Editor
KOMPAS.com - Masjid Istiqlal bersama Kedutaan Besar Belanda meresmikan NL Corner sebagai ruang literasi baru yang memperkenalkan hubungan Indonesia dan Belanda kepada masyarakat.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda, untuk memahami sejarah panjang hubungan kedua negara.
Peresmian NL Corner juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional, terutama dalam bidang kebebasan beragama dan berkeyakinan.
Baca juga: Tak Hanya Jadi Rumah Ibadah, Ini Ragam Program Pemberdayaan Umat di Masjid Istiqlal
Keberadaan sudut baca tersebut menambah koleksi ruang literasi internasional di Perpustakaan Masjid Istiqlal yang telah menghadirkan berbagai negara mitra.
Pengelola Masjid Istiqlal meresmikan NL Corner bersama Ambassador to the Holy See and Special Envoy for Freedom of Religion and Belief of the Kingdom of the Netherlands, Paul Bekkers, di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Alasan Pemimpin Dunia Selalu Datang ke Masjid Istiqlal dan Katedral
Peresmian dilakukan sebagai upaya memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperluas literasi masyarakat mengenai hubungan Indonesia dan Belanda.
Agenda tersebut dipimpin Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan menjadi bagian dari kunjungan Paul Bekkers ke Masjid Istiqlal sebelum melanjutkan kunjungan ke Gereja Katedral Jakarta.
Nasaruddin Umar mengatakan kehadiran NL Corner diharapkan menjadi media pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sejarah panjang hubungan Indonesia dengan Belanda.
“Alangkah indahnya kalau memang generasi muda kita yang sekarang dan akan datang tetap melihat bahwa kita itu pernah punya hubungan yang sangat jauh dengan Belanda. Nah makanya itu kita memamerkan bagaimana Belanda yang pernah tinggal lama bersama kita di sini,” kata Nasaruddin.
Ia menjelaskan Kedutaan Besar Belanda akan melengkapi berbagai fasilitas yang menyajikan informasi lebih luas mengenai Belanda di Indonesia.
Salah satu koleksi yang telah diserahkan kepada Masjid Istiqlal adalah terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Belanda.
Nasaruddin juga menegaskan bahwa Masjid Istiqlal terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama internasional yang dapat memperkuat hubungan antarnegara.
Menurut dia, tidak ada negara yang mampu mencapai tujuannya tanpa menjalin kolaborasi dengan negara lain.
Semakin luas kerja sama yang dibangun, semakin besar pula manfaat yang dapat diperoleh.
“Istiqlal ini akan mencoba untuk menampilkan beberapa negara yang kita anggap penting untuk diperkenalkan di Istiqlal ini,” tambahnya.
Sementara itu, Paul Bekkers mengatakan peresmian NL Corner menjadi simbol eratnya hubungan antara Belanda dan Indonesia.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang belajar untuk mengenal Belanda sekaligus memahami sejarah hubungan kedua negara.
“Tempat ini diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin datang untuk mengenal lebih jauh tentang Belanda, sekaligus memahami hubungan yang erat dan telah terjalin begitu mendalam antara Belanda dan Indonesia,” ucapnya.
NL Corner berada di Perpustakaan Masjid Istiqlal. Sudut baca tersebut didominasi warna oranye sebagai identitas Belanda dan warna hijau yang melambangkan komitmen menjaga lingkungan.
Fasilitas itu juga dilengkapi dekorasi sepeda yang merepresentasikan budaya masyarakat Belanda.
Pada tahap awal, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta menyerahkan sekitar 200 buku bertema keislaman, sejarah, dan kebudayaan dalam bahasa Indonesia, Belanda, dan Inggris.
Penambahan koleksi buku serta penyempurnaan dekorasi dijadwalkan selesai pada akhir 2026.
Dengan hadirnya NL Corner, Perpustakaan Masjid Istiqlal kini memiliki semakin banyak sudut baca dari berbagai negara.
Sebelumnya, perpustakaan tersebut telah menghadirkan corner dari Amerika Serikat, China, Australia, Arab Saudi, dan Turkiye sebagai bagian dari penguatan literasi internasional dan kerja sama antarnegara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang