Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa

Kompas.com, 22 September 2026, 20:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Doa meminta hujan dibaca ketika masyarakat menghadapi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.

Dalam tuntunan Tarjih Muhammadiyah, terdapat sejumlah doa yang bersumber dari riwayat Rasulullah SAW untuk memohon hujan yang membawa manfaat dan rahmat.

Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, doa ini juga tercantum dalam Salinan Keputusan Muktamar Tarjih XX di Garut tahun 1976, Berita Resmi Muhammadiyah No. 76 Tahun 1977, serta pembahasan “Khutbah Istisqa’” dalam Suara Muhammadiyah No. 5 Tahun ke-84/1999.

Baca juga: Masjid Agung Al Azhar Gelar Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan di Tengah Musibah Kekeringan

Bagaimana bacaan doa meminta hujan?

Salah satu doa meminta hujan yang dicantumkan dalam Putusan Tarjih Muktamar XX di Garut tahun 1976 adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِثٍ

“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang memberikan pertolongan, yang menyegarkan, yang merata, yang menyuburkan, yang lebat, segera dan tidak terlambat.”

Doa tersebut tidak hanya memohon air turun dari langit, tetapi juga meminta hujan yang memberikan pertolongan, menyegarkan, merata, menyuburkan, lebat, serta datang tanpa terlambat.

Dalam tuntunan Tarjih Muhammadiyah, istisqa juga tidak hanya berkaitan dengan permintaan agar hujan turun. Ketika hujan sudah turun terlalu deras dan berpotensi membahayakan, terdapat doa agar hujan dialihkan ke tempat yang memberikan manfaat.

Apa doa meminta hujan lainnya?

Selain doa tersebut, pembahasan khutbah istisqa juga mencantumkan doa lain yang lebih panjang. Doa ini memohon hujan untuk manusia, hewan, dan negeri yang mengalami kekeringan.

اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ، اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ

“Ya Allah, berilah minum hamba-hamba-Mu dan hewan-hewan-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang telah mati. Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang memberikan pertolongan, yang menyegarkan, yang menyuburkan, yang bermanfaat dan tidak membahayakan, yang segera dan tidak tertunda.”

Isi doa tersebut menunjukkan bahwa permohonan hujan mencakup kebutuhan manusia, hewan, dan wilayah yang mengalami kekeringan. Hujan juga dimohonkan sebagai rahmat yang memberikan manfaat serta tidak menimbulkan bahaya.

Bagaimana doa Rasulullah SAW saat terjadi kekeringan?

Terdapat hadis panjang dari ‘Aisyah yang menggambarkan peristiwa ketika masyarakat mengadukan kekeringan kepada Rasulullah SAW. Beliau kemudian keluar menuju tempat shalat dan memanjatkan doa berikut:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menguasai hari pembalasan. Tiada Tuhan selain Allah, yang melaksanakan apa yang Dia kehendaki. Ya Allah, Engkaulah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Kaya, sementara kami adalah miskin. Turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan itu kekuatan dan bekal bagi kami untuk waktu yang lama.”

Doa tersebut diawali dengan pujian kepada Allah, dilanjutkan dengan pengakuan tauhid dan pengakuan bahwa manusia berada dalam keadaan membutuhkan. Setelah itu, permohonan agar hujan diturunkan disampaikan.

Apa bacaan inti doa meminta hujan dari hadis tersebut?

Salah satu bagian doa yang secara langsung berisi permohonan hujan adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ

“Ya Allah, Engkaulah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Kaya, sementara kami adalah miskin.”

Kemudian dilanjutkan dengan permohonan:

أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ

“Turunkanlah hujan kepada kami.”

Susunan tersebut menunjukkan bahwa doa istisqa tidak hanya berisi permintaan, tetapi juga pengakuan terhadap Allah dan keadaan manusia sebagai pihak yang membutuhkan.

Apa doa ketika hujan turun terlalu deras?

Ketika hujan sudah turun tetapi terlalu deras, tuntunan Rasulullah SAW juga memuat doa agar hujan dialihkan dari tempat yang membahayakan.

Putusan Tarjih mencantumkan doa berikut:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan Engkau turunkan atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di atas bukit-bukit, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

Doa ini menunjukkan bahwa permohonan hujan juga memperhatikan manfaat dan dampaknya. Hujan yang dimohon bukan sekadar hujan yang turun, melainkan hujan yang tepat, membawa manfaat, dan tidak menimbulkan kerusakan.

Apakah doa meminta hujan harus dibaca saat shalat istisqa?

Doa meminta hujan tidak harus menunggu pelaksanaan shalat istisqa. Dalam tuntunan khutbah istisqa, doa menjadi bagian penting setelah khutbah, ketika imam memperbanyak istighfar dan doa.

Imam kemudian mengangkat kedua tangan dan menghadap kiblat dengan membelakangi jamaah. Permohonan hujan dalam tuntunan Tarjih juga dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.

Jika dilakukan bersama-sama, imam dapat berdoa di masjid, di luar masjid, atau dalam khutbah Jumat. Jamaah juga dapat mengangkat tangan dan mengikuti doa tersebut.

Dengan demikian, shalat istisqa merupakan salah satu bentuk permohonan hujan, tetapi umat tetap dapat memanjatkan doa meminta hujan tanpa melaksanakan shalat istisqa.

Apa makna doa meminta hujan dalam istisqa?

Berbagai doa tersebut memiliki pola yang sama, yakni tidak hanya meminta hujan turun, tetapi memohon hujan yang menjadi rahmat dan memberikan manfaat. Hujan diharapkan menyuburkan tanah, memberi minum manusia dan hewan, menghidupkan negeri yang kering, serta tidak membawa bahaya.

Salah satu doa yang ringkas untuk diingat adalah:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ

“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang memberikan pertolongan, yang menyegarkan, yang menyuburkan, yang bermanfaat dan tidak membahayakan, yang segera dan tidak tertunda.”

Doa tersebut dapat dibaca ketika masyarakat membutuhkan hujan. Sementara ketika hujan turun berlebihan, doa dapat diarahkan agar hujan berpindah dari tempat yang membahayakan menuju tempat yang memberikan manfaat.

Pada akhirnya, doa istisqa tidak sekadar menjadi permohonan agar air turun dari langit.

Doa-doa tersebut mengajarkan permohonan agar hujan menjadi rahmat yang menghidupkan dan membawa manfaat. Karena itu, yang dimohon bukan hanya turunnya hujan, tetapi juga kebaikan yang menyertainya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Zubair bin Al-Awwam, Hawari Rasulullah yang Dijuluki Pembela Nabi
Aktual
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Apa yang Diucapkan Saat Bersin? Ini Sunnah Rasulullah Lengkap
Aktual
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa
Aktual
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Profil KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
Aktual
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Menag Akan Tertibkan Pesantren yang Cuma Catut Nama, Soroti Kepatuhan Unsur dan Syarat
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersamanya
Aktual
 Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Mengapa Membaca Al-Quran Setelah Subuh Memiliki Keutamaan?
Aktual
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
ITB Bangun Hunian dan Musala Pascabencana di Bireuen, Rangka Berdiri dalam 3 Jam
Aktual
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Kapan Doa Saat Hujan Paling Mustajab? Ini Dalil dan Penjelasannya
Aktual
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Wamendikdasmen ke Mahasiswa UMB: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapatkan Ijazah
Aktual
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Mana yang Didahulukan, Menjawab Salam atau Bersalaman? Ini Adabnya
Aktual
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Apa Itu Mindfulness? Bukan Sekadar Menenangkan Diri
Aktual
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Tekan Biaya Haji 2027, Kemenhaj Pertimbangkan Maskapai Alternatif
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Dua Jemaah Haji Asal Lamongan dan Tangerang Masih Dirawat di Arab Saudi
Aktual
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Kemenag Buka Pendaftaran Insentif Dosen Non-ASN Ma’had Aly Rp 1 Juta per Bulan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar