KOMPAS.com - Thufail bin Amr ad-Dausi merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang berperan dalam mengajak kaumnya memeluk Islam. Setelah menerima ajaran Islam, ia kembali kepada masyarakatnya dan menyampaikan dakwah, meskipun tidak semua orang langsung menerima ajakannya.
Perjalanan Thufail memperlihatkan peran sahabat dalam menyebarkan Islam di luar Mekkah dan Madinah. Riwayat tentang dirinya dalam Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah karya Ibn Hajar al-'Asqalani dan At-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibn Sa'd mencatat keterlibatannya dalam dakwah kepada suku Daus serta sejumlah peristiwa pada masa Rasulullah SAW.
Ibn Hajar mencatat nama Thufail sebagai Thufail bin Amr bin Tharif bin Al-Ash bin Tsa'labah bin Sulaim bin Fahm bin Ghanm bin Daus. Ia dikenal dengan julukan Dzu An-Nur. Dalam catatan biografi tersebut, terdapat pula perbedaan riwayat mengenai sebagian silsilahnya.
Baca juga: Menolak Meminjamkan Uang kepada Kerabat, Apakah Berdosa?
Thufail berasal dari suku Daus, yang tinggal di kawasan Yaman. Kedudukannya di tengah kaumnya menjadi bagian penting dalam perjalanan dakwahnya. Setelah memeluk Islam, ia tidak hanya menjalankan keyakinannya sendiri, tetapi juga berusaha mengajak masyarakatnya mengenal ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.
Dalam At-Ṭabaqāt al-Kubrā, Ibn Sa'd mencatat bahwa Thufail memeluk Islam di Mekkah, kemudian kembali ke wilayah kaumnya. Ia mengajak masyarakat Daus untuk menerima Islam, sehingga dakwahnya berlangsung jauh dari pusat komunitas Muslim saat itu.
Riwayat Ibn Sa'd juga menyebutkan bahwa setelah Thufail memeluk Islam, sejumlah orang dari kaumnya mengikuti ajakannya. Proses tersebut tidak berlangsung seketika. Perjalanan dakwahnya memperlihatkan bahwa penerimaan terhadap suatu ajaran dapat berlangsung bertahap, terutama ketika masyarakat memiliki kebiasaan dan keyakinan yang telah lama dijalankan.
Salah satu riwayat penting mengenai Thufail terdapat dalam Sahih Al-Bukhari. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Thufail datang kepada Rasulullah SAW dan menyampaikan bahwa suku Daus menolak menerima Islam. Ia meminta Rasulullah mendoakan mereka.
Baca juga: Menhaj Sebut Punya Uang Saja Tak Cukup untuk Berangkat Haji
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ ذَكْوَانَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ جَاءَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِنَّ دَوْسًا قَدْ هَلَكَتْ، عَصَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهِمْ، فَقَالَ " اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ "
Ḥaddathanā Abū Nu‘aim, ḥaddathanā Sufyān, ‘an Ibn Żakwān, ‘an ‘Abdir-Raḥmān al-A‘raj, ‘an Abī Hurairah, qāla jā’a aṭ-Ṭufailu bin ‘Amrin ilan-nabiyyi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, faqāla inna Dausan qad halakat, ‘aṣat wa abat, fad‘ullāha ‘alaihim, faqāla: Allāhumma ihdi Dausan wa’ti bihim.
Artinya: Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Thufail bin Amr datang kepada Nabi SAW dan berkata bahwa suku Daus telah menolak serta tidak mau menerima Islam. Ia meminta Nabi mendoakan mereka. Rasulullah kemudian berdoa, “Ya Allah, berilah petunjuk kepada suku Daus dan datangkanlah mereka.” (Sahih Al-Bukhari Nomor 4392).
Riwayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memilih mendoakan petunjuk bagi suku Daus. Doa tersebut juga memperlihatkan harapan agar mereka memperoleh kesempatan mengenal dan menerima Islam, bukan sekadar menghadapi penolakan dengan kemarahan.
Baca juga: Menag Terima Kaligrafi “Xin” dari KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok, Apa Maknanya?
Ibn Sa'd mencatat keterlibatan Thufail dalam peristiwa penghancuran berhala Dzu Al-Kaffain milik Amr bin Hamamah ad-Dausi. Peristiwa itu berlangsung pada Syawal tahun kedelapan Hijriah, ketika Rasulullah SAW bersiap menuju Thaif.
Thufail diutus untuk menghancurkan berhala tersebut sekaligus mengajak kaumnya menyusul Rasulullah SAW. Menurut riwayat Ibn Sa'd, ia berangkat bersama sekitar 400 orang dari kaumnya. Mereka kemudian tiba di Thaif beberapa hari setelah Rasulullah SAW sampai di sana. Catatan ini menunjukkan bahwa dakwah Thufail berkembang menjadi keterlibatan nyata masyarakat Daus dalam peristiwa penting pada masa Nabi.
Ibn Sa'd juga mencatat kedatangan rombongan Daus yang terdiri atas sekitar 70 atau 80 keluarga. Mereka menemui Rasulullah SAW ketika beliau berada di Khaybar. Di antara rombongan tersebut terdapat Abu Hurairah dan Abdullah bin Udzair ad-Dausi.
Baca juga: Doa Sholat Witir: Bacaan, Arti, dan Dzikir Setelahnya
Kedatangan rombongan ini menjadi bagian dari perkembangan hubungan suku Daus dengan komunitas Muslim. Riwayat tersebut memperlihatkan bahwa dakwah Thufail tidak berhenti pada ajakan pribadi, tetapi turut berperan dalam membawa sebagian masyarakatnya mendekat kepada Rasulullah SAW.
Kisah Thufail bin Amr ad-Dausi memperlihatkan pentingnya ketekunan dalam berdakwah dan menyampaikan ajaran dengan harapan akan datangnya petunjuk. Riwayat tentang dirinya juga menunjukkan bahwa perubahan di tengah masyarakat dapat berlangsung melalui proses panjang, hingga akhirnya sebagian kaumnya datang dan bergabung dengan komunitas Muslim.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.