Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag: Indeks Kesalehan Umat Beragama 84,20 Persen

Kompas.com, 1 Agustus 2026, 20:07 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Indeks Kesalehan Umat Beragama Indonesia meningkat menjadi 84,20 pada 2025.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan semakin kuatnya kehidupan keberagamaan masyarakat sekaligus menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Zikir dan Doa Kebangsaan Tingkat Kenegaraan 1448 H/2026 M di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), yang disiarkan secara langsung melalui YouTube TVRI.

Menurut Nasaruddin, peningkatan indeks kesalehan tidak dapat dipisahkan dari semakin terjaganya kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Baca juga: Daftar Lokasi Parkir Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas

"Tidak hanya itu, indeks kesalehan umat beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada tahun 2025," kata Nasaruddin Umar.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama yang dinilai konsisten membina umat sehingga kehidupan beragama di Indonesia tetap harmonis.

"Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan," ujarnya.

Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selain Indeks Kesalehan Umat Beragama, Menag juga memaparkan capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, indeks kerukunan naik dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025.

Angka tersebut merupakan capaian tertinggi sejak indeks tersebut diukur serta telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025.

"Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025, tertinggi semenjak negeri ini berdiri," ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan, capaian tersebut juga semakin mendekati target RPJMN 2029 sebesar 78,25.

Indonesia Dinilai Memiliki Modal Menjadi Pusat Peradaban Dunia

Dalam sambutannya, Nasaruddin menyebut Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang.

Menurutnya, stabilitas ekonomi, kondisi sosial, dan politik nasional yang kondusif menjadi keunggulan Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain yang masih dilanda konflik.

"Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang," katanya.

Ia juga menilai kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi bukti nyata bahwa kerukunan di Indonesia bukan sekadar konsep, melainkan realitas sosial yang hidup di tengah masyarakat yang majemuk.

"Indonesia Adalah Lukisan Tuhan yang Paling Indah"

Dalam kesempatan tersebut, Menag mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman agama dan budaya.

Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak menghalangi seluruh anak bangsa untuk memiliki kecintaan yang sama kepada Indonesia.

"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini, maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya," tegas Nasaruddin.

Baca juga: 6 Tokoh Lintas Agama Pimpin Doa di Monas, Zikir Kebangsaan Gaungkan Persatuan Indonesia

Ia juga menekankan bahwa ribuan umat dan tokoh lintas agama yang berkumpul di Monas pada malam itu menjadi simbol kuat persaudaraan dan kebersamaan.

"Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," ujarnya.

Menag berharap semangat kerukunan dan kesalehan umat beragama terus menjadi kekuatan bangsa dalam mendukung berbagai program pembangunan serta mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Aktual
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Aktual
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Aktual
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Aktual
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Aktual
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Aktual
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Aktual
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Jika Utang Negara Tidak Lunas, Apakah Rakyat Bakal Menanggung Dosanya di Akhirat?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar