Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah

Kompas.com, 24 Juni 2026, 13:33 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com – Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) yang memiliki keistimewaan besar dalam Islam.

Selain menjadi penanda awal tahun Hijriyah, Muharram juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya melalui puasa Asyura yang dilaksanakan setiap 10 Muharram.

Puasa Asyura bukan sekadar amalan sunnah biasa. Ibadah ini memiliki sejarah panjang yang telah dikenal sejak masa para nabi terdahulu. Bahkan, menurut ulama besar Imam Ibn Rajab al-Hanbali, puasa Asyura telah menjadi tradisi para nabi sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab Lathaif al-Ma'arif, Ibn Rajab menjelaskan bahwa Nabi Nuh AS dan Nabi Musa AS juga melaksanakan puasa pada hari Asyura karena keutamaannya yang sangat agung.

Baca juga: Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya

“Hari Asyura memiliki keutamaan yang sangat agung dan kemuliaan yang telah dikenal sejak dahulu. Puasa pada hari tersebut karena keutamaannya telah dikenal di kalangan para nabi. Bahkan, Nabi Nuh dan Nabi Musa ‘Alaihimassalam juga berpuasa pada hari itu,” tulis Ibn Rajab.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa puasa Asyura merupakan ibadah yang memiliki akar sejarah kuat dalam tradisi kenabian dan terus diwariskan hingga masa Rasulullah SAW.

Menghapus Dosa Setahun

Salah satu keutamaan terbesar puasa Asyura adalah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa selama satu tahun yang telah lalu. Keutamaan ini ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

*"Aku berharap kepada Allah agar puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Dan aku berharap kepada Allah agar puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu."* (HR Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar kuat bagi para ulama untuk menganjurkan umat Islam melaksanakan puasa Asyura dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Syekh Abdurrahman al-Mubarakfuri menjelaskan bahwa makna penghapusan dosa dalam hadis tersebut bukan hanya pengampunan dosa-dosa kecil yang telah lalu, tetapi juga dapat dimaknai sebagai penjagaan Allah dari perbuatan maksiat pada masa mendatang atau pemberian pahala dan rahmat yang besar kepada pelakunya.

Mengapa Asyura Menghapus Satu Tahun, Sedangkan Arafah Dua Tahun?

Para ulama juga memberikan penjelasan mengenai perbedaan keutamaan antara puasa Arafah dan puasa Asyura.

Dalam *Hasyiyah I'anah at-Thalibin*, Syekh Abu Bakr bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan lebih besar karena merupakan amalan yang menjadi kekhususan umat Nabi Muhammad SAW. Sementara puasa Asyura telah dikenal sejak masa Nabi Musa AS dan umatnya.

Karena Nabi Muhammad SAW merupakan nabi yang paling utama, maka amalan yang secara khusus dianugerahkan kepada umat beliau mendapatkan keutamaan yang lebih besar, yakni penghapusan dosa selama dua tahun.

Hikmah Puasa Tasu'a dan Asyura

Selain menganjurkan puasa Asyura pada 10 Muharram, Rasulullah SAW juga mendorong umat Islam untuk berpuasa pada 9 Muharram yang dikenal sebagai puasa Tasu'a.

Para ulama menyebut setidaknya terdapat tiga hikmah dianjurkannya puasa Tasu'a bersama puasa Asyura.

Pertama, untuk menyelisihi tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Kedua, agar puasa Asyura tidak dilakukan secara sendirian, melainkan disertai puasa pada hari lain. Ketiga, sebagai bentuk kehati-hatian dalam menentukan tanggal 10 Muharram agar terhindar dari kekeliruan penetapan hari Asyura.

Penjelasan tersebut termaktub dalam Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah yang menjadi salah satu rujukan penting dalam kajian fikih kontemporer.

Baca juga: MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta

Dengan berbagai keutamaan dan hikmah yang terkandung di dalamnya, puasa Asyura menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram. Ibadah ini tidak hanya menghadirkan peluang pengampunan dosa, tetapi juga menghidupkan tradisi ibadah para nabi serta memperkuat identitas umat Islam dalam menjalankan ajaran agama secara sempurna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com