Editor
KOMPAS.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengaku prihatin dengan kondisi kantor Majelis Ulama Indonesia yang dinilainya belum layak sebagai pusat organisasi keagamaan umat Islam terbesar di Indonesia. Bahkan, ia mengaku merasa gelisah secara moral karena kantor MUI tidak memiliki fasilitas yang memadai, termasuk area parkir kendaraan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Mudzakarah Hukum Nasional yang dihadiri Dewan Pimpinan MUI dan para tokoh hukum di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Menag mengungkapkan kegelisahannya pernah ia sampaikan langsung kepada Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.
Baca juga: Gedung MUI 40 Lantai di HI Dikaitkan dengan Board of Peace, Menag dan MUI: Tak Ada Kaitannya
"Bahkan mohon maaf, saya bilang ke Pak Sekjen, saya nggak bisa tidur enak kalau masih menyaksikan Sekretariat Majelis Ulama seperti itu. Kita umat terbesar di dunia, kantornya nggak ada tempat parkir, susah banget," ujar Nasaruddin.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak sebanding dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Ia menilai MUI sebagai lembaga strategis seharusnya memiliki kantor yang representatif sekaligus menjadi kebanggaan bangsa.
Karena itu, Nasaruddin mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan pemerintah telah memberikan respons positif terhadap usulan pembangunan kantor baru bagi MUI.
Menag mengungkapkan, pemerintah berencana membangun sebuah gedung ikonik setinggi 40 lantai yang akan menjadi kantor masa depan MUI.
Baca juga: Menag Tekankan Gedung MUI Tak Ada Hubungan dengan BoP
"Saya tadi sore juga rapat dengan salah seorang Wakil Menteri. Dan kita akan tindaklanjuti bagaimana supaya nanti tower yang kita akan bangun di depan Hotel Indonesia itu, lantai yang 40 dan itu akan menjadi ikonik. InsyaAllah Presiden sudah merestui. Mohon doanya," katanya.
Jika rencana tersebut terealisasi, Nasaruddin meyakini Indonesia akan memiliki sebuah bangunan monumental yang menjadi simbol kebanggaan umat Islam sekaligus memperkuat peran MUI sebagai lembaga keagamaan nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang