Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Awal Tahun Islam 1448 H, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 15 Juni 2026, 09:46 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun setelah masuk waktu Maghrib yang menandai datangnya 1 Muharam.

Amalan ini biasa dilakukan saat pergantian Tahun Baru Islam sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Doa awal tahun Hijriyah berisi harapan agar tahun baru dipenuhi amal baik, dijauhkan dari godaan setan, dan dikuatkan dalam mengendalikan hawa nafsu.

Dilansir dari MUI, berdasarkan keterangan dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, doa awal tahun ini dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.

Baca juga: Ragam Tradisi 1 Muharram untuk Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Bacaan doa awal tahun Islam

Doa awal tahun Islam dapat dibaca setelah waktu Maghrib ketika tanggal 1 Muharam telah masuk.

Berikut bacaan doa awal tahun Hijriyah lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:

Arab:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تَمْلأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُوراً، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالْإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin:

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm. Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin shalātan tamla’u khazā’inallāhi nūran, wa takūnu lanā walil-mu’minīna farajan wa faraḥan wa surūran, wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallim taslīman katsīrān. Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa ‘alā fadllikal-‘adhīmi wa karīmi jūdikal-‘amīm al-mu’awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala. As’alukal-‘ishmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā’ihī, wal-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā Dzal-jalāli wal-ikrām. Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan (limpahkan pula) kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercurah atas mereka.”

Baca juga: Ragam Tradisi 1 Muharram untuk Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Dianjurkan dibaca tiga kali

Dalam keterangannya, doa awal tahun Islam dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.

Anjuran ini disebutkan dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur.

Doa tersebut dibaca sebagai ikhtiar spiritual agar seorang Muslim mendapat perlindungan dari godaan setan dan diberi kekuatan untuk memperbanyak amal saleh.

Selain itu, doa awal tahun juga menjadi pengingat agar pergantian tahun Hijriyah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan kalender.

Keutamaan membaca doa awal tahun

Para ulama menjelaskan adanya keutamaan dalam amalan membaca doa awal tahun.

Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus al-Makki asy-Syafi’i dalam kitabnya menuturkan bahwa orang yang membaca doa ini tiga kali akan mendapat penjagaan dari gangguan setan dan para pengikutnya sepanjang tahun yang akan dijalani.

يَقْرَؤُهُ ثَلَاثًا؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: اسْتَأْمَنَ عَلَى نَفْسِهِ فِيمَا بَقِيَ مِنْ عُمْرِهِ، وَتُوُكِّلَ بِهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَتْبَاعِهِ

“Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Ia telah mengamankan dirinya untuk sisa umurnya. Lalu dua malaikat ditugaskan untuk menjaganya dari setan dan para pengikutnya.” (Kanzun Najah wa As-Surur [Beirut: Dar Al-Hawi], h. 68-69)

Keutamaan ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mengawali tahun baru dengan doa dan harapan yang baik.

Dengan membaca doa awal tahun, seorang Muslim berharap hari-hari yang dilalui pada tahun baru dipenuhi keberkahan dan dijauhkan dari tipu daya setan.

Baca juga: Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya

Makna doa awal tahun Islam

Doa awal tahun Islam memuat permohonan perlindungan dari setan dan para pengikutnya.

Doa ini juga berisi permintaan pertolongan kepada Allah SWT agar seorang Muslim mampu mengendalikan hawa nafsu.

Selain itu, doa tersebut mengandung harapan agar seorang hamba disibukkan dengan amal yang mendekatkannya kepada Allah SWT.

Isi doa ini sejalan dengan makna Tahun Baru Islam sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.

Momentum memperbaiki diri

Pergantian tahun Hijriyah tidak hanya menjadi penanda bergantinya angka dalam kalender Islam.

Momen 1 Muharam dapat dimaknai sebagai waktu untuk memperbarui tekad, mengevaluasi diri, dan memperbanyak amal kebaikan.

Mengawali tahun baru dengan doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang diajarkan para ulama.

Umat Islam juga dapat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 H sebagai kesempatan untuk memohon ampunan, perlindungan, kemudahan, dan keberkahan kepada Allah SWT.

Baca juga: Kemenag Gelar Peaceful Muharam Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Lebaran Yatim hingga Nikah Massal

Penutup

Doa awal tahun Islam 1448 H dapat dibaca setelah Maghrib saat memasuki tanggal 1 Muharam.

Bacaan ini berisi permohonan agar Allah menjaga seorang hamba dari godaan setan, membantu mengendalikan hawa nafsu, dan membimbingnya menuju amal yang mendekatkan diri kepada-Nya.

Selain membaca doa akhir tahun, umat Islam juga dapat mengamalkan doa awal tahun sebagai bagian dari ikhtiar menyambut Tahun Baru Islam dengan hati yang lebih baik.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, menjaga umat Islam dari berbagai keburukan, serta melimpahkan keberkahan, kemudahan, dan kebaikan yang lebih luas di Tahun Baru Islam 1448 H.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com