Editor
KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri sebelum keberangkatan, mulai dari kemampuan finansial, pemahaman manasik, hingga kesehatan fisik.
Ia juga menyampaikan perkembangan penerbangan jemaah umrah ke Arab Saudi dan mengimbau pemilihan rute langsung untuk mengantisipasi keterlambatan perjalanan.
Imbauan tersebut disampaikan Menhaj di sela-sela kegiatannya di Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Baca juga: 50 Ajengan PUI Berkumpul di Jakarta: Bahas Haji, Pinjol hingga Nazhir Wakaf
Menhaj menegaskan, persyaratan istitaah kesehatan bagi calon jemaah haji akan lebih ketat dibandingkan musim haji tahun lalu.
Pengetatan ini menjadi langkah preventif pemerintah sebelum jemaah melakukan pelunasan biaya haji, sekaligus upaya menekan angka kematian jemaah di Tanah Suci.
Baca juga: Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif
"Saya ingatkan kesehatan tahun ini mungkin lebih ketat dibanding tahun lalu. Tahun lalu kita bisa menekan angka kematian, tahun ini kita upayakan supaya angka kematian lebih ditekan lagi sehingga berkurang lagi dari tahun lalu," tegas Menhaj.
Selain mempersiapkan kondisi fisik, calon jemaah haji perlu memastikan kesiapan finansial dan memperdalam pengetahuan manasik, termasuk pemahaman tentang rukun, wajib, dan sunah haji.
Dalam kesempatan yang sama, Irfan menyampaikan informasi mengenai situasi penerbangan menuju Arab Saudi bagi jemaah umrah.
Berdasarkan pemantauan harian dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kantor Urusan Haji di Jeddah, penerbangan langsung ke Arab Saudi saat ini masih relatif aman.
Meski demikian, penerbangan langsung berpotensi mengalami keterlambatan sekitar satu hingga dua jam. Namun, penerbangan pada rute tersebut dipastikan tetap beroperasi dan tidak mengalami pembatalan.
Sementara itu, penerbangan transit dilaporkan berpotensi mengalami penundaan yang lebih panjang. Karena itu, Menhaj mengimbau jemaah umrah untuk mempertimbangkan penerbangan langsung saat memilih jadwal perjalanan.
"Saya mengimbau, kalau mau memilih jadwal penerbangan, lebih baik memilih yang penerbangan direct (langsung) saja," Tandas Menhaj.
Terkait perkembangan situasi di Riyadh baru-baru ini, Irfan memastikan warga negara Indonesia (WNI), termasuk beberapa orang yang sedang menunggu jadwal penerbangan di wilayah tersebut, berada dalam kondisi sehat dan selamat.
Kementerian Haji dan Umrah terus menjalin komunikasi dengan berbagai asosiasi biro perjalanan umrah agar penyelenggara perjalanan memantau perkembangan situasi terkini.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengikuti kondisi di lapangan dan memperhatikan keselamatan jemaah selama perjalanan ke Arab Saudi.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.