilah “tempat permainan” belaka.

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

Artinya ''Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya seandainya mereka mengetahui.'' (QS al-Ankabut: 64)

Demikanlah bahwa waktu terus berjalan, dan takkan berulang kembali. Manusia dituntut untuk memaksimalkan waktu sehingga tak menyesal di kehidupan kelak. Orang-orang yang menyesal di akhirat digambarkan oleh Alquran merengek-rengek minta kembali agar bisa memperbaiki perilakunya.

حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang yang durhaka itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS Al-Mu’minun: 99-100)

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah SWT

Imam Al-Ghazali mengatakan, ketika seseorang disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya, sesungguhnya ia sedang menderita kerugian yang besar. Sebagaimana yang ia nyatakan dalam Kitab Ayyuhal Walad yang artinya sebagai berikut ini:

"Pertanda bahwa Allah ta'ala sedang berpaling dari hamba adalah disibukkannya hamba tersebut dengan hal-hal yang tak berfaedah. Dan satu saat saja yang seseorang menghabiskannya tanpa ibadah, maka sudah pantas ia menerima kerugian yang tak berkesudahan.”

Sisa- sisa usia kita merupakan kesempatan untuk berbenah, memperbaiki yang belum sempurna, dari perilaku hidup kita di dunia. Tahun baru lebih tepat menjadi momen muhasabah (introspeksi) dan ishlah (perbaikan) untuk kebaikan masa yang di depan. Syekh Ahmad ibnu Atha'illah as-Sakandari dalam al-Hikam menyampaikan:

"Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah."

Semoga kita menjadi pribadi orang-orang yang mampu menunaikan penghambaan, di sisa usia kita dengan sebijak-bijaknya, dan terhindar dari amal perbuatan dan perkataan yang sia-sia. Amiin. Wallahu a’lam bisshawâb.

Menyadari tentang waktu yang tak akan pernah berulang, maka tidak ada pilihan lain kecuali mengisinya dengan segala hal yang bermanfaat. Hidup ini sejatinya hanya menunggu waktu, sementara kita tidak pernah tahu kapan waktu itu akan tiba.

Yang pasti usia kita terus berkurang terkikis oleh pergantian waktu. Oleh karena itu, di sisa usia yang diberikan Allah ini mari kita gunakan sebaik-baiknya dengan amal saleh. Kematian tidak pernah memihak dan berkompromi terhadap usia. Anak-anak, tua, muda bila waktunya sudah tiba, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Rasulullah SAW pernah ditanya oleh para sahabat perihal paling baik dan buruknya manusia. Kemudian Nabi menjelaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang oleh Allah diberikan umur panjang, kemudian digunakan untuk melakukan kebaikan. Sebaliknya, paling buruk manusia adalah mereka yang diberikan umur yang panjang, namun panjangnya umur tersebut digunakan untuk keburukan. Hadits ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam karyanya Lathaiful Ma’arif fima li Mawasimil ‘Am minal Wazhaif, Nabi bersabda:

وَفِي التِّرْمِذِي عَنْهُ صَلىَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَمَ أَنَّهُ سُئِلَ: أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ. قِيْلَ: فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ؟ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَ سَاءَ عَمَلُهُ

Artinya, “Dalam riwayat Imam at-Tirmidzi, dari Rasulullah saw bahwa ia pernah ditanya: siapakah paling baiknya manusia? Nabi menjawab: orang yang dikaruniai umur panjang dan baik (benar) perbuatannya. Ditanyakan lagi: Dan siapakah paling jeleknya manusia? Nabi menjawab: orang yang panjang umurnya dan jelek perbuatannya.”

Dari hadits ini dapat dipahami, bahwa umur yang panjang tidak hanya menjadi nikmat dari Allah SWT, tetapi juga menjadi penentu kebaikan dan keburukan manusia. Mereka yang dikaruniai umur panjang, kemudian umur tersebut digunakan untuk mengerjakan kebaikan, memperbanyak ibadah, dan terus konsisten dalam ketaatan, maka termasuk dalam golongan paling baiknya manusia.

Pasalnya mereka telah dikaruniai umur panjang dan berhasil menggunakannya untuk kebaikan. Begitu juga sebaliknya, orang yang dikaruniai umur panjang oleh Allah namun tidak ada tambahan kebaikan sama sekali dalam hidupnya, justru selalu melakukan keburukan, kemaksiatan, melanggar perintah-perintah Allah, dan tidak pernah menunaikan kewajiban-Nya, maka orang ini termasuk dalam golongan orang-orang yang buruk.

Oleh karena itu, marilah jadikan setiap waktu yang terus berlalu ini sebagai momentum untuk merenungi hakikat umur yang telah diberikan oleh Allah SWT. Sudahkah tambahan umur juga menjadi perantara untuk menambah kebaikan, menambah ibadah dan ketaatan? Atau justru sebaliknya, kemaksiatan terus bertambah dan kejelekan terus dilakukan.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam salah satu karyanya mengatakan, bahwa bertambahnya umur dan kebaikan menjadi barometer keimanan seseorang. Karena orang-orang yang beriman akan terus bertambah kebaikannya seiring dengan bertambahnya umur. Dalam kitab Lathaiful Ma’arif dijelaskan:

فَالْمُؤْمِنُ الْقَائِمُ بِشُرُوْطِ الْإِيْمَانِ لَا يَزْدَادُ بِطُوْلِ عُمْرِهِ إِلاَّ خَيْرًا وَمَنْ كَانَ كَذَلِكَ فَالْحَيَاةُ خَيْرٌ لَهُ مِنَ الْمَوْتِ

Artinya, “Maka orang beriman yang menunaikan semua ketentuan-ketentuan iman, tidak akan bertambah dari panjangnya umur selain (juga bertambah) kebaikan. Dan, siapa saja yang bisa seperti ini, maka hidup (di dunia) lebih baik baginya daripada mati.”

Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita semua agar senantiasa berdoa kepada Allah, menjadikan hidup di dunia sebagai ajang untuk selalu menambah kebaikan. Adapun lafal doanya adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِيْ فِي كُلِّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُللِّ شَرٍّ

Artinya, “Ya Allah, jadikanlah kehidupan ini sebagai nilai tambah bagiku dalam semua kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai peristirahatan bagiku dari segala kejahatan.”

Jamaah hadirin rahimakumullah

Marilah kita untuk senantiasa berpacu dengan kebaikan (fastabiqul khairat) menyongsong pergantian tahun dengan penuh semangat yaitu pada 2025 lebih baik dari tahun sebelumnya, agar meraih segala cita dalam mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Demikian khutbah Jumat singkat ini. Semoga bisa menjadi perantara untuk memacu diri meningkatkan kebaikan, ketaatan, dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Mari kita isi waktu demi waktu yang terus berjalan ini dengan hal-hal yang bermanfaat, sebagai bagian dari ikhtiar kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.

بَارَكَ اللّٰهُوَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.. وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ziarah ke Taif, Menelusuri Jejak Dakwah Rasulullah di Masjid Abdullah bin Abbas
Ziarah ke Taif, Menelusuri Jejak Dakwah Rasulullah di Masjid Abdullah bin Abbas
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026:  Memaknai Pergantian Tahun dan Hakikat Masa
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memaknai Pergantian Tahun dan Hakikat Masa
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Peristiwa Hijrah yang Titik Awal Kejayaan Islam
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Peristiwa Hijrah yang Titik Awal Kejayaan Islam
Aktual
UMM Siapkan Pabrik Infus untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional
UMM Siapkan Pabrik Infus untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional
Aktual
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Libatkan Tokoh Muda NU untuk Perkuat Organisasi
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Libatkan Tokoh Muda NU untuk Perkuat Organisasi
Aktual
Kemenag Gelar Peaceful Muharam Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Lebaran Yatim hingga Nikah Massal
Kemenag Gelar Peaceful Muharam Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Lebaran Yatim hingga Nikah Massal
Aktual
Menunggu Jadwal Pulang, Jemaah Haji Aceh Perbanyak Ibadah dan Ziarah di Madinah
Menunggu Jadwal Pulang, Jemaah Haji Aceh Perbanyak Ibadah dan Ziarah di Madinah
Aktual
Kemenhaj Ungkap Tips Hindari Badal Haji Fiktif, Jangan Tergiur Tarif Murah
Kemenhaj Ungkap Tips Hindari Badal Haji Fiktif, Jangan Tergiur Tarif Murah
Aktual
Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli
Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli
Aktual
9 Adab Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar, Tidak Sekadar Melafalkan Ayat
9 Adab Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar, Tidak Sekadar Melafalkan Ayat
Aktual
Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya
Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki
Aktual
Isi Ka'bah yang Jarang Diketahui, Ada Ruang Sederhana Bermakna Sejarah dan Spiritual
Isi Ka'bah yang Jarang Diketahui, Ada Ruang Sederhana Bermakna Sejarah dan Spiritual
Aktual
Tangis Haru Nenek Jumaria Ikon Mecca Route, Tuntaskan Haji: Ingin Kembali Lagi ke Tanah Suci
Tangis Haru Nenek Jumaria Ikon Mecca Route, Tuntaskan Haji: Ingin Kembali Lagi ke Tanah Suci
Aktual
Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasu'a dan Asyura? Ini Hukumnya
Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasu'a dan Asyura? Ini Hukumnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com