Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MTQ Nasional ke-31 Gelar Eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat

Kompas.com, 1 September 2026, 20:05 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan MTQ Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, menghadirkan eksibisi cabang baru berupa Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat.

Eksibisi ini diikuti 24 peserta dari 14 komunitas di delapan provinsi sebagai upaya memperluas akses penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan.

Baca juga: Panitia Ungkap Skema Penilaian Juara Umum MTQ Nasional ke-31 di Semarang

Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat Jadi Eksibisi di MTQ Nasional

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, mengatakan Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat untuk pertama kalinya diperkenalkan dalam ajang MTQ tingkat nasional melalui format eksibisi.

“Pada MTQ Nasional ke-31, kita akan menggelar eksibisi untuk cabang lomba baru, yaitu Lomba Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat,” kata Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: MTQ Nasional 2026 Diikuti 2.242 Peserta, Digelar 11-20 September di Semarang

Menurut Muchlis, pelaksanaan eksibisi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag meningkatkan akses dan keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan keagamaan.

Eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat akan melibatkan 24 peserta yang berasal dari 14 komunitas di delapan provinsi. Kegiatan ini sekaligus menjadi kali pertama tilawah menggunakan Mushaf Al Quran Isyarat diperlombakan dalam ajang MTQ tingkat nasional.

Mushaf Al Quran Isyarat Ditetapkan Sejak 2022

Muchlis menjelaskan penyelenggaraan eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat merupakan tindak lanjut dari penetapan Mushaf Al Quran Isyarat oleh Menteri Agama pada 2022.

"Setelah ditetapkan Mushaf Al Quran Isyarat oleh Menteri Agama, mushaf ini sudah tersosialisasi dengan baik. Setelah empat tahun, kita akan ikutkan dalam event musabaqah tilawatil Quran tingkat nasional," ujarnya.

Ia mengatakan, pada penyelenggaraan perdana dalam MTQ Nasional 2026, Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat masih ditempatkan sebagai eksibisi. Cabang tersebut belum berstatus sebagai cabang lomba resmi dalam MTQ Nasional.

Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat Diharapkan Jadi Cabang Resmi MTQ

Muchlis berharap eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat dapat menjadi tahap awal pengembangan cabang tersebut hingga nantinya ditetapkan sebagai salah satu cabang lomba resmi MTQ.

Ia juga menyebut format lomba Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat belum pernah diselenggarakan di negara lain.

“Belum ada. Jadi ini yang pertama di Indonesia,” katanya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Ahli Pemerintah: Aturan PPIU Tak Batasi Masyarakat Lakukan Ibadah Umrah Mandiri
Ahli Pemerintah: Aturan PPIU Tak Batasi Masyarakat Lakukan Ibadah Umrah Mandiri
Aktual
Puasa Ayyamul Bidh September 2026: Jadwal, Niat, Dalil, dan Keutamaannya
Puasa Ayyamul Bidh September 2026: Jadwal, Niat, Dalil, dan Keutamaannya
Aktual
Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tergiur Jasa Nikah Siri di Media Sosial
Kemenag Imbau Masyarakat Tak Tergiur Jasa Nikah Siri di Media Sosial
Aktual
Masjid Agung Al Azhar Gelar Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan di Tengah Musibah Kekeringan
Masjid Agung Al Azhar Gelar Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan di Tengah Musibah Kekeringan
Aktual
Kemenag: Pendaftaran AICIS+ 2026 Diperpanjang hingga 9 September
Kemenag: Pendaftaran AICIS+ 2026 Diperpanjang hingga 9 September
Aktual
Persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang Sudah Mencapai 80 Persen
Persiapan MTQ Nasional 2026 di Semarang Sudah Mencapai 80 Persen
Aktual
MTQ Nasional ke-31 Gelar Eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat
MTQ Nasional ke-31 Gelar Eksibisi Tilawah Al Quran Bahasa Isyarat
Aktual
Panitia Ungkap Skema Penilaian Juara Umum MTQ Nasional ke-31 di Semarang
Panitia Ungkap Skema Penilaian Juara Umum MTQ Nasional ke-31 di Semarang
Aktual
PSM UMY Borong 3 Emas di Malaysia, Lolos Grand Prix MCE 2026
PSM UMY Borong 3 Emas di Malaysia, Lolos Grand Prix MCE 2026
Aktual
JK Ikut Sholat Istisqa, Ingatkan Kekeringan Ancam Petani hingga Picu Kebakaran
JK Ikut Sholat Istisqa, Ingatkan Kekeringan Ancam Petani hingga Picu Kebakaran
Aktual
Quality Time Saja Tak Cukup, Ini Pentingnya Quantity Time Bersama Anak
Quality Time Saja Tak Cukup, Ini Pentingnya Quantity Time Bersama Anak
Aktual
EMT Muhammadiyah Sebut Korban Gempa NTT Mulai Alami Infeksi Saluran Pernapasan
EMT Muhammadiyah Sebut Korban Gempa NTT Mulai Alami Infeksi Saluran Pernapasan
Aktual
Cegah Anak Salah Pergaulan, Ini Pentingnya “Kurikulum Keluarga”
Cegah Anak Salah Pergaulan, Ini Pentingnya “Kurikulum Keluarga”
Aktual
Belajar dari Umar bin Khattab, Saat Anak Khalifah Tak Boleh Menikmati Privilege
Belajar dari Umar bin Khattab, Saat Anak Khalifah Tak Boleh Menikmati Privilege
Aktual
Birrul Walidain: Bukan Sekadar Taat, Ini Cara Berbakti kepada Orangtua
Birrul Walidain: Bukan Sekadar Taat, Ini Cara Berbakti kepada Orangtua
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar