Editor
KOMPAS.com - Pengelola Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menggelar shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pelaksanaan shalat Istisqa tersebut juga menjadi bentuk ikhtiar dan muhasabah bersama dalam merespons berbagai musibah yang melanda masyarakat.
Baca juga: JK Ikut Sholat Istisqa, Ingatkan Kekeringan Ancam Petani hingga Picu Kebakaran
Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara, mengatakan shalat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk doa umat Islam untuk memohon hujan kepada Allah SWT sekaligus merespons kondisi masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
"Sebagai seorang muslim, kita merespons itu dengan berdoa dan beristigfar. Kita muhasabah. Salah satu upaya kita bagaimana supaya Allah secepatnya menurunkan hujan, maka dalam syariat agama Islam ada yang namanya shalat Istisqa," kata Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca juga: Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Menurut Tatang, shalat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Kegiatan tersebut juga menjadi respons pengurus Masjid Agung Al Azhar terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat akibat berbagai musibah.
Pelaksanaan shalat Istisqa di Masjid Agung Al Azhar juga merupakan tindak lanjut surat dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). Melalui surat tersebut, Al Azhar didorong menjadi salah satu pelopor pelaksanaan shalat Istisqa di Jakarta.
Sejumlah tokoh turut menghadiri pelaksanaan shalat Istisqa tersebut, termasuk Ketua Umum DMI Pusat sekaligus Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).
Tatang mengatakan JK mengapresiasi pelaksanaan shalat Istisqa dan mengajak masyarakat tetap melakukan ikhtiar dalam menghadapi berbagai musibah.
“Dengan musibah yang bertubi-tubi itu kita tidak boleh berdiam diri. Perlu ikhtiar dan berdoa,” ucapnya.
Selain berdoa dan berikhtiar, masyarakat juga diimbau melakukan introspeksi diri. Menurut Tatang, pesan tersebut disampaikan JK agar berbagai musibah dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk bermuhasabah dan mengevaluasi kemungkinan adanya kekhilafan, dosa, maupun kelalaian.
Dalam pelaksanaan shalat Istisqa, Khatib Dr. KH. Zahrudin Sulthani, M.A, menyampaikan khutbah dengan tema “Hemat Energi”.
Dalam khutbah tersebut, jamaah diingatkan agar tidak menganggap air dan sumber daya alam sebagai sesuatu yang selalu tersedia tanpa batas.
Tatang mengatakan materi khutbah juga mengajak jamaah memperkuat kesadaran tauhid dengan mengingat bahwa Allah SWT merupakan pihak yang mendatangkan hujan sekaligus menumbuhkan berbagai tanaman.
Pelaksanaan shalat Istisqa di Masjid Agung Al Azhar menjadi kegiatan perdana yang digelar pada tahun ini di lingkungan Al Azhar di Jakarta. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masjid Al Azhar lainnya untuk melaksanakan shalat Istisqa.
Tatang mengatakan kegiatan serupa akan dilanjutkan secara berestafet di sejumlah Masjid Al Azhar lainnya.
“Kami sudah instruksikan ke teman-teman di masjid. Ada di Sentra Primer, Cakung, kemudian di Cikarang, kemudian di Bintaro,” kata dia.
Dengan pelaksanaan secara berkelanjutan, Tatang berharap shalat Istisqa dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama sekaligus mendorong masyarakat di berbagai wilayah untuk melakukan hal serupa.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT