Editor
KOMPAS.com - Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan nyaman bagi para siswa.
Komitmen itu diwujudkan melalui renovasi dan rehabilitasi sejumlah madrasah di berbagai daerah, termasuk MTs Negeri 9 Cirebon yang saat ini tengah menjalani proses pembangunan.
Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah.
Baca juga: Wamenag Sebut Prabowo-Gibran Komitmen Wujudkan Madrasah Lebih Baik
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen menghadirkan fasilitas madrasah yang lebih baik melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Baca juga: Kemenag Ganti Kata Siswa Menjadi Murid untuk Orientasi Madrasah, Mengapa?
Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sarana pendidikan sehingga madrasah memiliki bangunan dan fasilitas yang lebih memadai.
"Niat Bapak Presiden sangat mulia, yakni menghadirkan madrasah yang lebih baik, baik dari sisi bangunan maupun kelengkapan fasilitasnya,” kata Wamenag Romo Muhammad Syafi'i dalam keterangan yang diterima di Cirebon, Jawa Barat, Senin.
Menurut Wamenag, peningkatan infrastruktur madrasah merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan representatif bagi para peserta didik.
Untuk memastikan program berjalan sesuai target, Wamenag Romo Muhammad Syafi'i meninjau langsung progres renovasi dan rehabilitasi MTs Negeri 9 Cirebon pada Minggu (5/7).
Ia menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh seluruh warga madrasah.
“Dengan lingkungan belajar yang nyaman, kami berharap semangat belajar siswa juga semakin meningkat," kata Wamenag Romo Muhammad Syafi'i.
Menurutnya, setiap anggaran negara harus menghasilkan bangunan yang berkualitas.
Karena itu, seluruh proses pembangunan harus dilaksanakan sesuai tujuan serta ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Wamenag menyebut progres renovasi di MTs Negeri 9 Cirebon secara umum berjalan baik.
Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan, seperti pemasangan pintu, jendela, serta penataan area setelah pembangunan selesai.
Ia mengatakan penyempurnaan tersebut akan dikoordinasikan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar hasil pembangunan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag mengapresiasi Kepala MTs Negeri 9 Cirebon beserta guru dan tenaga kependidikan yang tetap mengawal proses pembangunan meski berlangsung pada masa libur sekolah.
Menurutnya, komitmen seluruh warga madrasah menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan selama renovasi berlangsung.
"Kementerian Agama (Kemenag) akan terus mendampingi madrasah. Jika terdapat kendala yang memengaruhi layanan pendidikan, segera sampaikan melalui Kantor Kemenag agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Wamenag Romo Muhammad Syafi'i.
Selain memastikan kualitas pembangunan, Wamenag juga mengajak seluruh warga madrasah membudayakan semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan sekolah.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kemenag juga akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang