Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Akh Muzakki dengan hormat dari tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.
Keputusan itu menyusul surat pengunduran diri yang disampaikan Muzakki pada 22 September 2026.
Muzakki baru dilantik untuk periode keduanya sebagai rektor pada 15 September 2026, atau sepekan sebelum menyampaikan pengunduran diri. Sebelumnya, ia menjabat rektor pada periode 2022–2026.
“KMA tentang pemberhentian Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya terbit menyusul surat pernyataan pengunduran diri yang disampaikan oleh Prof. Muzakki pada 22 September 2026,” kata Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Muhammad Zain dalam rilisnya, Rabu (23/9/2026).
Baca juga: Menag Ungkap Tugas Penting Ditjen Pesantren: Cegah Kekerasan hingga Tertibkan Data
Pemberhentian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 060729/MA.KP.07/09/2026 yang terbit pada 23 September 2026.
“Menag memberhentikan Prof. Muzakki dengan hormat dan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya selama ini,” ujar Zain.
Untuk sementara, Nasaruddin menunjuk Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno sebagai pelaksana tugas (Plt) Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
“Prof. Suyitno akan bertugas sampai dengan dilantiknya Rektor UIN Surabaya yang baru dalam waktu secepatnya,” kata Zain.
Berita sebelumnya, pelantikan Muzakki mendapat penolakan dari sejumlah mahasiswa dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya.
Bahkan mahasiswa menggelar aksi dengan penyegelan gerbang utama kampus dan pendirian posko aksi hingga kuliah digelar daring.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.