Editor
KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyaksikan langsung perjuangan kafilah tuan rumah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang.
Salah satunya saat regu Fahmil Al Quran Putri Jawa Tengah bertanding di Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Senin.
Baca juga: Kisah Ahmad Zainudin, Tunanetra Penghafal 30 Juz yang Tampil di MTQ Nasional 2026
Pertandingan tersebut mempertemukan kafilah Jawa Tengah yang diwakili Laila Nur Khoiriyah, Avina Izzatul Mufrodah, dan Nabila Zuhairani dengan regu dari Sumatera Barat dan Jambi.
Cabang Fahmil Al Quran menguji pemahaman Al Quran, keluasan wawasan, kecepatan berpikir, serta kekompakan peserta dalam menjawab pertanyaan.
Baca juga: Jobfair MTQ Nasional 2026 di Semarang Tawarkan 6.736 Lowongan Kerja, Cek Daftarnya
Dilasnir dari Antara, pada pertandingan tersebut, Jawa Tengah sempat tertinggal dari Sumatera Barat. Namun, regu tuan rumah mampu bangkit pada sesi cerdas cermat babak rebutan.
Kafilah Jawa Tengah dua kali berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan Sumatera Barat dan Jambi. Hasil tersebut membuat Jateng berbalik unggul dengan skor sementara 950.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga akhir babak penyisihan. Regu Fahmil Al Quran Putri Jawa Tengah menutup pertandingan dengan skor 1.250 dan memastikan tiket ke semifinal.
"Alhamdulillah, kami merasa senang dan terharu. Tidak menyangka bisa meraih kemenangan. Tadi kami sempat selisih sedikit poin, tetapi ternyata masih bisa mengejar nilainya,” kata Laila, ditemui usai kompetisi.
Regu Fahmil Al Quran Putri Jateng selanjutnya dijadwalkan tampil di babak semifinal pada Kamis (17/9/2026).
Jika kembali lolos, mereka akan melanjutkan perjuangan ke babak final pada Jumat (18/9/2026).
Selain memuji penampilan kafilah, Ahmad Luthfi turut menyampaikan terima kasih kepada UIN Walisongo dan perguruan tinggi lainnya yang terlibat sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai cabang perlombaan.
"Ini merupakan bentuk kolaborasi karena kampus dilibatkan dalam penyelenggaraan MTQ," katanya.
Menurut dia, kolaborasi dalam penyelenggaraan MTQ Nasional tidak hanya melibatkan perguruan tinggi. Masyarakat, pelaku UMKM, ulama, tokoh masyarakat, hingga kelompok lintas agama juga ikut mengambil bagian.
Ahmad Luthfi menegaskan MTQ Nasional XXXI 2026 menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan berbagai elemen masyarakat.
"Pelaksanaan MTQ di sejumlah perguruan tinggi menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menyukseskan perhelatan nasional ini," katanya saat meninjau kegiatan sejumlah cabang MTQ Nasional di Semarang, Senin.
Sejumlah cabang perlombaan MTQ Nasional ditempatkan di beberapa perguruan tinggi, di antaranya UIN Walisongo dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Menurut Ahmad Luthfi, keterlibatan kampus dalam MTQ Nasional tidak sebatas menyediakan lokasi pertandingan. Perguruan tinggi juga menjadi bagian dari upaya menyebarkan syiar Al Quran kepada masyarakat.
"Tadi di UIN (Walisongo) sudah saya cek pelaksanaan Fahmil Al Quran. Hari ini kami juga meninjau perlombaan (cabang kaligrafi) di Undip. Saya menyampaikan terima kasih kepada Rektor UIN Walisongo dan Rektor Undip yang telah memberikan fasilitas," katanya.
Ahmad Luthfi menilai MTQ Nasional XXXI telah menjadi kebanggaan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Menurut dia, perhelatan tersebut tidak hanya menjadi milik insan kampus atau umat Islam, tetapi juga melibatkan tokoh agama, pelaku UMKM, dan masyarakat dari berbagai provinsi.
Semangat kebersamaan tersebut juga terlihat dalam rangkaian pembukaan MTQ Nasional.
Pelajar dari sekolah non-muslim ikut menyanyikan Mars MTQ secara serentak hingga kegiatan tersebut mencatatkan rekor MURI.
"MTQ ini tidak hanya menjadi milik umat Islam. Masyarakat non-muslim pun ikut serta. Kemarin, adik-adik kita dari sekolah Kristen juga ikut dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ yang memecahkan rekor MURI," katanya.
Menurut Ahmad Luthfi, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat menunjukkan bahwa nilai-nilai Al Quran dapat menjadi kekuatan dalam menjaga toleransi, persatuan, dan kedamaian.
"Musabaqah Tilawatil Qur’an menjadi milik seluruh masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin. Toleransi beragama sangat dibutuhkan dan melalui kegiatan ini, semuanya dapat bersatu," katanya.
Ia berharap suasana damai dan kebersamaan yang terbentuk selama pelaksanaan MTQ Nasional dapat terus dipertahankan setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai.
"Semoga dengan adanya MTQ Nasional XXXI, Jawa Tengah dapat menyiarkan perdamaian kepada seluruh Indonesia, bahkan dunia," katanya.
Rektor Undip Suharnomo menyampaikan kebanggaannya karena perguruan tinggi tersebut dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Undip menyiapkan dua lokasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, yakni Gedung Prof Soedarto SH dan Auditorium Imam Bardjo.
"Kami sangat bangga dan mendukung sebisa-bisanya serta menyiapkan fasilitas sebaik-baiknya untuk kesuksesan MTQ Nasional di Jawa Tengah," katanya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.