Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam

Kompas.com, 12 Juni 2026, 12:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Mekkah merupakan kota suci yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Selain menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, kota ini juga menjadi pusat ibadah umat Islam dari seluruh dunia.

Sejak masa Nabi Ibrahim AS hingga era modern saat ini, Mekkah terus memainkan peran penting dalam perkembangan agama dan peradaban manusia.

Baca juga: Asal Usul Suku Quraisy, Penguasa Mekkah di Zaman Nabi Muhammad SAW

Tak heran jika kota suci ini selalu menjadi tujuan jutaan Muslim yang datang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya.

Mekkah, Kota Kelahiran Nabi Muhammad SAW 

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah yang bertepatan dengan 21 April 571 Masehi.

Baca juga: Mengenal Masjid Tanim atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah

Tahun kelahiran beliau dikenal dengan peristiwa pasukan bergajah pimpinan Abrahah yang berusaha menghancurkan Ka'bah, namun digagalkan oleh burung Ababil sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Fil.

Sejak kelahiran Rasulullah SAW, Mekkah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan perkembangan Islam.

Kota ini juga dikenal sebagai pusat spiritual yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Letak Geografis dan Keistimewaan Mekkah

Secara geografis, Mekkah berada di sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan, sekitar 72 kilometer dari Jeddah di pesisir Laut Merah.

Kota ini berada pada ketinggian sekitar 277 meter di atas permukaan laut.

Mekkah menjadi lokasi berdirinya Ka'bah, bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam saat melaksanakan shalat.

Selain itu, di kawasan Jabal Nur terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.

Keberadaan berbagai situs bersejarah tersebut menjadikan Mekkah sebagai salah satu kota paling penting dalam perjalanan agama Islam.

Sejarah Awal Berdirinya Kota Mekkah

Sejarah Mekkah berawal dari masa Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

Atas perintah Allah SWT, keduanya membangun Ka'bah sebagai pusat ibadah umat manusia.

Di lembah yang awalnya tandus itu kemudian muncul Sumur Zamzam yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.

Keberadaan air Zamzam menarik banyak orang untuk menetap dan membangun permukiman di kawasan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Mekkah berkembang menjadi pusat perdagangan penting yang dikelola oleh suku Quraisy.

Letaknya yang strategis menjadikan kota ini sebagai jalur perdagangan yang menghubungkan berbagai wilayah di Jazirah Arab.

Asal-usul Nama Mekkah

Asal-usul dan arti nama Mekkah memiliki sejumlah penjelasan dalam literatur Islam.

Dalam bahasa Arab, kata "makka" diartikan sebagai menghapus atau membersihkan, yang dimaknai sebagai tempat penghapusan dosa bagi para peziarah yang datang beribadah.

Selain itu, kota ini juga dikenal dengan nama Bakkah yang berarti tempat berkumpul.

Sebutan tersebut sesuai dengan peran Mekkah sebagai pusat pertemuan umat Islam dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji.

Mekkah dan Jejak Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW

Pada masa Nabi Muhammad SAW, Mekkah menjadi pusat dakwah Islam yang menghadapi berbagai tantangan.

Rasulullah SAW dan para pengikutnya mendapat penolakan keras dari kaum Quraisy yang masih mempertahankan tradisi penyembahan berhala.

Tekanan dan intimidasi yang terus berlangsung akhirnya mendorong Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat berhijrah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Peristiwa hijrah tersebut kemudian dijadikan sebagai awal penanggalan kalender Hijriah.

Delapan tahun setelah hijrah, Rasulullah SAW kembali ke Mekkah dalam peristiwa Fathul Makkah atau penaklukan Mekkah secara damai.

Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan Islam.

Perkembangan Mekkah hingga Era Modern

Dalam perjalanan sejarah berikutnya, Mekkah berada di bawah kekuasaan Turki Usmani sejak abad ke-16.

Kota suci ini kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Arab Saudi pada abad ke-20.

Berbagai proyek modernisasi terus dilakukan untuk mendukung pelayanan bagi jemaah haji dan umrah.

Salah satunya adalah perluasan Masjidil Haram yang mampu menampung jutaan jemaah setiap tahun.

Pembangunan Menara Abraj Al-Bait atau Menara Jam Mekkah juga menjadi simbol perkembangan kota modern yang tetap mempertahankan nilai sejarah dan spiritualnya.

Mekkah dan Simbol Persatuan Umat Islam Dunia

Saat ini, Mekkah tidak hanya dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi simbol persatuan umat Islam di seluruh dunia.

Jutaan Muslim dari berbagai negara datang ke kota ini setiap tahun untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Keberadaan Mekkah sebagai pusat spiritual dunia Islam menjadikannya salah satu kota paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia.

Meski terus berkembang dengan berbagai pembangunan infrastruktur modern, Mekkah tetap mempertahankan identitasnya sebagai kota suci yang menyimpan jejak sejarah, nilai keagamaan, dan warisan spiritual yang mendalam bagi umat Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
Aktual
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Menag Nasaruddin: Hasil KUII VIII MUI Jadi Program Kerja Pemerintah
Aktual
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
KUII VIII MUI Hasilkan 12 Rekomendasi, Dorong Danantara Syariah hingga RUU Pencegahan LGBTQ
Aktual
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Aktual
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Aktual
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Aktual
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Aktual
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Aktual
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Aktual
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Aktual
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar