Editor
KOMPAS.com - Sebanyak 100 aparatur sipil negara (ASN) dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen dan Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama dijadwalkan mengumandangkan lagu-lagu kebangsaan dalam acara Doa Kebangsaan.
Acara tersebut akan digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).
Penampilan paduan suara ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang melibatkan tokoh-tokoh lintas agama sebagai upaya bersama menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Kemenag: 100.000 Diperkirakan Hadir
Direktur Jenderal Bimas Katolik, Suparman, menyatakan paduan suara akan membawakan lagu "Indonesia Raya" serta dua lagu rohani bernuansa kebangsaan, yaitu "Padamu Negeri" dan "Doa Kami".
“Teman-teman akan menyanyikan Indonesia Raya dan dua lagu rohani bernuansa kebangsaan, yaitu Padamu Negeri dan Doa Kami. Jumlah personelnya 100 orang,” ujar Suparman saat geladi resik di Monas, Jumat (31/7/2026), dilansir dari situs Kemenag.
Menurut Suparman, persiapan paduan suara telah mencapai sekitar 95 persen, dengan latihan terakhir difokuskan pada penyempurnaan penampilan lagu "Indonesia Raya".
“Persiapannya sudah 95 persen. Tinggal besok untuk Indonesia Raya,” katanya.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, menyampaikan bahwa para anggota paduan suara telah menjalani beberapa kali latihan sehingga secara umum telah siap tampil pada puncak acara.
“Sejauh ini persiapan paduan suara sudah baik karena mereka sudah latihan beberapa kali,” ujar Jeane.
Jeane menjelaskan, seluruh anggota paduan suara merupakan ASN Kementerian Agama yang berasal dari Direktorat Jenderal Bimas Kristen dan Direktorat Jenderal Bimas Katolik, tanpa melibatkan peserta dari luar instansi.
“Paduan suara berasal dari ASN Ditjen Bimas Kristen dan ASN Ditjen Bimas Katolik. Tidak dari luar, semuanya ASN Kementerian Agama,” tuturnya.
Baca juga: Sambut Kemerdekaan RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung geladi resik Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monas untuk memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung lancar.
“Insyaallah besok kita akan mengawali Agustusan kita, tanggal 1 Agustus, dengan melaksanakan Zikir dan Doa Kebangsaan. Acara ini akan berlangsung dengan sangat meriah dan melibatkan tokoh-tokoh lintas agama,” ujar Menteri Agama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.