Editor
KOMPAS.com - Kafilah Jawa Tengah (Jateng) meraih 36 gelar juara dalam berbagai cabang dan golongan pada MTQ Nasional XXXI 2026.
Prestasi tersebut mengantarkan kafilah Jateng menempati posisi kedua setelah sebelumnya berada di peringkat 16 pada ajang serupa.
Dilansir dari Antara, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng memberikan apresiasi kepada para anggota kafilah yang berhasil meraih juara dalam MTQ Nasional XXXI.
Baca juga: Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Ahmad Luthfi mengatakan, kafilah Jateng mengoleksi 36 gelar juara dari berbagai cabang dan golongan pada MTQ Nasional XXXI.
Rinciannya, kafilah Jateng meraih delapan gelar terbaik pertama, tujuh terbaik kedua, 15 terbaik ketiga, dua juara harapan pertama, dua juara harapan kedua, dan dua juara harapan ketiga.
Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Capaian tersebut membawa Jateng menempati posisi kedua pada MTQ Nasional XXXI. Posisi itu meningkat jauh dibandingkan ajang serupa sebelumnya ketika kafilah Jateng berada di peringkat 16.
"Saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah," kata Luthfi.
Pemprov Jateng memberikan apresiasi kepada anggota kafilah yang meraih juara berupa uang pembinaan hingga hadiah umrah.
Juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp 50 juta serta hadiah umrah senilai Rp50 juta. Sementara itu, juara kedua memperoleh uang pembinaan Rp 40 juta dan juara ketiga Rp 30 juta.
Adapun juara harapan pertama mendapatkan Rp 20 juta, juara harapan kedua Rp 15 juta, dan juara harapan ketiga Rp 10 juta.
Selain apresiasi dari Pemprov Jateng, Baznas Jateng turut memberikan bonus tambahan senilai Rp 282 juta kepada kafilah Jateng.
Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar juara pada MTQ Nasional XXXI.
Salah satu penerima apresiasi adalah Muhammad Abdul Faqih dari Kota Semarang yang meraih terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Indonesia pada MTQ Nasional XXXI.
Penghargaan tersebut terasa istimewa bagi Faqih karena MTQ Nasional XXXI menjadi kesempatan terakhirnya mengikuti kompetisi sebagai peserta.
Faqih sebelumnya juga pernah mewakili Jateng pada MTQ tingkat nasional. Saat itu, ia mengikuti cabang hafalan 30 juz dan berhasil meraih juara pertama nasional.
Pada MTQ Nasional XXXI, Faqih mencoba cabang berbeda dengan mengikuti Tafsir Bahasa Indonesia. Ia kembali berhasil meraih posisi tertinggi dan membawa pulang gelar terbaik pertama.
"Alhamdulillah sangat bersyukur kali ini saya pindah cabang ke cabang tafsir dan alhamdulillah diberi penghargaan juara satu," katanya.
Menurut dia, tambahan hadiah umrah bagi juara pertama menjadi bentuk perhatian yang membuatnya semakin termotivasi untuk terus mendalami Al Quran.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.