Editor
KOMPAS.com - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengganggu aktivitas serta kenyamanan masyarakat.
Dalam sebuah kisah pada zaman Rasulullah SAW, persoalan asap juga pernah muncul ketika Abdullah bin Salam mengadukan tetangganya yang kerap membakar sampah hingga mengganggu seluruh anggota keluarganya.
Baca juga: Kisah Thufail bin Amr: Saat Dakwah Ditolak, Ini Doa Rasulullah untuk Kaumnya
M. Ishom el Saha, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menulis kisah tersebut di laman Kementerian Agama.
Dalam kitab Hayat al-Shahabat III: 232, disebutkan bahwa Abdullah bin Salam pernah merasa terganggu oleh kebiasaan tetangganya membakar sampah atau melakukan tabunan di pekarangan.
Asap dari pembakaran tersebut menyebar hingga mengganggu dan menyakiti seluruh anggota keluarga Abdullah bin Salam. Karena merasa dirugikan, ia kemudian mengadukan perilaku tetangganya kepada Rasulullah SAW.
Baca juga: Kisah Khabbab bin Al-Aratt, Sahabat Nabi yang Teguh Menghadapi Ujian
Ia berkata, "Tetanggaku menyakitiku." Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bersabarlah." Kemudian ia datang lagi dan berkata, "Tetanggaku menyakitiku." Nabi bersabda, "Bersabarlah."
Abdullah bin Salam mengadukan perbuatan tetangganya hingga tiga kali. Setelah mendengar keluhan tersebut, Rasulullah SAW akhirnya memberikan perintah yang tidak terduga kepadanya.
Rasulullah SAW bersabda, "Ambillah barang-barangmu dan lemparkan ke jalan. Jika ada orang yang lewat, katakan, "Tetanggaku menyakitiku," dan laknat akan menimpanya.
Abdullah bin Salam kemudian menjalankan perintah Rasulullah SAW dengan mengeluarkan seluruh barang dari rumahnya dan meletakkannya di jalan. Orang-orang yang melintas pun menoleh ke arah dua rumah yang bertetangga tersebut.
Ketika orang-orang memperhatikan kejadian itu, Abdullah bin Salam berkata: "Tetanggaku menyakitiku".
Tetangganya yang terbiasa membakar sampah mendengar keluhan tersebut dan akhirnya menghentikan kebiasaannya karena takut mendapatkan laknat.
Kisah Abdullah bin Salam mengajarkan bahwa setiap orang perlu menjaga hak tetangga dengan tidak melakukan hal-hal yang mengganggu kenyamanan orang lain.
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya berbuat baik kepada tetangga, sebagaimana sabdanya:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat hendaknya berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat hendaknya menghormati tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat hendaknya berbicara yang baik atau diam"
Pesan tersebut menegaskan bahwa keimanan perlu diwujudkan melalui perilaku yang menghormati orang lain, termasuk dalam kehidupan bertetangga.
Kebiasaan membakar sampah hingga asapnya mengganggu orang sekitar menjadi contoh perilaku yang perlu dihindari.
Di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, kisah ini mengingatkan masyarakat untuk menjaga kenyamanan bersama dan tidak merugikan sesama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.