Editor
KOMPAS.com - Surat Al-Kahfi merupakan salah satu surah dalam Al-Qur'an yang memiliki banyak keistimewaan bagi umat Islam.
Surah ke-18 dalam mushaf Al-Qur'an ini termasuk golongan surah Makkiyah yang terdiri atas 110 ayat dan berada dalam juz 15.
Surat Al-Kahfi berisi sejumlah kisah penuh hikmah, seperti Ashabul Kahfi, Dzulqarnain, hingga kisah Nabi Musa dan Khidir.
Baca juga: Surat Al Kahfi Lengkap: Arab, Terjemahan, dan Keutamaan Membacanya di Hari Jumat
Salah satu waktu yang dianjurkan untuk membaca surat ini adalah hari Jumat, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah riwayat hadis Nabi Muhammad SAW.
Selain keutamaan yang disebutkan dalam hadis, membaca Surat Al-Kahfi juga memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan seorang Muslim.
Baca juga: Surat Al Kahfi: Makna, Kisah, dan Keutamaannya dalam Islam
Surah ini memuat empat kisah utama, yaitu kisah Ashabul Kahfi, kisah pemilik dua kebun, kisah Nabi Musa dan Khidir, serta kisah Dzulqarnain.
Kisah-kisah dalam Surat Al-Kahfi mengandung pelajaran tentang keteguhan iman, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan. Dengan memahami kandungannya, seorang Muslim dapat memperkuat keyakinan kepada Allah SWT.
Surat Al-Kahfi memberikan gambaran bahwa setiap ujian memiliki hikmah yang terkadang tidak langsung dipahami manusia. Kisah Nabi Musa dan Khidir menjadi salah satu contoh penting tentang pentingnya kesabaran dan keyakinan terhadap ketetapan Allah.
Membaca dan merenungkan ayat-ayat Surat Al-Kahfi dapat membantu seorang Muslim lebih memahami kebesaran Allah SWT. Hal tersebut dapat mendorong peningkatan ketakwaan dan rasa tawakal dalam menghadapi berbagai keadaan.
Surat Al-Kahfi juga mengajarkan cara menghadapi berbagai bentuk ujian kehidupan, termasuk godaan harta, kekuasaan, dan keimanan. Karena itu, membaca surat ini menjadi salah satu amalan yang dapat mengingatkan manusia agar tetap berada di jalan Allah SWT.
Keutamaan membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat telah dijelaskan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad SAW.
Amalan ini diyakini menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keberkahan, petunjuk, serta perlindungan dari Allah SWT.
Salah satu hadis yang menjelaskan keutamaan membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat diriwayatkan oleh Abu Sa'id Al-Khudri. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Artinya: "Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan disinari cahaya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa orang yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya dari Allah SWT.
Sebagian ulama memaknai cahaya tersebut sebagai petunjuk, keberkahan, serta perlindungan yang menyertai seorang Muslim hingga Jumat berikutnya.
Selain itu, terdapat pula hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengenai keutamaan Surat Al-Kahfi dalam melindungi seseorang dari fitnah Dajjal.
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
Artinya: "Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, maka dia akan terlindungi dari fitnah Dajjal."
(HR. Muslim)
Meskipun hadis tersebut tidak secara khusus menyebut waktu hari Jumat, kandungan tentang perlindungan dari fitnah Dajjal menunjukkan besarnya keutamaan Surat Al-Kahfi bagi umat Islam.
Hari Jumat disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau rajanya hari karena memiliki berbagai keutamaan dalam Islam.
Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak doa.
Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat bukan hanya memberikan pahala dari membaca ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga memiliki keutamaan khusus sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi SAW.
Selain itu, hari Jumat juga memiliki waktu mustajab, yaitu waktu yang diyakini menjadi kesempatan bagi doa seorang hamba untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Membaca Surat Al-Kahfi yang mengandung banyak pelajaran dan doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memperoleh keberkahan tersebut.
Surat Al-Kahfi memiliki 110 ayat sehingga bagi sebagian orang mungkin membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.
Namun, pembacaan surat ini dapat dilakukan secara bertahap agar lebih mudah diamalkan.
Pembacaan dapat dibagi menjadi beberapa bagian, misalnya bagian pertama dibaca pada malam Jumat, bagian kedua setelah shalat Subuh, dan bagian terakhir setelah shalat Zuhur atau shalat Jumat.
Dengan cara tersebut, umat Islam tetap dapat menjaga kebiasaan membaca Surat Al-Kahfi tanpa merasa terbebani.
Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat merupakan salah satu amalan yang banyak dianjurkan dalam Islam.
Keutamaannya mencakup mendapatkan cahaya dari Allah SWT, memperoleh keberkahan, serta perlindungan dari berbagai fitnah, termasuk fitnah Dajjal.
Dengan membiasakan membaca Surat Al-Kahfi setiap Jumat, seorang Muslim dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai kisah yang terkandung di dalamnya.
Amalan tersebut hendaknya dilakukan dengan niat ikhlas dan disertai upaya memahami makna ayat-ayat yang dibaca.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang